Wednesday, January 29

Membantu sesama dan berusaha maksimal agar tidak menyesal

Suatu hari ketika lagi upload tulisan ke blog. Ada adik kelas saya yang kirim message tentang hijrah ke luar negeri. Adalah wajar jika bertanya, karena adik kelas saya yang bernama lukman ini sama sekali belum pernah pergi keluar negeri, belum pernah punya paspor maupun visa, apa lagi berurusan dengan imigrasi. Jadi masih bingung gitu critanya, ditambah takut dan gugup juga kali yah, hehehe.. Saya langsung teringat pengalaman pertama saya keluar negeri yang masih sibuk sana-sini di hari keberangkatan :-). yah didalam hidup pasti akan selalu ada saat yang dinamakan “pertama kali” toh? karena itu bagi rekan2 yang sudah bukan pertama kali, hendaknya bagi2 pengalaman bagi orang2 yang baru pertama kali. karena pasti tiap orang dulunya adalah seorang newbie.

Bagi saya pribadi, memiliki dan menulis artikel di blog pribadi adalah sarana untuk membantu sesama agar pengalaman pahit yang saya rasakan tidak juga dialami oleh orang lain, juga sekedar membagi tips-tips agar urusan jadi lebih mudah. Kebanyakan artikel yang ditulis disana adalah berbentuk reportase, sebagian besar adalah tentang pengalaman sehari-hari, baik dari pribadi maupun dari rekan lain.

Ohya, kembali ke cerita pertanyaan teman saya lukman, ternyata dia ditawari kerjaan di timur tengah, arab saudi tepatnya. Alhamdulilah, suatu berita baik yang patut disyukuri. Tidak, dia tidak bekerja seperti para TKI pembantu rumah tangga itu, dia beda. Di Saudi, Lukman ini adalah seorang pekerja kerah putih (white collar worker), dimana type pekerja seperti ini adalah type pekerja dengan skill tinggi dimana tidak banyak orang yang mampu melakukannya. dari deskripsi pekerjaannya, lukman nantinya akan bekerja sebagai engineer di perusahaan telekomunikasi yang mengurusi packet data network. untuk gampangnya, tugas dia adalah melakukan konfigurasi dan maintenance peralatan agar para pelanggan GSM dapat mengakses internet dari handphone mereka.

Pertama kali si lukman ini nanya tentang persyaratan ijazah yang harus dalam bahasa inggris dimana dia bingung caranya gimana. Saya pun menyarankan menanyakan urusan tsb ke univertasnya, karena siapa tahu mereka juga menyediakan ijazah versi bahasa inggris disana. kalo memang benar, maka cara ini lebih baik karena ijazah versi inggris dibuat langsung ditempat asalnya. namun jika tidak memungkinkan, maka dapat menggunakan jasa penerjemah tersumpah dimana daftar penerjemah ini tersedia di beberapa lembaga yang sering berhubungan dengan orang2/student yang mau belajar ke luar negeri. salah satu contohnya adalah IDP.

Kemudian dia nanya lagi, “mas selain dari tulisan di blog mas, kira2 apalagi yah yang perlu di siapin buat disana, sori nih mas banyak nanya hehe”. Saya jawab, “apa yah…? siapin mental tuh yang penting”. “wah itu mas dr kmrn yg paling susah, mental buat nyari kosan/apartement dll. huhuhu“. dari ketikannya di chatting room, kliatannya dia seperti memelas gitu, mungkin takut/gugup gitu mambayangkan buasnya timur tengah yang keras dan tempramental. yah wajar sih, namanya juga baru pertama kali. hehehe

Saya pun share pengalaman saya, “yang penting adalah usaha yang maksimal, abis itu berdoa, trus serahkan hasilnya pada Allah SWT. kalo kita udah usaha maksimal, tapi mungkin ngak sesuai harapan, kita ngak bakalan kecewa. intinya, yang penting usaha dulu sampe 100%. kalo kurang berusaha (nanya sana-sini, telpon, sms, googling, dll) nanti biasanya menyesal dibelakang

Begitupun juga di sydney, kadang kita menyesal karena ternyata kita membeli lebih mahal dari toko anu, assignment kita ternyata tidak begitu baik hasilnya dibandingkan teman lain, tiket pesawat yang kita beli ternyata lebih mahal dibandingkan teman kita, masakan kita yang kurang maknyus jika dibandingkan teman kita, dan lain sebagainya. namun menurut saya, ada satu hal yang yang sering kita lupakan yaitu mengevaluasi diri dan bertanya pada diri kita, apakah kita sudah berusaha maksimal? apakah sudah berusaha 100%? dan dari pengalaman pribadi saya, yang bikin menyesal itu adalah karena tidak maksimal. hehehehe kena deh!.

betul sekali, kalau diingat2 lagi kejadian masa lalu, sebenernya kebanyakan hal2 yang mengecewakan itu datang dari diri saya sendiri. kurang maksimal belajar sehingga nilai yang didapat tidak maksimal, kurang teliti membaca soal, kurang latihan menulis/membuat program, harusnya belajar tapi malah mengerjakan hal lain, dsb. nah jika sudah berusaha maksimal, baru boleh kita pasrah ke Allah SWT. Bukannya nabi pernah berkata bahwa “Allah tidak pernah memberi cobaan yang melebihi kapasitas hambanya, dan Allah itu juga sesuai dengan prasangka hambanya“. nah kalo sudah begini, tentunya saya perlu evaluasi lagi jangan-jangan memang sayalah yang tidak berusaha secara maksimal.

Akhir kata, tulisan ini bukan berarti saya yang selalu suci, selalu benar, dan mengkuliahi para pembaca. Tulisan ini hanya bercerita tentang sedikit pengalaman yang saya alami selama ini, dimana intinya kita perlu mengeluarkan usaha terbaik kita dalam segala aktivitas.

semoga berguna bagi pembaca.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.