Saturday, October 20

Apa itu daylight savings time?

Ada rekan yang bertanya, apa itu Daylight Saving Time (DST)? Jawaban cepat, “google aja”. hehehe… Namun, saya ingin coba menulis pemahaman saya tentang DST dalam bahasa indonesia agar pembaca lebih mudah mengerti.

Ide tentang DST digagas pertama kali oleh Benjamin Franklin dan di implementasikan pertama kali di US tahun 1900. Implementasi DST adalah sederhana, yaitu memajukan 1 jam pada bulan2 summer, dimana pada bulan2 ini day time lebih panjang dari night time. DST dilakukan pada waktu dini hari (jam 2 pagi), saat orang lagi pada bobo… DST akan berakhir dengan memundurkan waktu sebanyak 1 jam pada akhir summer.

Tujuan DST? DST dilakukan terutama untuk menghemat penggunaan energi listrik. lihat contoh berikut ini:

Misalkan pada waktu pagi hari. Katakan bahwa anda biasa bangun pukul 6 pagi dan pada waktu tersebut langit masih gelap. Dengan dimajukan 1 jam (DST), maka dengan bangun pada waktu yang sama, anda akan melihat bahwa langit menjadi lebih terang. Sehingga anda akan mematikan listrik yang tidak diperlukan selama 1 jam pada hari tersebut. Sebenernya sih mirip dengan earth hour yang 1 jam itu loh. Cuman DST dilakukan pada saat orang bobo, sehingga tidak terlalu terasa seperti earth hour. Intinya sih, mencoba mengurangi konsumsi energi pada musim summer, karena pada musim winter, penggunakan listrik akan meningkat.

1 jam ngefeknya apa? banyak! coba pikirkan jika 1 negara mematikan listrik selama 1 jam, maka dapat mengehemat energi yang besarnya jutaan dollar. beberapa studi kasus menunjukan bahwa memang terjadi penghematan energi dengan adanya DST ini.

Kontroversi DST? sisi lain yang membuat DST ngak nyaman adalah merubah waktu. Coba bayangkan jam gadang di sumatra barat menggunakan DST? kan repot tuh buat menggeser jarumnya?  DST juga bisa mengganggu aktivitas yang berkaitan dengan jadwal. Kadang orang juga lupa dengan DST ini, sehingga telah ngantor. Beberapa laporan juga menunjukan bahwa ternyata DST ini tidak terlalu berpengaruh pada konsumsi energi.

Kesimpulan, DST bertujuan untuk mengurangi konsumsi energi, namun dibaliknya terdapat kontroversi tentangnya.

2 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.