Saturday, November 17

Pengalaman interview beasiswa AusAID (Australian Development Scholarship – ADS)

ada yang tanya ke saya tentang interview beasiswa ADS. sebelumnya saya harus mengucapkan selamat karena sudah masuk tahap interview yang berarti telah menyisihkan sekian banyak RIBUAN peserta lain dari indonesia. berikut ini emailnya:

Assalamualaikum..
Halo mas,kenalkan saya xxx, muridnya mbak yyy.. Hehe..
Sy mau tanya2 tentang interview untuk ADS..
Oya, untuk interview, yg ditanyakan oleh JST ke kita apa aja ya mas?
Kata mbak ayu waktu dpt ADS mas ambil bidang IT.. Alasannya memilih aussie kenapa mas? Kan untuk IT sebenernya di eropa lebih maju nih (menurut saya,hehe).. Lalu mas kan dr swasta kata mbak ayu, itu aplikasi ilmu saat pulang sekolah diterapkan dimana ya? Dr swasta gtu kontribusi untuk indonesia bgmn y mas? Krn kebetulan sy juga dr swasta..
Oya,satu lg mas.. Setelah selesai dan pulang ke indonesia, dr ADS masih membantu dan mengadakan kegiatan untuk kita g ya? Hehehe..
Terima kasih bny atas bantuannya mas..
Wassalamualaikum,
xxx

terus terang, saya harus mencoba mengingat-ingat lagi tentang pengalaman saya ketika interview beasiswa ADS karena peristiwa ini terjadi beberapa tahun yang lalu. saya diinterview oleh team ADS pada january tahun 2009. jadi memang sudah cukup lama juga berselang, sehingga mohon maaf kalo ada yang kurang disana-sini.

secara umum menurut hemat saya, interview beasiswa adalah mirip dengan interview melamar pekerjaan. intinya perusahaan akan menggali informasi sedalam2nya tentang calon pekerja, dan calon pekerja memberikan informasi sejelas-jelasnya ke perusahaan. sehingga, ada baiknya jika calon karyawan berpikir dari perspektif perusahaan yang sedang rekrutasi agar dapat mengantisipasi pertanyaan yang diajukan, kira-kira profile seperti apa yang diinginkan perusahaan.

nah, berbekal mindset tersebut, menurut saya, perusahaan itu:

  • suka dengan orang yang proaktif. sehingga para pelamar perlu cari info sebanyak-banyaknya: info tentang beasiswa ini, tentang studi yang akan diambil, tentang calon universitas yang dituju (kenapa pilih yang itu bukan yang lain?), tentang relevansi jurusan dengan pekerjaan sekarang, tentang hubungan indonesia-australia terkait dengan study ini, tentang study terakhir dibidang ini, dll (yang mungkin saya lupa)
  • suka dengan orang yang tahu apa yang telah ditulisnya. sehingga perlu tahu juga hal-hal apa yang telah ditulis di form aplikasi, tulisan di media tertentu, thesis yang telah dibuat, dll (yang mungkin saya lupa)
  • suka dengan orang yang mengenal diri sendiri. sehingga kita perlu tahu apa kelebihan kita, kekurangan kita, bagaimana mengatasinya, apa saja prestasi yang kita sudah capai. pantaskah kita diberi beasiswa?
  • Suka dengan orang yang mengenal lingkungan & tujuan. sehingga mungkin perlu diantisipasi pertanyaan sejauh mana anda tahu tentang bidang ini, apa yang telah anda lakukan, apa manfaat beasiswa ini bagi institusi anda, relevansi antara program kuliah dan kerja, dst (yang mungkin saya lupa)
  • suka dengan orang yang bisa manage waktu dan rapi. sehingga mungkin bisa antisipasi pertanyaan: bagaimana anda membagi waktu, apa efeknya, ambil study kasus dimana anda berhasil membagi waktu dengan baik, dll (yang mungkin saya lupa)
  • suka dengan orang yang berpikir ke masa depan/maju. sehingga perlu diantisipasi pertanyaan: apa rencana anda ketika dapat beasiswa ini? setelah kembali ke indo? apa potensi yang masih bisa dikembangkan? strategi anda dalam menghadapi lingkungan yang tidak mendukung?
  • suka dengan orang yang berpikir berpikir antisipatif & positif. sehingga perlu disiapkan: apa manfaat untuk kedua belah pihak dengan adanya program ini? manfaat bagi orang banyak? seberapa besar dampak ini bagi masyarakat indonesia?

sekedar tips:

  • saya sendiri sudah mempersiapkan interview jauh sebelum interview dilakukan. hal ini dilakukan agar diri saya berkesan dimata interviewer, dan punya nilai tambah dibandingkan dengan kandidat lainnya. misal: saya sudah punya hasil IELTS international yang sesuai dengan persyaratan masuk universitas. saya juga sudah apply dan mendapat Full acceptance letter (bukan conditional letter) dari beberapa universitas, bahkan sudah punya student ID segala. nah surat-surat ini saya tunjukan ketika interview, dan saya liat senyum bahagia dari mereka. hehehe :-p lumayan, ada firasat bagus nih. intinya sih, saya udah keterima jadi mahasiswa disana (dibuktikan dengan Full acceptance letter), namun saya ngak punya uang untuk biayanya. oleh karena itu saya daftar beasiswa ini. hehehe.
  • kalo ada expo pendidikan australia, apply aja disana, jangan cuman ngumpulin merchandise aje. jika keterima, maka surat-surat ini bisa menambah kredibilitas kita di depan interview.
  • bawa dokumen yang kira2 diperlukan. jadi begitu diperlukan saya langsung bisa menunjukan ke interviewer. misal: saya bawa hasil print korespondensi saya dan bagian administrasi universitas tujuan. saya bawa hasil print CV saya. saya bawa foto beberapa aktivitas saya, dll.
  • ketika interview, saya membawa map berisi dokumen yang sudah saya susun dengan rapi. saya ingin menunjukan bahwa saya adalah orang yang rapi, tidak berantakan, dan bisa berpikir rapi dan sistematis ketika diberi pekerjaan.
  • akan lebih baik membawa supporting dokumen daripada hanya cuman ngomong aja. misal: saya mengeprint subjects yang ditawarkan oleh jurusan telco di 2 universitas yang berbeda. hal ini saya tunjukan ketika saya ditanya kenapa pilih jurusan x di universitas y? kemudian saya jelaskan blablabla…
  • jawab pertanyaan dengan relistis. tidak perlu pakai bahasa dewa seperti beberapa politikus yang jika ditanya jawabannya ngambang. ndak jelas apakah dia setuju atau tidak. memang ada beberapa hal yang belum jelas hitam-putihnya, untuk kasus ini, anda bisa jawab “ya menurut saya begini…, tapi saya harus cari data lagi untuk mendukung ini, jika data tsb hasilnya begini, maka kesimpulan saya begini. jika datanya nanti begini maka kesimpulan saya begini.
  • jawab pertanyaan dengan antusias. ini untuk menimbulkan kesan bahwa anda orangnya enerjik dan suka dengan program yang dipilih.

tentang proses interview itu sendiri, ketika saya mendapat giliran, prosesnya berlangsung santai, malah seperti ngobrol aja, sambil ketawa sana-sini. saya menjawab pertanyaan mereka dengan lancar. saya berikan jawaban berdasarkan analisis saya dimana didapatkan dari pengalaman kerja saya yang kebetulan pernah kerja sebagai expatriate. saya jelaskan kenapa saya belajar telco (telekomunikasi) di universitas x, instead of university y, bagaimana telco di indonesia, bagaimana pendapat saya tentang telco dimasa depan, apa yang perlu ditingkatkan dari pendidikan telco di indonesia. saya jelaskan juga bahwa materi telco di universitas di indonesia udah ketinggalan jauh dari industri, dll.

malah salah satu interviewernya (bule) becanda, “have you ever been in india previously?” tanya dia sambil senyam-senyum. saya pun kaget karena dia tahu aksen saya yang mirip orang india. saya jelaskan ke dia bahwa saya memang pernah kerja beberapa bulan di bangladesh dan beberapa kali ke india, dimana cuman saya sendiri orang indonesia disana. saya tidak bisa bahasa bengali dan mereka pun tidak bisa bahasa indonesia. jadilah aksen inggris saya mirip dengan orang-orang sana. saya pun balik tanya ke dia ” was that accent obvious?”. “yes” jawabnya sambil mengangguk-angguk trus becanda menimpali “kecuali kepala kamu, tidak goyang-goyang” sambil menirukan orang india berbicara. lalu kita pada ketawa diruangan itu. dalam hati saya, “gila, ternyata pengalaman bangladesh/india itu bener-bener berkesan banget. aksennya sampai terbawa dan muncul dari alam bawah sadar saya”. hahaha :-p

setelah selesai ngobrol-ngobrol itu, kita pun pada lihat-lihatan, dan saling tanya, “apa ada yang masih ditanyakan?”. lucu juga ngelihatnya. saya pun pamitan, dan berkomentar sedikit tentang program beasiswa ini dan keuntungan bagi indonesia dan australia. kita pun selesai dengan wajah cerah, dan saya membuka pintu keluar dengan wajah tersenyum. ternyata ada satu orang interviewee yang sedang menunggu giliran wawancara. dia pun bertanya, “wah kok kliatannya asyik sekali didalam. gimana caranya?”. “just be yourself” jawab saya.

kalo diliat-liat sih, interview itu adalah sebuah acara untuk menunjukan kepribadian/prestasi kita ke interviewer. ini bukan berarti kita jadi sombong. bukan sama sekali. dalam acara interview, kita menunjukan sisi positif diri kita sehingga memang pantas untuk dipilih.

tentu kita tidak lepas dari faktor external dan kuasa tuhan. tapi sebagai manusia yang beriman, adalah wajib bagi kita untuk berikhtiar sekuat tenaga, dan meletakkan hasilnya pada yang maha kuasa.

URL pendek: http://wp.me/pRkxT-Sm

notes:

tentang jawaban saya untuk pertanyaan “kenapa pilih aussie, bukan USA?”, “apa kontribusi untuk indonesia”, serta pertanyaan lainnya, tidak saya tulis karena itu bersifat pribadi. lagian, jika saya tulis itu saya yakin akan ada banyak orang yang copy paste jawaban itu. sedangkan proses interview adalah proses yang ingin menampilkan uniknya diri kita.

Semoga bermanfaat bagi pembaca

22 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.