Sunday, February 25

Apa bedanya, hands-on dan hands-off?

Suatu hari ketika sedang ngobrol dengan teman yang udah lama ngak ketemu. ngobrol kesana kemari hingga akhirnya dia nanya,

yang dimaksudkan dengan hands-on itu apa yah?

yah, istilah bahasa inggris itu memang rada tricky (menjebak) jika diterjemahkan ke bahasa indonesia. kalau diartikan lurus-lurus (kata per kata) bukannya malah ngerti, tapi malah jadi bingung sendiri seperti ini.

hands-on maksudnya aktivitas dimana tangan itu bekerja (hands-on), jadi tangannya bukan hanya diam saja (pasif). jadi ketika training aplikasi komputer linux misalnya, jika trainingnya hands-on, berarti harus banyak prakteknya. konsepnya dijelaskan sedikit diawal, kemudian diikuti dengan contoh-contoh command, demo aplikasi, dan studi kasus. ini yang dinamakan hands-on. selama jadi trainer di GLC, hands-on ini adalah bagisn dari pengajaran saya. jadi akan banyak sekali prakteknya.

nama lain dari hands-on adalah learning-by-doing, atau learning-by-practice artinya ya memang harus belajar sambil praktek biar lebih ngerti materinya. sang pengajar harus ngasi demo, dan dari sisi student harus sering latihan juga. jika studentnya malas latihan, maka percuma saja ikutan training.

kadang, peserta sampai kewalahan karena begitu banyaknya command yang harus dimengerti atau dihafal. namun menurut saya command itu bukan di hafal, tapi dibiasakan. orang bisa karena biasa. jika cuma dihafal, maka akan cepat lupa.

lawan dari hands-on adalah hands-off. metoda hands-off ini artinya metode pembelajaran yang tidak pakai praktek, jadi cuman teori aja. beberapa pelajaran memang tipenya hands-off. misalnya pelajaran filsafat, teori ekonomi, quantum communications, dan lainnya.

menurut saya, setiap pelajaran akan lebih baik jika ada hands-on nya agar lebih membumi dan pelajar akan lebih mengerti akan yang dipelajarinya. terlebih jika belajar IT, hands-on adalah mutlak sekali. sayangnya ketika kuliah IT di indonesia, kebanyakan pelajarannya adalah hands-off, terlalu banyak teori, meskipun ada sedikit praktikum disana. namun tetap saja kurang.

mungkin jadi, ini karena dosennya sendiri yang cuman ngejar target ngajar, memang taunya cuman itu, atau memang bukan praktisi. bayangkan ada dosen ngajarin networking, tapi membuat socket programming aja ngak bisa. apa kata dunia?

ada beberapa cara untuk melatih hands-on, misalnya dengan mengikuti hands-on training, dengan ikutan project, dengan mengajar, dengan aktif di komunitas membantu troubleshooting orang-orang yang bertanya, dll.

selamat ber hands-on :-).

2 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *