Achmad Mardiansyah's Journal

manage your knowledge by writing it

Kuliah di Australia dengan modal “bekerja part-time”

with 14 comments

ada yang bertanya ke saya:

pak nama saya xxxx,
bisakah saya meminta informasi,apakah saya bisa kuliah di unsw dengan biaya sendiri,yaitu dengan ambil kerja part time,jurusan yg saya ambil yaitu teknik mesin
apakah bisa? dan kira” berapa biaya kuliah per tahunnya dan berapa akomodasinya?
terima kasih banyak

oke, tanpa basa-basi lebih banyak, langsung saja kita bahas kemungkinannya.

bisakah saya meminta informasi,apakah saya bisa kuliah di unsw dengan biaya sendiri

ya tentu bisa dong. kenapa ngak? kan udah banyak student disana yang kuliah dengan biaya sendiri?

yaitu dengan ambil kerja part time, jurusan yg saya ambil yaitu teknik mesin apakah bisa?

Apakah ini maksudnya: anda cuma modal kosong dari indonesia (misal: cuma modal tiket pesawat + uang untuk hidup beberapa hari) kemudian berharap untuk mendapat kerja partime disana untuk membiayai biaya hidup & biaya kuliah?
jika memang ini yang dimaksud, berarti anda perlu hitung2an dulu, yaitu membandingkan antara pemasukan dan pengeluaran.

oke, kita bahas pengeluaran dulu (asumsi: ente udah ngirit banget, mungkin hampir semaput dah):

  • biaya hidup (per week) = AUD 70 (udah makan yang paling murah, misal: pakai catering)
  • biaya tempat tinggal (per week) = AUD 170 (ini share dengan orang lain, biar murah)
  • biaya utilities (air, telpon, listrik, internet) (per week) = AUD 15
  • biaya buku (per semester) = AUD 150 (ini udah pake buku bekas)
  • biaya transport (per week) = AUD 20 (ini udah murah)
  • biaya asuransi OSHC (per tahun) = AUD 350 (ini udah standard)
  • biaya kuliah UNSW (per semester) = AUD 15000 (baca: lima belas ribu dolar)

sekarang kita bahas pemasukan:

  • pendapatan part-time. asumsi: dapat kerjaan menjadi cleaner, kerja 4 jam sehari, 4 hari seminggu, gaji 22AUD/jam (gaji ini termasuk tinggi dimana jarang sekali orang yang beruntung mendapatkannya) = 4 x 4 x 22 = AUD 352 per week

analisis: berdasarkan hitung-hitungan diatas, kliatannya pendapatan part-time ente cuman cukup buat biaya hidup doang tuh. untuk biaya kuliah, kliatannya belom cukup.

beberapa hal yang perlu diperhatikan:

  • Tentang mencari pekerjaan. bukannya ingin menyurutkan semangat, tapi berdasarkan pengalaman saya pribadi, cari kerja part-time disana tidak mudah. ada banyak student china, india, pakistan, indonesia yang juga bersaing dengan anda.
  • Gaji kerjaan part-time 22AUD per hour & 4 hari per week itu sangat jarang sekali didapat. anda perlu sujud syukur kalo dapet kerjaan dengan rate segitu. hehehe :-p
  • Embassy australia ngak mau student yang datang kesana nge-gembel. jadi mereka minta anda untuk mempunyai bukti tabungan yang cukup untuk hidup disana sampai lulus nanti.
  • Uang kuliah (tuition fee) dibayarkan lunas dimuka. ngak bisa ngutang dulu.
  • Biaya kuliah untuk citizen adalah 3-4 kali lebih murah dari student asing. jika ente berpikir mahasiswa asing itu seperti sapi perahan, mungkin ada benarnya juga. hehehe. yang jelas tiap tahun, ada ribuan pelajar asing yang belajar ke australia, dimana sektor pendidikan adalah salah satu penghasil devisa yang signifikan.
  • ini sydney bung, kota termahal di australia, dimana banyak student amerika & eropa yang komplain mahalnya biaya hidup disini.
  • Ente ngak bisa dapat kerjaan fulltime karena student dilarang untuk kerja fulltime. employer juga ngak mau ngasi kerjaan fulltime ke ente karena kalo ketahuan, dia bakal bayar denda yang berat.
  • banyak pekerjaan yang employernya prefer permanent resident atau citizen, dimana pekerjaan ini gajinya lumayan gede, bisa nabung buat kuliah lagi.

tapi kan saya orangnya hemat & hidup sederhana, sering ngak makan (baca: puasa)?

yaaaaaa.. tinggal dihitung aje, masih masuk atau kagak. ntar kalo ente sakit malah berabe.

disana ada warung murah seperti warteg gitu?

ngak ada warteg. makan di warung paling murah pun tetap lebih mahal jika dibandingkan dengan catering (ada beberapa orang indonesia yang buka usaha catering) atau masak sendiri.

wuih, itu akomodasi mahal banget. apa disana bisa “nge-gembel” aja?

dari mahasiswa yang pernah saya temui, ngak ada yang datang kuliah kesana cuman modal dengkul. Biasanya orang2 itu punya sponsor, yaitu pihak yang membiayai kuliah mereka disana (misal: ortu, perusahaan, pemerintah, universitas, dll). Kalo ngak punya uang, ya mungkin bisa pinjam uang ke bank, dimana nanti anda berjanji mengembalikannya setelah lulus kuliah.

Ada ide lain?
hmm… mungkin seperti dibawah ini:

  • Anda menjadi kaya mendadak.
  • kawin dengan orang australia & berharap bisa tinggal disana & sekolah lagi.
  • mengejar beasiswa & dapat
  • kerja yang bagus, Syukur2 dapat job ke luar negeri (jadi expatriate), ngumpulin duit buat sekolah. trus sekolah deh.
  • dll…

Bagi yang punya pengalaman lain, dipersilahkan…

Written by Achmad Mardiansyah

February 16th, 2014 at 7:38 pm

14 Responses to 'Kuliah di Australia dengan modal “bekerja part-time”'

Subscribe to comments with RSS or TrackBack to 'Kuliah di Australia dengan modal “bekerja part-time”'.

  1. mo tanya neh..saya dapat beasiswa AAS thn 2015..klo saya ingin dapat kerjaan lebih banyak dan gampang kira2 mending saya pilih univ. adelaid (tinggal didaerah adelaid) ataukah univ. latrobe (tinggal dipinggiran kota melbourn)? terima kasih banyak atas jawabannya..

    asep

    9 Apr 15 at 08:02

  2. @asep: lah sampean kan udah diterima di universitas, kok bisa milah-milih lagi? kerjaan mah sering2 silaturahmi aje bang… dari pengalaman pribadi, banyak kerjaan yang datang dari teman dekat. so bersosialisasilah…

    Achmad Mardiansyah

    15 Apr 15 at 17:17

  3. saya sudah diterima beasiswanya tp kan universitasnya masih bisa diubah asalkan jurusannya masih mirip..klo boleh tahu tinggal di pinggiran kota masih ada sikap Ras ga ya mas dari penduduk lokal? terus klo kerjaan itu lebih sedikit kompetitif di kota atau dipinggirannya ya mas? thx..

    asep

    20 Apr 15 at 16:46

  4. Mas, boleh minta personal contactnya gak? Saya mau nanya nanya nih ttg AAS

    juraida

    19 Oct 15 at 07:39

  5. bukannya kalau kita ke ausie itu mereka harus cek rekening kita apakah bisa cukup untuk biaya hidup dan kuliah dsna? memangnya bisa walaupun biaya kuliah kita belum kita bayar dimuka nanti sambil partime dasna?

    gaby

    3 Aug 15 at 08:41

  6. @asep:
    sikap rasis: kliatannya enggak ya. yah kita kan juga rasis toh dimata orang asing? mereka kan komplain, kenapa sih panggil gue bule? emangnya gue albino?
    kalo kerjaan lebih banyak di kota dong, dan tentu saja kompetisinya lebih tinggi.

    @gaby: baca tulisan saya disini: http://achmad.glcnetworks.com/2014/02/16/kuliah-di-australia-dengan-modal-kerja-part-time/

    Achmad Mardiansyah

    17 Sep 15 at 22:54

  7. @juraida: kontak bisa dilihat disini:
    http://achmad.glcnetworks.com/about-me/

    Achmad Mardiansyah

    19 Oct 15 at 10:01

  8. Kasih solusi dong, jangan cuma menjatuhkan semangat calon mahasiswa saja. kalo anda lebih beruntung, berbagilah dengan cara yang baik, kalo tidak dengan cara yang baik, tidak usah berbagi walaupun berdasarkan fakta.

    Daru

    12 Jul 16 at 16:14

  9. @Daru: mungkin sampean yang lagi sensitif mas… hehehe :-p
    ada usul supaya artikel ini menjadi lebih baik?

    Achmad Mardiansyah

    14 Jul 16 at 18:10

  10. Matur suwun infonya mas, saya sudah kerja di jkt, tapi pengen lanjut kuliah sambil kerja di ausi..

    Dena L

    8 Dec 16 at 11:52

  11. @dena L: ok mudah2an lancar ya

    Achmad Mardiansyah

    28 Dec 16 at 10:46

  12. kak kalau penyesuaian dengan cauacnya gimana? kan denger2 cuacanya agak gak menentu disana. Orang Indonesia sulit untuk menyesuaikan. berapa lama kak menyesuaikan diri dengan cuaca disana? salam

    mampir ya https://goo.gl/2LJyGQ

    Hana

    4 Apr 17 at 10:16

  13. @hana:
    cuaca di australia berbeda dengan indonesia:
    – di indo umumnya lembab, di aussie kering
    – di indo panas, di aussie dingin
    – di indo matahari lebih ramah, di aussie, lapisan ozonnya lebih tipis sehingga kulit cepat gosong
    berapa lama penyesuaiannya? tergantung orangnya. tapi, harusnya tidak terlalu lama. 1 hari harusnya cukup.

Leave a Reply