Saturday, November 18

Ulasan singkat ubuntu 11.10 (oneiric ocelot)

Kemaren ada notification di laptop saya bahwa ubuntu release terbaru udah ready. ubuntu tersebut adalah ubuntu 11.10 aka oneiric ocelot. langsung saya iyakan untuk upgrade ke realease tersebut.

spek laptop saya: ACER4520, ext4 filesystem, CPU: AMD turion64 2x 1.9 GHz, wifi, ethernet, nvidia geforce 7000M, RAM: 4GB, webcam, bluetooth

Beberapa komentar tentang proses upgrade:

  • Proses upgrade dimulai dengan mengecek ubuntu existing, dan mengkalkulasi paket mana saja yang akan di download. proses ini ngak lama, cuman beberapa menit aja.
  • Selanjutnya adalah download dari repo. ternyata total bytes yang harus di download dari repo adalah hampir 500MB. saya menggunakan repo.ugm.ac.id karena waktu upgrade saya juga ada disana (di UGM). hehehe… proses ini cepet banget, cuman butuh waktu sekitar 20 menit untuk download semua. yah ditinggal shalat jumat juga udah beres lah…
  • Nah ini dia proses yang nyebelinnya: instalasi paket!! jadi, paket2 yang telah didownload tadi akan diinstall di laptop saya dimana waktu yang diperlukan untuk ini adalah 3 jam lebih!! halah halah…. nah 3 jam ini kudu diperhatikan juga. kadang prosesnya mandek karena dia nanya apakah file konfigurasi existing mau di overwrite atau tidak. selama kita cuekin, maka selama itulah dia akan sabar menunggu. hehehe…
  • Perlu diperhatikan bahwa interface network (ethernet, wifi) akan dimatikan selama proses inslatasi paket. akibatnya, ketika instalasi paket flash plugin, prosesnya terhanti dan ini membuat status upgrade menjadi “partial upgrade”. setelah itu update-manager pun meminta agar laptop di-reboot.
  • Setelah reboot. barulah proses upgrade yang terhambat tadi dilanjutkan. harus configure network lagi sih, karena settingan yang lama di delete semua oleh update-manager.
  • beres deh

Beberapa error/bug setelah instalasi

Udah jadi tradisi kalo upgrade software ke release terbaru biasanya ngak lepas dari bug/error. ingat yah upgrade ke release yang berbeda (mis: 11.04 ke 11.10) bukan release yang sama tapi tapi beda versi (mis: 10.04.1 ke 10.04.2). temen2 yang jadi developer pasti ngerti ini. hehehe. Lagian dengan pengalaman 5 tahun jadi Engineer di lingkungan IT & telco, sudah cukup rasanya menjadi saksi hidup bahwa proses upgrade ke release yang terbaru memang bikin pusing kepala terutama untuk first implementation. hehehe. Baik manager, engineer, customer, dll biasanya harap2 cemas dan berharap agar proses upgrade berjalan dengan baik. Jangan sampai rollback deh. hehehe

Nah hal2 yang menurut saya adalah error/bug dalam release ini adalah:

  • Interface network untuk guest OS virtualbox ngak bisa di bridge ke virtual interface (tun interface yang di masukkan ke bridge) yang saya buat di ubuntu. padahal di ubuntu release sebelumnya berjalan dengan baik. solusinya, saya buat host-only network di virtualbox. kemudian interface guest OS di assign ke sini.
  • Settingan network jadi pada hilang. tapi kalo dipikir2 mendingan di hapus aja karena bisa jadi error karena format datanya yang beda.
  • Icon power meter (penanda batre laptop) selalu nongol di taskbar atas. padahal pada release sebelumnya tidak ditampilkan.
  • Bluetooth menjadi on terus ketika masuk ubuntu meskipun udah saya disable dan mematikan laptop dengan baik. padahal pada release sebelumnya tidak demikian.
  • ketika lagi play music, banshee ngak mau dimatiin. Jadi lagunya harus distop dulu, baru kemudian bisa di close itu banshee.
  • bug lain yang blom ketemu…

Yang baru di ubuntu 11.10

Yang namanya upgrade ke release baru pasti ada yang baru toh? kalo ngak, ngapain upgrade toh? nah, beberapa hal baru:

  • Menggunakan kernel 3.xx. sebelumnya menggunakan kernel 2.6.x. namun setelah di lihat2, so what gituloh? ngak ada yang revolusioner dari kernel 3.xx. featurenya masih gitu2 aja. padahal beberapa tahun lalu para linux mania pada geger bahwa akan terjadi sesuatu yang WOW di kernel 3.xx. ternyata setelah diinstall, biasa aja. ternyata setelah googling, si linus sendiri memang mengatakan demikian bahwa kernel versi 3 cuman penamaan aja, karena deket2 ulang tahun linux ke 20. hehehe. yah si linus kan memang ownernya linux, jadi masalah penamaan ya suka2 dia. yang ndak setuju dilarang protes. hehehe
  • Proses instalasi lebih lama. Diatas dijelaskan bahwa proses instalasi paket diatas adalah sampai 3 jam lebih, lebih lama dari sebelumnya ketika saya upgrade dari 10.10 ke 11.04 yang lamanya 1,5 jam.
  • Dash home (tombol untuk menampilkan window untuk mencari aplikasi) yang dulu ditempatkan di pojok kiri atas, sekarang di tempatkan di launcher.
  • Menggunakan firefox 7. saya senang ini karena menunya udah ngak buggy lagi. menu forefox saya rada buggy karena saya install plugin downthemall.
  • Mengunakan chrome 14. ini bagus karena beberapa website menyarankan menggunakan chrome versi baru agar dapat menampilkan website dengan sempurna.
  • Menggunakan thunderbird untuk email clientnya. bagus deh, karena evolution memang heavy.
  • Opsi pilihan untuk gnome classic ditiadakan. sehingga secara default pilihan hanyalah unity atau unity 2D. kalo udah terbiasa dengan unity mah, udah males balik ke gnome lagi. saya contohnya. hehehe :-p
  • Nautilus juga berubah dikit UI (user interfacenya). tapi minorlah. posisi bookmarknya berada dibagian atas launcher.
  • Menu update-manager udah terintegrasi pada tombol pojok kanan atas layar. wah ini bagus sekali. jadi ngak perlu repot kalo mau update ubuntu.
  • System-settings dapat diakses lebih mudah. Setiap kali kita buka setting yang spesifik (mis: displays) selalu ada tombol di kiri atas window yang menuju ke system-setting.
  • Setting “display” udah ditambahkan langsung ke tombol pojok kanan atas. ini bagus karena memang aplikasi ini sering digunakan terutama bagi orang2 yang sering pake dual monitor/proyektor. seperti saya. hehehe
  • tombol restart di masukan ke dalam menu shutdown. jadi kita kudu ngeklik dulu menu shutdown, barulah tombol restart akan muncul di sana.

Tips

  • Tentang theme, defaultnya menggunakan “ambient” dimana rada gelap. Tulisan di “window title” yang berwarna hitam menjadi susah dibaca karena backgroundnya gelap. jadi saya menggunakan theme “radiance” yang lebih cerah.

Summary:

  • Tidak ada perubahan signifikan dibandingkan dengan release sebelumnya. yang berubah hanyalah kosmetik UI (User interface) yang kecil-kecil aja.
  • Kernel 3 hanyalah issue penamaan aja. Tidak ada feature extreme dalam release ini.
  • Untuk kalangan enterprise, mereka biasanya lebih konservatif. Pertimbangan akan stabilitas system jauh lebih diprioritaskan dari pada lainnya. istilahnya, if it doesnt break, dont fix it.
  • kalo ngak pengen ada error ketika upgrade, mending data di home directory dibackup, trus install baru, kemudian datanya directore lagi.
  • Namanya juga software free yang gratis, resiko ditanggung pengguna. namun kita bisa meningkatkan kualitas software ini dengan melaporkan bug-bug yang kita temukan ke developernya. nah supaya saya ngak dicap omdo (omong doang), saya mulai deh. ini salah satu bug yang saya submit. ayo rekan2 sekalian, jangan cuma ngedumerl doang. “open source is about active participation” tanpa partisipasi, open source is nothing.

Beberapa gambar:

    

URL pendek: http://soc.li/cM7eGDh

13 Comments

  • @rachmat: kalo nama feature live upgrade sendiri ngak ada yah. karena itu menyangkut trademark.

    tapi kalo proses upgrade dibikin seperti live upgradenya sun, ya tentu bisa. tergantung dari aplikasi itu sendiri.
    dengan metode apt-get & repo justru proses upgrade & fallback menjadi lebih mudah.

    nah feature ini yang justru nanti akan diterapan di solaris release masa depan. nama projectnya IPS.

  • IPS (Image Packing System), pernah denger sih rumornya dulu yg mbuat ngrancng pemaketan *.deb pindh ke SUN => Oracle buat ngembangin IPS sewaktu project OpenSolaris. Sekarng blum tau kabarnya lagi?

    Kalo soal Ubuntu, menurutku semakin merakyat (mudah digunakan orng awam)
    🙂

  • bukan rumor. IPS itu benar adanya dan nantinya akan menjadi standard packaging system solaris.
    Sun microsystem sampe merekrut ian murdock untuk mendesain IPS ini, karena Sun memang getol pengen jadi company number 1 didunia opensource. mau ngikutin redhat critanya.

    tapiiii itu dulu, sebelum dibeli oracle. hehehe.
    setelah ganti bos, ya ngak tau lagi gimana.

    • @ade:
      salam kenal juga.
      saya pake kata2 sesuka saya, jadi memang tidak dibatasi bahasa daerah.
      lagian, saya sendiri suka bingung kalo ditanya asal daerah, karena pindah2 terus.
      hehehe
      karena itu saya lebih prefer disebut orang indonesia.

  • hery

    bluetooth selalu on itu sepertinya terkait dengan kernel 3 yg digunakan pd oneiric, karena sy pernah mengkompile kernel 3 pada maverick, hasilnya jg sm, bluetooth selalu on setelah di reboot

  • @hery: halo mas hery,
    menurut saya tidak ya. tidak ada hubungannya dengan kernel. karena kernel itu hubungannya dengan driver, bukan langsung ke aplikasi.
    jadi yang jadi issue disini adalah aplikasi bluetooth itu sendiri.

    cara ngetestnya mudah, di ubuntu 11.10 anda, coba uninstall paket yang berkaitan dengan bluetooh. kemudian restart komputer. apakah bluetoothnya langsung on? tentu tidak kan? ini karena tidak ada aplikasi yang me-manage hardware bluetooth.

  • @dirgita: bluetooth itu kan protokol layer 2 & 1. supaya bisa DUN, atau menjadi remote control, maka harus ada protokol lagi diatasnya. dimana protokol ini ada yang bersifat open dan ada yang tertutup. itu sebabnya ada yang bisa connect bluetooth ada yang enggak. selain itu tiap device bluetooth di laptop juga ada yang open ada yang tidak. sehingga harus nunggu driver mature.
    di laptop saya (ubuntu 11.10), saya bisa transfer data via bluetooth dengan handphone saya (nokia e63)

  • @dirgita: ya. di laptop saya, saya bisa transfer data via bluetooth, baik release terbaru maupun release sebelumnya.

    seperti yang saya tulis diatas, tidak selalu yang namanya upgrade release itu berjalan mulus. dari pengalaman saya, para enterprise itu bakal muram mukanya kalo mendengar kata “upgrade”. hehehe

    bisa jadi, programmer yang bertugas menulis program untuk driver USB dongle kamu membuat kesalahan. sehingga USB dongle kamu justru ngak bisa jalan di release yang terbaru. nah jika kamu punya kemampuan C programming, kamu bahkan bisa memperbaiki error tersebut dan melaporkannya ke linux foundation. jika patch kamu diterima, nama kamu akan ditulis di source code kernel. nah tertarik untuk menjadi debugger?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *