Tuesday, December 7
Shadow

Definisi, referensi, diskusi dan plagiarisme

Suatu hari ketika kita sedang mengerjakan tugas kuliah project management. Tugas kali ini dikerjakan secara online, berkelompok, dan penilaiannya juga online. segala aktivitas online nantinya akan diperhatikan sebagai penilaian. “loh? berarti UNSW bekerja sama dengan facebook, yahoo, google & lain-lain itu untuk memonitor aktivitas kita?” hehehe.. tidak, bukan seperti itu. Jadi di UNSW, mereka punya platform/aplikasi untuk belajar online berbasis web. didalam platform itu ada fasilitas forum diskusi, blogging, quiz, file upload, dll. semua aktivitas ada lognya, terlihat jelas dan transparan. contoh: tanggal kita login, komentar apa saja yang kita lakukan, halaman apa saja yang kita akses dan waktunya aksesnya, dan file apa saja yang di upload, dsb.

Saat artikel ini ditulis, aplikasi yang dipakai UNSW adalah blackboard, setelah sebelumnya menggunakan webCT-vista. Namun dibeberapa jurusan, ada juga yang menggunakan moodle, sebuah platform opensource yang dapat digunakan dan dimodifikasi secara bebas, terbuka, dan ratis. jadi yang namanya software opensource sekarang sudah tidak dapat dianggap remeh karena institusi sekelas UNSW aja mau pake itu software.

Kembali ke topik. jadi ceritanya, kita adalah sebuah team, dimana dalam assignment pertama ini saya bertugas sebagai project manager dan sisanya tentu saja menjadi anggota. posisi project manager akan dirolling setiap kali mengerjakan study kasus baru, dengan tujuan agar setiap anggota team ngerasain jadi project manager yang ngatur2 anak buah. setiap kelompok akan disediakan forum diskusi online untuk membahas topik yang diberikan. disini, kita dapat membuat thread untuk topik tertentu. caranya tidak sulit, kalo anda pernah ikutan forum diskusi online atau mailing list, ya berarti tidak akan kesulitan menggunakan platform ini karena cara kerjanya mirip. nah segala macam komentar kita (istilahnya posting), akan dinilai bobotnya oleh para pengawas. saya tidak perlu menjelaskan bahwa segala aktivitas menggunakan bahasa inggris toh? sekedar informasi, dalam diskusi online ini, para pengawas itu lebih menuntut kualitas postingan daripada kuantitas. yang dicari adalah alasan atau analisis kita dalam setiap postingan. sehingga jika berniat untuk menjadi oneliner (postingan yang cuman sebaris atau dua) yang biasanya berisi “yes. i agree” atau sebaliknya “no. i don’t agree”, seperti agan-agan yang nulis di kaskus itu, sebaiknya diurungkan karena itu justru akan mengurangi point anda disana.

sekedar tips bagi para peserta diskusi online, yang membuat para pengawas tertarik dengan postingan anda adalah kalimat setelahnya yaitu analisis atau alasan kenapa anda setuju atau tidak setuju. tentu saja analisis tersebut perlu didukung dengan referensi yang kuat dan terpercaya. dalam diskusi online ini, yang paling dicari dan mendapat nilai tinggi adalah kontribusi. maksudnya kita bukan hanya menjawab pertanyaan saja, melainkan juga menawarkan alternatif atau ide yang baru yang bisa membuat breakthrough atau membuat proses menjadi lebih simple. semakin out of the box, maka akan semakin tinggi poin yang didapat. sehingga memang diperlukan imajinasi serta kemauan berpikir “di luar kebiasaan”.

studi kasus kali ini bercerita tentang aktivitas seorang project manager yang bernama rachel mulai dari pagi sampai malam. disana dijelaskan dengan cukup teknis, misal: rachel datang ke kantor lebih pagi, menelpon client, ketemu dengan atasannya, meeting dengan anak buah, dia ada konflik dengan koleganya karena projectnya saling menunggu, ngecek email, makan siang, ngomongin rumor dengan temennya, dst. pada akhir cerita, ada pertanyaan:
1. how effectively do you think rachel spent her day?
2. what does the case tell you about what it is like to be a project manager?

Singkat kata, berdiskusilah kita diforum itu. kelompok saya jumlahnya 5 orang: 1 dari indonesia, 1 dari mexico, 1 dari pakistan, dan 2 dari china. jadi cukup “international” menurut saya.

nah ada beberapa hal menarik yang dapat dipetik dari kegiatan ini:

  • buatlah thread untuk masalah spesifik, kalo diskusinya sudah OOT (Out of topic) maka buat aja thread baru. ini berguna agar kita disiplin dan fokus dengan permasalahan
  • gunakan tabel dalam membandingkan atau menampilkan data. penggunakan tabel sangat efektif karena dapat langsung menunjukan titik permasalannya
  • terakhir yang paling penting adalah definisi dan referensi. ini penting banget supaya kita terhindar dari miskomunikasi. apalagi di lingkungan multinasional seperti ini, peran definisi adalah sangat vital agar setiap anggota mempunyai pemahaman yang sama. tentang referensi, ini juga penting karena dalam membuat defisini, juga perlu didukung oleh sumber yang akurat dan dapat dipercaya.

contoh nyatanya nih, dalam soal ditanyakan seberapa efektif si rachel itu? tentu saja, untuk menjawab pertanyaan ini kita harus tahu dulu apa yang dimaksudkan dengan efektif. kedengarannya simple, namun kenyataannya banyak yang menyepelekan, dan barangkali juga ada yang menganggap itu berlebihan, “gitu aja kok sampe dibuat definisinya sih?”. tapi anda harus tahu bahwa hal kecil seperti ini efeknya besar sekali. tidak lupa, kita perlu menyertakan referensi yang mendukung defisini tersebut. kenapa? agar kita punya pemahaman yang seragam. kalo udah seragam maka akan lebih mudah dalam membicarakan solusi.

kembali ke diskusi, jadi ceritanya masing-masing anggota berkomentar tentang setiap kegiatan yang dilakukan rachel. kita tandai setiap aktivitas rachel apakah kegiatan tersebut efektif, efisien, atau lainnya, dan sebutkan alasan kenapa dilabel seperti itu. ternyata benar dugaan saya, tidak semua orang punya pemahaman yang saya tentang makna efisien dan efektif. dari 1 kegiatan saja, ada yang bilang itu efektif tapi tidak efisien, dan ada juga yang mengatakan sebaliknya, “that’s eficient but not effective“. nah kalo sudah begini, berarti adalah penting untuk mengetahui pemahaman dari tiap2 orang akan persoalan yang diberikan kepadanya. saya pun berinisiatif memerintahkan tiap anggota (project manager kan bole nyuruh-nyuruh… hehehe) untuk membuat definisi efektif, efisien, dan menyertakan URL, atau sumber lain yang mendukung definisi tersebut.

saya pribadi mendefisinikan efektif sebagai sebuah kata sifat (adjective) yang menggambarkan suatu kondisi dimana kita dapat meraih target dalam waktu yang lebih singkat. Sedangkan efisien berarti sebuah adjective juga yang menggambarkan suatu kondisi dimana kita mencapai tujuan kita dengan menggunakan resources yang lebih sedikit. tentu saja efektif dan efisien adalah konsep relatif dimana tergantung dari pembandingnya, dan parameter perbandingannya. saya juga memberikan URL pendukung misal dari references.com, dictionary.com, serta beberapa artikel yang membahas antara efektif dan efsien. Contoh ketika macet, naik helikopter dari selatan ke utara adalah lebih efektif jika dibandingkan dengan naik sepeda motor. namun berkendara dengan seperda motor berarti menggunakan resources yang lebih sedikit sehingga menjadikannya lebih efisien jika dibandingkan dengan heli. begitu kira2 contohnya.

nah dugaan saya lagi-lagi terbukti. ternyata kawan kita dari mexico ini justru terbalik. yang hemat resources di sebut efektif, yang mencapai target lebih cepat disebut efisien. pantas aja dia dari tadi beda melulu. udah gitu, ngak ngasi references pulak!! halah halah… awalnya dia menolak ngak mau nurut untuk menuliskan defisini dan referensi. alasan dia, ini bukan masalah besar sehingga ngak perlu lah defisini-defisini / referensi-referensian itu. langsung saya tegur dia, dan jelaskan bahwa ini adalah masalah fundamental dan wajib bagi kita untuk mengetahui pemahaman dari tiap2 orang agar tidak salah mengerti. akhirnya dia pun nurut dan menulis efektif & efisien beserta referensinya di forum. Setelah nyari2 URL yang mendukung, dia pun mengakui bahwa pemahamannya memang berbeda dengan lainnya. hehehehe :-p

akhir kata kelompok kita sudah sepakat dalam definisi sehingga kerja terasa menjadi lebih cepat. hasilnya pun tidak malu-maluin dapet D (distinction), kalau di indo seperti dapet B dan saya sendiri mendapat HD (High distiction) kalau di indo dapat disamakan dengan nilai A. alhamdulilah..

belajar dari pengalaman ini, ada satu yang yang dapat kita ambil yaitu pentingnya defisini dan referensi dalam kehidupan kita sehari-hari. Bagi teman2 yang melakukan research, sudah pasti tahu ini, karena defisini dan referensi adalah langkah awal riset. mereka harus secara jelas mendefinisikan apa masalah yang akan di analisis dengan jelas dan tidak bias, mendefinisikan metoda untuk analis dan menarik kesimpulan dari hasil test mereka. semua langkah yang diambil harus logis dan perlu menyertakan referensi yang sesuai. misalnya nih: apa yang dimaksudkan dengan optimal? dari sudut pandang apa? apa saja kriterianya? definisi tsb diambil dari mana? dst. dalam rapat juga begitu toh? semua peserta harus menyamakan persepsi sehingga nyambung ketika diskusi. undang-undang dan dokumen hukum juga demikian. Dari beberapa undang-undang dan surat perjanjian yang saya lihat selama ini, pasal pertama pasti berisi definisi. misal: yang dimaksudkan dengan xxx adalah blablabla. dst. Bisa jadi, debat kusir di TV atau di forum2 internet tidak perlu ada jika langkah pertama yaitu defisini + referensi dijalankan dengan baik. ah achmad, kalo ngak ada debat kusir itu kan bisa jadi ngak seru, mana bisa dapat rating tinggi begitu. he he

di UNSW, defisini dan referensi juga menjadi komponen vital agar assignment anda terhindar dari kategori plagiarisme. definisi plagiarisme (bahasa inggris: plagiarism) saya ambil dari situs UNSW yaitu “Plagiarism is taking the ideas or words of others and passing them off as your own. Plagiarism is a type of intellectual theft.” passing off diartikan sebagai tidak menghiraukan, atau tidak mengaggap ada. sehingga jika di terjemahkan, definisinya plagiarisme adalah mengambil ide atau kata dari orang lain kemudian mengklaim hal tersebut sebagai milik kita sendiri tanpa sekalipun menyebutkan sumber aslinya. plagiarisme adalah sebuah aktivitas pencurian intelektual.

Penetapkan sesuatu adalah plagiarisme pun ada prosesnya:

  1. Ada klaim. klaim/pernyataan ini berisi bahwa seseorang membuat sebuah produk yang merupakan hasil karya sendiri bukan copy dari orang lain. bentuk klaim bermacem-macam. di UNSW, kita wajib membuat pernyataan ini setiap kali kita submit assignments, papers, atau exams. isi pernyataan intinya adalah bahwa yang ditulis dalam assignments/exams/papers adalah hasil kerja kita sendiri, bukan copy dari orang lain.
  2. Setiap klaim harus ada references/buktinya. jika dalam paper kita menulis, “indonesia’s internet penetration is the highest in asia”, kita perlu nyebutkan siapa yang bilang begitu, kapan ditulis, dan harus tulis type referensi terebut apakah bersumber dari research kita, atau dari tulisan/research orang lain?
  3. Kemudian ada pengecekan atas klaim & referencesnya. proses pengecekan ini biasanya dilakukan oleh supervisor, lecturer, penguji, atau publik. nah jika referencesnya salah, atau tidak mencantumkan references, maka paper hasil karya kita adalah plagiarism. dan di UNSW, plagiarism adalah kebuah kejahatan akademik. tidak ada alasan bagi kita untuk pura2 lupa dengan plagiarism. karena setiap student baru yang masuk, UNSW mewajibkan tiap student untuk agree terhadap policy plagiarism. saat ini proses mengecekan telah diotomasi dengan software. dimana software ini bekerja mirip dengan guru bahasa inggris yang mengamati pola kalimat yang kita tulis paragraf demi paragraf. jika terlihat ada perubahan gaya bahasa, maka akan sangat dimungkinkan bahwa paragraf tersebut diambil dari makalah orang lain. dengan adanya internet, maka seringkali para mahasiswa dengan seenaknya melakukan copy-paste ilegal dari internet. nah software ini juga didesain untuk memeriksa apakah paragraf kita diambil dari internet atau tidak.

di milis, ada rekan yang pro plagiarisme. Alasannya, plagiarisme adalah akal2an barat supaya kita ngak maju-maju, sehingga kalau indonesia indo mau maju, maka harus berani plagiarisme. dueg… kaget saya baca ini. plagiarisme kok dibiarkan? sedih sekali rasanya. saya sendiri adalah seorang akademisi & praktisi, dan pernah juga ngajar mahasiswa.

untuk diketahui wahai para pembaca yang budiman, tingkat plagiarism di kalangan mahasiawa indonesia benar2 parah. seenaknya aja copy paste punya orang. dia tidak tahu, bahwa pengecekan references juga semakin mudah dijaman ini. student yang comot dari internet, pengecekannya ya juga pake internet. jika ada paragraf bagus yang “too good to be true” kita bisa minta google untuk periksa. perlu bukti lain? mari kita coba lihat skripsi beberapa mahasiswa, lihat bab 2 nya tentang landasan teori, coba cek apakah benar mereka menggunakan prosedur referensi yang berlaku? ya, bisa jadi sang mahasiswa tidak mengerti karena memang tidak diajari oleh dosennya, dimana hal ini adalah perhatian kita semua untuk memperbaiki. menyertakan referensi dalam artikel ilmiah juga berarti sebuah simbol kejujuran karena tidak mungkin sebuah artikel dibuat murni dari penulis sendiri. metode-metode yang dipakai dalam pengujian bukan tidak mungkin berasal dari orang lain yang tentu saja harus ditulis jujur sumber aslinya.

ohya, mencontek adalah plagiarism loh ya. silahkan cek parahnya anak2 sekolah yang mencontek ketika ujian. dibeberapa sekolah, para guru bersepakat untuk membocorkan ujian agar tidak kehilangan muka dan jabatan jika ujian akhir siswa sekolah tersebut jelek. jika plagiarism terus dibiarkan, maka: sudah pantas jika banyak pembajakan di indonesia, industri software ngak berkembang (ngapain bikin software kalo cuman dibajak?), cari kerja pun akan susah karena industri sudah tidak percaya akan lulusan perguruan tinggi lokal karena mereka tau bahwa lulusannya cuman pintar copy-paste.

ujung2nya jelek untuk indonesia juga kan?

URL pendek: http://wp.me/pRkxT-Cz

1 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.