Wednesday, June 19

Bingung dengan GSM 2+?

alhamdulilah… akhirnya bisa nulis juga…

dari yang saya pelajari (Siemens), EDGE (Enhanced Datarate for GSM Evolution), itu hanya ditujukan untuk memperkuat teknologi yang ada (HSCSD & GPRS). EDGE termasuk dalam teknologi 2+ (siemens menyebutnya 2+ (baca: dua plus) bukan 2,5). teknologi 2+ dikeluarkan dalam annual release alias bertahap. urutannya adalah: HSCSD, GPRS, dan EDGE.

berikut ini penjelasan masing2:

1. HSCSD (High Speed Circuit Switch Data):

ditujuan untuk meningkatkan transmisi data dari classic GSM. dengan cara:

a. skema koding baru (new coding scheme)

hal ini akan meningkatkan kapasitas transmisi menjadi 14,4 kbps dalam sebuah kanal fisik (1 time slot). kapasitas sebelumnya adalah 9,6 kbps (berarti meningkat 50%).

b. channel combining

artinya beberapa channel (time slot) bisa dipake sekaligus. dalam sebuah frekuensi GSM terdapat 8 time slot. jika kamu beruntung, semua time slot-nya bisa kamu pake. so, kecepatan kamu bisa menjadi 14,4 x 8 = 115,2 kbps (ini teoritis banget). biasanya kamu cuman bisa combine sampe 4 channel doang. kenapa? soalnya bukan kamu aja yang make handphone kan…? orang laen kan juga mao pake… bagi channelnya dhongx!

2. GPRS

GPRS memperkenalkan prinsip transmisi yang lebih baru dari HSCSD. dengan cara:

a. new coding scheme

ada 4 coding scheme (CS) yang digunakan, masing2 dengan kapasitas yang berbeda. tergantung kekuatan sinyal, kalo sinyal bagus pake CS-4, kalo kurang bagus pake CS yang dibawahnya.

CS-1: 9,05 kbps

CS-2: 13,4 kbps

CS-3: 15,6 kbps (lebih gede dari HSCSD kan…?

CS-4: 21,4 kbps (lebih gede lagi kan…?) defaultnya pake CS yang ini.

b. channel combining

seperti HSCSD, beberapa channel jadi satu. seperti biasa, maksimal kamu cuman bisa pake 4 channel sekaligus.

so, jika sinyal kamu bagus, dan bisa pake 8 channel sekaligus, maka bandwith kamu 8 x 21,4 = 171,2 kbps (busyeeettt daahhh… cepet banget..!!)

c. packet switch

nah, ini dia fitur kuncinya!!! untuk pertama kalinya, transmisi paket switch (contoh paket switch: hubungan antar komputer) bisa dijalankan di GSM. sehingga dari HP kamu bisa “langsung” akses ke PDN (Packet Data Network, mis: internet). kalo di HSCSD, kamu akan di-routingin ke PSTN dahulu (makanya jadi mahal bok…!!). operator juga senang, soalnya nga perlu lewat “TELKOM” lagi untuk akses internet (sori buat temen2 yang kerja di telkom, he he he…). mereka bisa hemat lebih banyak… hmmm

dari sisi perangkat, operator harus nambah alat lagi: yaitu SGSN (Switching GPRS Support Node) & GGSN (Gateway GPRS Support Node).

oh iya, dalam GPRS ini dimungkinkan juga skema pembayaran yang baru. pelanggan akan dikenakan biaya berdasarkan besar data yang telah didownloadnya (bukan seperti warnet yang bayarnya per-jam). cuman tarif GPRS saat ini masih mahal euy!! masih lebih murah warnet. karena masih mahal, GPRS cocok dipake untuk aplikasi2 kecil, mis: yahoo messenger (setting yahoo-nya agar text only, jangan pake multimedia), chatting. kalo buka email ato browsing, pake warnet aja deh…

3. EDGE

nah ini dia si EDGE. teknologi EDGE ditujukan memperkuat HSCSD dan GPRS. caranya:

a. new coding scheme

EDGE memperkenalkan modulasi baru selain yang dijelaskan diatas. yaitu modulasi 8 Phase Shift Keying (8PSK). GSM biasa menggunakan Gaussian Minimum Shift Keying (GMSK). dengan CS baru, 1 channel dapat mengirimkan data sampai 69,2 kbps.

b. yang lain2nya sama dengan diatas

so, kembali lagi. jika kamu bisa dapet 8 channel sekaligus, maka bandwith kamu 8 x 69,2 = 553,6 kbps. (wow! mimpi kali yeee…) yahhhh… normalnya sih maksimum 384 kbps untuk EDGE.

EDGE adalah langkah awal untuk masuk ke 3G yang dimulai dengan implementasi UMTS. EDGE sangat baik diterapkan pada operator yang mempunya sedikit lisensi UMTS.

kalo kamu lihat 3 teknologi diatas, semuanya adalah perubahan dari sisi radionya saja (RSS – Radio subsyste). dari sisi switching, ya masih gitu2 aj.

oh jadi begitu… ya ya ya… jadi ngerti deh sekarang!

di indonesia apa udah ada operator yang pake EDGE?

setahu saya sampai tulisan ini dibuat (20050517), belum ada tuch. kamu juga bisa pake indikator pasar HP. kalo udah ada HP dengan fasilitas EDGE, so pasti juga ada operator pake EDGE.

dari yang saya tau, beberapa operator akan langsung loncat ke 3G (UMTS). mungkin mereka tidak melihat dampak signifikan dengan diterapkannya EDGE, mending langsung masuk ke 3G sekalian. malah mungkin bisa jadi langsung loncat lagi ke IMS (diatasnya UMTS). dari sisi pelanggan, kamu juga perlu untuk ganti HP yang bisa support EDGE.

hal menarik lainnya adalah coding scheme. anda dapat lihat diatas bahwa penggunaan coding scheme dapat meningkatkan throughput. sehingga jika anda tertarik research di bidang telco khususnya wireless, anda bisa membuat coding scheme yang lebih baik. tidak pernah ada system yang terbaik, tapi akan selalu ada system yang lebih baik.

OK sekian dulu cerita tentang 2+, kapan2 disambung lagi…

cerita 3G-nya nyusul belakangan…

3 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.