Wednesday, August 17
Shadow

Hidup di sydney lebih islami? benarkah?

Ketika berkunjung ke sydney, dan merasakan sendiri interaksi dengan penduduknya yang ramah, jujur, teratur, bersih, egaliter, saling menghargai, dan toleran, juga jalanannya yang tidak macet, transportasi publik yang rapi, kemudian membandingkannya dengan kehidupan di indonesia, membuat banyak yang berpikir “hidup di sydney itu lebih islami jika dibandingkan indonesia yang meskipun banyak muslimnya, namun jauh dari nilai islam”. ini adalah pendapat yang wajar karena beberapa nilai-nilai dalam islam adalah bersifat universal ini memang berlaku untuk seluruh umat manusia seperti saling bertoleransi, kebersihan, ketertiban, kejujuran, dll. untuk nilai-nilai universal ini, indonesia memang harus diakui kalah jauh. banyak orang islam, tapi perilakunya bukan islam.

namun setelah tinggal lebih lama, beberapa bulan dan beberapa tahun, tidak semua aspek kehidupan australia itu adalah islami. misalnya minum minuman keras, prostitusi, dan judi, dimana kegiatan ini jelas tidak sejalan dengan prinsip seorang muslim. Pemerintah australia sendiri menyadari ini adalah masalah besar australia

Alkohol (minuman keras)

Masalah kecandual alkohol misalnya, pemerintah sudah membatasi peradaran alkohol dengan ketat, hanya melayani pembeli diatas 18 tahun, meningkatkan pajak atas alkohol, dan lainnya. namun tetap saja masih menjadi masalah karena pemerintah tetap membolehkan alkohol melalui undang-undangnya. dampak buruk orang yang kecanduan alkohol saya rasa tidak perlu dijelaskan disini. islam adalah agama yang menghargai akal manusia. jika akal ini sudah hilang karena mabuk, bad things happen. oleh karena itu, islam sangat menjaga agar manusia tidak hilang akalnya.

Prostitusi

NSW, VIC, QLD adalah 3 negara bagian yang melegalkan prostitusi. yang dimaksud dengan prostitusi adalah hubungan sex yang terjadi karena adanya pembayaran. jadi jika hubungan sex tersebut adalah suka-sama suka, itu bukan disebut prostitusi. palaku prostitusi bisa berupa perorangan atau perusahaan. dan yang jadi pelacur bukan hanya perempuan, tapi ada juga yang laki. pemerintah berharap, dengan legalisasi prostitusi, maka:

  • akan mengurai industri prostitusi ilegal. jadi undang-undang akan membuat rumah-rumah pelacuran ini resmi dan muncul kepermukaan, sehingga pemerintah gampang mengawasinya. jika sembunyi-sembuyi, maka akan susah untuk dikontrol dan dimonitor.
  • Mengurangi kejahatan yang terkait dengan industri ini dan membuat pelacur wanita lebih aman. maksudnya, dengan adanya peraturan ini, maka lembaga protitusi berikut pekerjanya akan lenjadi legal dan dilindungi hukum. jadi jika ada kejahatan terhadap mereka, sang kriminal bisa ditindak.
  • mengakhiri pelacuran anak dan perdagangan perempuan. maksudnya jika dilegalkan, maka pemerintah dapat mengontrol mana saja orang yang boleh menjadi pelacur. jika terlalu muda, maka akan dilarang.

teknisnya, ya para rumah bordil beserta pelacurnya akan melapor ke kementrian tenaga kerja dan mereka akan mendapat semacam id pengenal sebagai tanda resmi sebagai pelacur. (source: http://www.catwa.org.au)

Pada kenyataannya, justru peraturan ini gagal mencapai tujuan diatas bahkan membuat situasi semakin parah dan malah menimbulkan masalah baru.

judi dan melbourne cup

dalam bahasa inggris, judi disebut dengan gambling. bulan mei 2011, majalah economist melaporkan australia sebagai penjudi terbesar di dunia. dulu saya mengira gambling ini dibuat untuk orang-orang cina karena sepengetahuan saya, orang cina memang suka judi. ternyata saya salah. itu bule-bule juga doyan banget gambling. tempat gamblingnya juga tidak seperti yang sering kita lihat di TV itu, dimana tempatnya besar dan punya banyak mesin judi. di sydney tempat judinya kecil-kecil tapi banyak. Dari yang saya perhatikan, hampir disetiap perempatan ramai, biasanya ada tempat judi ini. biasanya digabung dengan pub.

Kebanyakan sih pada judi olahraga. jadi disana ada banyak TV yang menampilkan pertandingan dan para penjudi itu pasang taruhan, minum rame-rame sambil nonton pertandingan, ada bola, pacuan kuda, cricket, dll. Bukan hanya menang kalah, ide taruhan pun semakin kreatif, ada yang nebak score, ada yang nebak posisi, bahkan ada yang nebak siapa yang dapat kartu merah.

Setiap tahun di setiap selasa pertama bulan november ada kejuaraan berkuda di melbourne yang memperebutkan piala (melbourne cup). acara ini sangat terkenal di seluruh australia, disiarkan langsung, dan menjadi sumber inspirasi judi paling terkenal di australia. dari cerita teman-temen yang bekerja di perkantoran australia, pada hari itu, pekerjaan lebih santai dari biasanya karena klien, vendor, dan lainnya pada nonton melbourne cup ini. taruhan sudah pasti ada, ngak usah ditanya lagi. “ngak enak nolaknya euy” kata bombom (samaran), temen saya yang bekerja sebagai programmer di sydney. kata rekan kantornya, “ayolah, saya tahu kamu tidak suka gambling, tapi ini kan melbourne cup, cuman sekali setahun. come on. just 5 dollars” katanya. akhirnya si bombom ini mengalah, dia pun pasang taruhan. “anggap aja duit buat main game” katanya.

saya dulu pernah punya temen yang demen banget gamling, hampir tiap malam ngongkrong di tempat gambling. udah orang indo, muslim pulak. edan. hehehe. alasan dia adalah karena gambling itu seperti main game, sekalian untuk hiburan dan relaksasi. yah seperti kalau kita pergi ke time zone itu. “aktivitasnya sama, hanya beda nama saja” kata dia. hehehe.

yang jelas, gambling itu, jika di hitung-hitung memakai metode paling ilmiah sekalipun, memang tidak didesain untuk menang. memang, sesekali anda akan menang, dan akan menimbulkan rasa penasaran plus ketagihan untuk berjudi. sekedar tips dari temen saya yang lain jika ingin main ke kasino, “intinya harus disiplin, kita harus mengalokasikan sejumlah uang yang udah fixed untuk dimainkan. tidak boleh nambah. kalah atau menang, jika uang yang disiapkan sudah habis, maka harus berhenti dan keluar” kata temen saya menjelaskan. Seperti pelacuran diatas, peraturan gambling dibuat justru untuk melindungi dan mengontrol masyarakat. padahal kenyataannya tidak demikian. orang-orang itu justru jadi malas kerja. uang bantuan yang diberikan juga tidak efektif karena dipakai buat judi.

Sebenernya ada hal lain yang dianggap tidak islami, dimana udah dibahas di tulisan lain, saya tulis sekilas aja ya:

homoseksual & mardi grass

bagi kaum homoseksual (gay atau lesbian) australia adalah surga untuk mereka karena disini hal itu ngak ada masalah. propagandanya juga bagus, sering dalam acara di TV (entah kontes masak atau apalah, biasanya ada pasangan homosexnya) sehingga mereka ingin membangun opini publik bahwa homoseks itu udah umum. lah wong yang masuk TV juga orang homo. hehehe. propaganda lain yang lumayan jitu adalah mardi grass. sebuah acara tahunan yang dilaksanakan bulan februari ini selalu sukses mendatangan ribuan turis untuk datang ke sydney. mardi grass adalah festival gay dan lesbian yang di klaim terbesar di dunia. dalam acara ini, para gay dan lesbian berpawai di pusat kota sydney dengan berpakaian yang menarik, lucu dan unik. cewek topless yang di-body painting juga ada kok. hehehe. yang nonton juga ada orang indonesia. bisa jadi mereka itu datang untuk melihat acara ini sebagai hiburan saja karena memang tidak ada di indonesia, namun dalam hatinya bisa jadi menolak homoseksual. tiap tahun, pelajar yang pro same-sex marriage berkampanye di kampus mencari dukungan. halah halah…

jika dilihat dari sisi dampak, komunitas ini adalah komunitas yang tertinggi konsentrasi virus HIV. sehingga wajar menurut saya jika beberapa orang tidak setuju dengan ini.

islam secara jelas dan tegas tidak setuju dengan homoseksual ini. kelamin laki pasangannya dengan kelamin perempuan, bukan dengan kelamin laki lagi. sehingga di beberapa negara dengan aturan islam, maka solusinya adalah operasi kelamin. biar jelas siapa perempuan dan siapa laki-laki. tentang masalah keturunan, bisa dilakukan dengan mengangkat anak.

narkoba

Australia tidak seperti belanda yang melegalkan narkoba. narkoba di australia adalah jelas-jelas dilarang. kenyataannya, narkoba tetap ada disana tentu dengan cara sembunyi-sembunyi sama seperti di ndonesia. mau bukti lain? coba ke bali, dan cari bule australia yang lagi pesta narkoba. tentu saya tidak boleh menggeneralisir ini, yang saya ingin cerita adalah pamerintah australia telah menganggap narkoba adalah penyakit sosial dan harus diberantas.

begitulah sedikit gambaran kehidupan di australia.

pertanyannya penutup: benarkah kehidupan di sydney lebih islami? seperti yang ditulis disini.

URL pendek: http://soc.li/oYg2VUc

6 Comments

  • Nicola Wijaya

    Alkohol atau minuman keras, Prostitusi, judi, homoseksual & mardi grass diatur dengan rapih dengan tata hukum yang jelas dan dijalankan. Sedangkan di Indonesia yang mayoritasnya muslim, semua hal itu berserakan di jalan-jalan dan dilorang-lorong tak jelas aturannya. Kalau tertangkap bisa keluar karena polisinya di suap. Dan praktek-praktek di atas jauh lebih banyak dibandingkan yang ada di Sydney karena illegal jadi berserakan di mana-mana.

    Jelas, jelas sekali Sydney masih jauh lebih Islami dari jakarta atau bahkan kota manapun di Indonesia. Yang tinggal belasan tahun di sini pasti tahu itu.

  • @nicola: dari yang saya lihat dari TV australia, pemerintah telah menganggap alkohol, miras, pelacuran, homoseks sebagai masalah besar di australia. padahal mereka punya peraturannya loh.

    jika logika mas nicola ini benar, dengan dibuatnya aturan pelacuran dan lain-lain, pemerintah australia harusnya tidak perlu pusing dengan masalah sosial itu karena udah ada peraturannya toh? nyatanya, malah peraturan ini dianggap gagal menyelesaikan masalah sosial (yang bilang ini orang australia sendiri loh).

    “islami” adalah kata sifat. dimana kata sifat berfungsi untuk menjelaskan attribut yang dikandung kata benda. kata benda yang dimaksud disini adalah islam. attribut islam itu banyak sekali, diantaranya: kebersihan, kejujuran, memaafkan, ketertiban, tidak minum alkohol, tidak homoseks, tidak menjadi pelacur, dll.

    laporan dari kompas diatas juga tidak menyebutkan dengan detil apa saja aspek yang disurvei dan berapa besar pembobotannya.

    saya pribadi melihat, untuk beberapa aspek memang indonesia kalah jauh. saya juga sudah tulis ini di artikel atas. namun, pada beberapa aspek lain (tidak melegalkan miras, pelacuran, dan judi) saya rasa indonesia masih lebih baik.

    sehingga jika saya ditanya, “se-islami apa islam di indonesia?” saya jawab relatif, tergantung dari pandangan mana kita melihatnya.

  • sesuatu yang salah dan merupakan penyakit (sosial) harusnya dilarang atau dieliminasi, bukan diberikan tempat. karna bagaimanapun penyakit itu sifatnya merusak dan menular.

    australia tidak terlihat parah spt indonesia krn jumlah kepadatan penduduknya tidak banyak, jadi ekonominya jauh lebih mapan (krn distribusi pendapatan perkapitanya lebih merata dan lebih tinggi). coba saja jika penduduk australia padat dan kondisi ekonomi masyarakatnya sama seperti indonesia. dijamin dengan aturan pelegalan seperti itu akan membuat australia lebih hancur dari indonesia

    jangan sampai kita terjebak dalam logica fallacy

    contoh logica fallacy:
    pernyataan 1 : indonesia adalah negara dengan banyak agama
    pernyataan 2 : Di indonesia sering terjadi kerusuhan antar agama.
    kesimpulan : karna berbeda agama hanya akan menimbulkan kerusuhan, maka lebih baik tidak beragama

    alangkah celakanya jika yg terjadi adalah kesimpulan seperti ini yang ditarik. karna kita tau, bahwa bukan itu titik tolak penyebab terjadinya kerusuhan.

    bagaimanapun hal yang salah tidak akan menjadi benar. biarpun semua orang mengatakan yang salah itu benar. kebenaran itu bukan konvensi

    • @ksti: dalam beberapa kasus, kebenaran itu relatif dan justru hasil konvensi. misal satuan-satuan panjang/masa/luas, dll dalam fisika atau bidang lain. contoh: seperti apakah 1 meter itu? seperti apakah 1 derajat celcius itu? seperti apa kecepatan cahaya itu? tanpa konvensi, saya tidak bisa membayangkan bisa hidup dengan mudah seperti ini. jika anda belajar protokol2 dalam telekomunikasi dan komputer, wuah, disana bakal lebih banyak lagi konvensi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.