Friday, May 24

perusahaan yang minta superman, atau pelamar yang kurang skill?

Lanjutan dari diskusi lulusan IT mengecewakan:

> klo menurut saya, terkadang perusahaan saat merekrut biasanya
> requirementnya terlalu berlebih, seperi kebutuhan 10 bidang di jadikan
> satu bidang…
>

tanggapan dari bung endy muhardin :
Berlebihan??
Mungkin benar, mungkin tidak.
Soalnya berlebihan itu relatif.

Kalo seperti ini, menurut saya tidak berlebihan :
– Menguasai SQL
– Menguasai HTML
– Menguasai JavaScript
– Menguasai CSS
– Menguasai Java SDK
– Menguasai Spring MVC
– Menguasai Hibernate
– Menguasai Oracle
– Menguasai MySQL
– Menguasai Linux

Wah, banyak gitu kenapa tidak berlebihan??
Karena untuk membuat aplikasi web sederhana saja, memang itu kebutuhannya.
Java, Spring, dan Hibernate bisa diganti dengan PHP, Ruby, atau Python.
Tapi sisanya kan tetap perlu.

Kenapa databasenya ada 2, Oracle dan MySQL?
Karena kalau Anda hanya bisa satu saja, nilai tambah bagi kantor menjadi sedikit.
Berarti Anda cuma bisa handle 1 client saja, kalau ada client pake database beda, project tidak bisa dihandle karena tidak bisa.

Skillset seperti ini disebut vertical slice, artinya dari depan ke belakang.
Bagaimana kalau seperti ini, apakah berlebihan?
– Menguasai Java EE
– Menguasai PHP
– Menguasai .NET
Wah ini 3 dunia sekaligus …

Atau untuk sysadmin, misalnya lowongan seperti ini:
Dibutuhkan sysadmin, dengan kebutuhan :
– Linux
– FreeBSD
– OpenBSD
– Mikrotik
– Windows 2003 Server
Apakah berlebihan?

Menurut saya tidak juga, kenapa?
Karena yang minta seperti ini biasanya butuh System Architect, dan tidak ragu bayar mahal.
Untuk bisa merekomendasikan solusi yang tepat bagi client, Anda perlu tau apa saja alternatif yang tersedia, dan baru kemudian memilih yang paling tepat.
Kalo bisanya cuma satu, maka solusinya pasti dengan satu teknologi tersebut.
Bukan karena itu yang terbaik, tapi karena bisanya cuma itu.

Orang yang punya skillset banyak itu bukan Superman yang cuma ada di komik.
Tapi benar2 ada, dan tidak aneh juga sebenarnya.
Dengan pengalaman kerja 3 – 5 tahun, biasanya orang menguasai > 1 bahasa pemrograman dan platform.
Di atas 5 tahun, biasanya bisa > 2 bahasa pemrograman (minimal pernah coba), > 2 database, dan > 1 operating system.

Rekan kerja saya, client saya, yang sudah senior biasanya menguasai kombinasi misalnya  :
– VB dan Java
– Delphi dan Java
– PHP dan ASP
– .NET (C#) dan Java
– Java dan Ruby
– Python dan Perl

Sedangkan yang berprofesi sysadmin, menguasai paling tidak 3 jenis OS berbeda.
Dan menguasai ini artinya bisa membangun satu kantor multi cabang di seluruh Indonesia dengan 3 OS tersebut.

Nah sekarang, seperti apa sih yang dimaksud berlebihan?

Tanggapan dody perdana:
yg ini agak kurang tepat,saya sudah lama ikut membantu perusahaan dalam proses recruitment,tepatnya untuk programmer java.
90% fresh graduate yang apply datang dengan konsep pemrogramman sangat minim,malah bisa di bilang 0 dalam OOP,0 pengalaman,tetapi minta salary setara dengan orang pengalaman 2thn.
apa yg di katakan bung eko memang benar, hanya perlu lebih membakali diri dan memposisikan diri sesuai dengan apa yg dimiliki pada saat melamar pekerjaan.

silahkan commentsnya…

21 Comments

  • Kunci utama marketing adalah “ketertarikan”, bukan “kualitas produk”.

    Orang IT harus tampil sangat menarik, untuk bisa dibayar mahal. Demikianlah.

  • henruto

    tetap saja itu minta nya macam-macam (superman).

    contoh :

    Menguasai Oracle & menguasai MySQL, itu sudah 2 skill di jadikan 1. mending kalo karyawannya di bayar berdasarkan jumlah skill yg dimiliki … hehehehe

    Jadi tinggal kalikan saja tuh :
    – Menguasai SQL
    – Menguasai HTML
    – Menguasai JavaScript
    – Menguasai CSS
    – Menguasai Java SDK
    – Menguasai Spring MVC
    – Menguasai Hibernate
    – Menguasai Oracle
    – Menguasai MySQL
    – Menguasai Linux

  • Hifni

    simple aja..

    Kalo perusahaan bener tau batas2 memanage SDM yg baik pasti memberlakukan kemampuan karyawan sebelum mencapai batasnya.
    Bisa saja seorang karyawan mempunyai kemampuan superior dengan kuasai banyak Skill sekaligus, tetapi perusahaan tidak harus memeras seluruhnya demi keuntungan semata.
    saya sndiri pnah baca satu sumber yg menyebut g ada satu orangpun di dunia ini yang bener2 kuasai java/C seluruhnya. belum lagi algoritma programnya.

    Intinya g perlu bingung bahas ttg perusahaan dan loyalitas. smua itu bsa otomatis ketika karyawan sudah mulai nyaman dg take n give-nya.
    Kalo merasa g nyaman, stress dll, mending cabut…:p

    inget, we are a human thats working behind the machine, bukan mesin yang bekerja untuk mesin atau kompilator yang gak punya humanity 😀

  • @henruto: pembayaran gaji berdasarkan kompetensi yang dimiliki memang akan lebih fair, namun perlu didefinisikan juga seberapa jauh tingkat skill orang tersebut. standarasisasi skill disatu sisi memang bagus, hanya saja perlu diperjelas lagi seperti apa yang diinginkan. ini yang jadi problem untuk perusahaan, karena mereka sendiri ketika dapet project, kadang juga ngak ngerti apa yang mereka perlukan.

    @Hifni: berarti Hifni ini melihat dari sudut pandang karyawan yah? saya setuju, kalo kerja kan perlu sesuai dengan hati. jika memang tidak nyaman, ya silahkan pindah. dulu pernah dibahas dimilis tentang pekerja IT yang mengeluh gaji kurang. komentarnya simple:
    mengeluh gaji kurang?
    ya coba bilang ke atasan, untuk nego gaji.
    kalo di tolak, ya cari tempat lain.
    kalo tempat lain juga nolak, ya berarti anda memang pantas digaji segitu. hehehehe

  • Diskusi yang menarik mas

    btw , saya suka kalimat ini :
    “ya coba bilang ke atasan, untuk nego gaji.
    kalo di tolak, ya cari tempat lain.
    kalo tempat lain juga nolak, ya berarti anda memang pantas digaji segitu.”

  • kalo menurut saya, semuanya yang dalam ruang lingkup berbeda tidak seharusnya di pahami satu persatu, tetapi sekedar pernah coba dan tahu.? mungkin itu bisa di tidak lanjuti dengan adanya client atau owner dari pihak yang ingin membuat app.

  • alief

    saya setuju dengan @anna arthdhi putra tidak seharusnya tidak dipahami satu persatu, tetapi diatanya sudah pernah dicoba dan mengerti. nanti pass wktu tryning disana nanti lht hasilnya.. hahahhah

  • @dedy muswar: thanks telah berkunjung kemari.
    @anna arthdi: saya kurang mengerti maksud tulisan anda. artikel ini dilatar belakangi adanya pendapat dari para pelamar kerja yang komplain bahwa requirements kerja yang tinggi…
    namun disisi lain, dari employer, mereka beranggapan bahwa requirements mereka adalah wajar.

    bagi saya pribadi, mencari pekerjaan adalah seperti orang yang menjajakan barang dagangan. jadi perlu tahu trend pasar, apa nih skill yang lagi dibutuhkan pasar?

    setelah kita lulus sekolah/kuliah dan jika ingin jadi pegawai, mau ngak mau kan kita jualan skill kita toh? ya tinggal cari tempat yang sesuai skill kita aja. ndak perlu komplain tentang perusahaan yang requirementsnya ini dan itu.

    kalo cocok ya ok, kalo ngak cocok, ya cari aja tempat lain.

  • Vins

    simple, mendingan kerja di luar 😀
    tau sendiri lah maksudnya 😀

    @Achmad Mardiansyah: jelas lah dari sisi employer requirements mereka adalah wajar… orang perusahaan lain juga banyak list requirementsnya masa perusahaan kita kalah 😀
    jadi inget dosen manajemen gw pernah bilang,
    “dijual mahal aja laku keras ngapain dijual murah? digaji kecil aja banyak yg cari ngapain musti kasih gaji besar?” terlepas requirementsnya loh 😀

  • @vins: ditempat saya, requirements kita buat berdasarkan teknologi yang kita pakai. jadi tidak perlu ikut-ikutan perusahaan lain karena ngak nyambung.

    menurut saya, tidak perlu harus menunggu dosen manajemen untuk mengerti prinsip dagang seperti yang anda tulis diatas. jika supply banyak dan permintaan tetap, harga bakal turun. oleh karena itu, programmer musti punya sesuatu yang bisa buat dia beda dengan programmer lain. ditempat kita, jika skillnya bagus, kita ngak ragu bayar mahal mas. ini terlepas dari requirements loh… hehehe 🙂

    jika bicara gaji, sampai kapanpun akan tidak selesai mas. karena kecukupan gaji adalah bersifat relatif, unik pada setiap orang. jika memang ngak puas bekerja di indo, tentu bekerja di luar negeri bisa jadi pilihan. kenapa tidak berani menjadi expatriate? 🙂

  • Arnold

    Yang gak bener itu job descriptionnya spt ini:
    – paham dan mengerti network(minimal ccnp)
    – paham dan mengerti database(oracle,sql,Postgres)
    – paham dan mengerti os (mcse/Rhce)
    – menguasai bahasa pemrogrman (vb/java)

    Lowongan sebagai assisten it manager 🙂

  • galih indra

    Saya biasa liat di jobstreet.com perasaan semua perusahaan IT nyarinya yang minim pengalaman kerja 1 tahun.
    Yang fresh graduate ini gimana?emang sih mahasiswa harus mengerti kebutuhan perusahaan yang dilamar.Kalo syaratnya kaya gitu yang baru lulus ini kapan dapet kesempatan di dunia profesional?Saya rasa wajar saja lulusan baru IT tidak seberapa menguasai skill karena tidak dapat kesempatan (Dengan catatan calon pekerja memang punya semangat/niat kuliah di bidang IT)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.