Achmad Mardiansyah's Journal

manage your knowledge by writing it

sukses kuliah: menghindari plagiarism

without comments

Hari ini inbox saya cukup ramai karena banyak siswa yang mengirim email ke saya tentang plagiarism. Daripada membalasnya satu-persatu, akan lebih baik jika saya membuat artikel yang dapat dibaca oleh orang banyak. Pemahaman tentang plagiarism juga perlu karena jangan sampai kita dicap plagiat karena kurang menguasai teknik anti-plagiarism.

Nah sebelum masuk lebih jauh mari kita bahas definisi plagiarism. Plagiarism (by definition) adalah:

Sebuah tindakan yang mengklaim hasil karya orang lain sebagai hasil karya kita, dari sudut pandang akademik plagiarism adalah sebuah kejahatan karena dianggap sebagai sebuah pencurian akademik. sumber dari definisi diatas dapat dilihat disini: https://student.unsw.edu.au/what-plagiarism, https://www.gs.unsw.edu.au/policy/documents/studentmisconductprocedures.pdf, http://www.indiana.edu/~wts/pamphlets/plagiarism.shtml.

kenapa saya mencantumkan referensi?

karena definisi diatas bukan saya yang buat sendiri melainkan diambil dari sumber lain. karena itu saya perlu mencantumkan referensi.

Apa itu academic misconduct?

misconduct itu artinya unacceptable behavior (kegiatan yang tidak dapat diterima oleh organisasi). definisi misconduct itu luas karena mencakup beberapa hal yaitu plagiarism dan cheating. ref: https://www.gs.unsw.edu.au/policy/documents/studentmisconductprocedures.pdf

Berikut ini contoh plagiarism / academic misconduct:

Kasus 1, anda mengikuti ujian dimana ujian tersebut andalah individual exam dimana anda tidak boleh mengakses sumber lain (google, buka ebook, dll).
jawaban yang ditulis siswa:

the main difference of these group is how much bandwith they alocated.
1. ADSL assymetris while SDSL Symmetris
2. upload and download SDSL is together while ADSL can not
3. ADSL can have a telephone unit on the same line while SDSL can not
4. ADSL is a standard technology while SDSL Never standarded
5.ADSL is a technology curently used today

nah jawaban diatas dapat dianggap misconduct karena:

  1. jawaban tersebut ternyata berasal dari website: http://www.differencebetween.net/technology/difference-between-adsl-and-sdsl/, dimana siswa tidak memberikan referensi dari mana jawaban itu berasal
  2. Siswa diminta untuk menggunakan bahasanya sendiri ketika menulis jawaban, sedangkan pada tulisan diatas contentnya sangat mirip dengan aslinya
  3. siswa juga terindikasi melakukan kecurangan karena menggunakan google untuk mencari jawaban

Kasus 2, anda diminta untuk membuat contoh latihan pertanyaan, dimana anda diwajibkan untuk menggunakan bahasa sendiri, dan mencantumkan referensi dengan jelas.
jawaban yang ditulis siswa:

More advanced IVR systems include speech-recognition software that allows a caller to communicate with a computer using simple voice commands. Speech recognition software has become sophisticated enough to understand names and long strings of numbers — perhaps a credit card or flight number. On the other end of the phone call, an organization can employ text-to-speech (TTS) software to fully automate its outgoing messages. Instead of recording all of the possible responses to a customer query, the computer can generate customized text-like account balances or flight times and read it back to the customer using an automated voice.

nah jawaban diatas dapat dianggap misconduct karena:

  1. Jawaban tersebut ternyata berasal dari website: http://electronics.howstuffworks.com/interactive-voice-response1.htm, dimana siswa tidak mencantumkan referensi dari mana jawaban itu berasal
  2. Siswa diminta untuk menggunakan bahasanya sendiri ketika menulis jawaban, sedangkan pada tulisan diatas contentnya sangat mirip dengan aslinya.

Apakah ada contoh lain tentang plagiarism?

ada. UNSW telah membuat beberapa contoh plagiarism yang sering terjadi dikampusnya. see: https://student.unsw.edu.au/common-forms-plagiarism

Kenapa dosen bisa mengetahui academic misconduct?

berikut ini beberapa teknik yang dipakai dosen:

  1. Dosen itu mengamati bahasa yang anda pakai. biasanya pakai bahasa indonesia, tiba2 anda menjawab bahasa inggris dengan tata bahasa yang baik sekali.
  2. Dosen mengamati gaya bahasa anda. jika biasanya bahasa inggris anda rada belepotan, kemudian ketika assignment/exam ada paragraph yang bagus sekali, bahasa inggris pula.
  3. Dosen juga pakai google untuk mengecek jawaban. iya lah…
  4. Jika sudah rada canggih, dosen menggunakan software pendeteksi plagiarism misal turnitin.

Apakah ada teknik untuk menghindari plagiarism?

Ada, berikut ini diantaranya:

  1. Gunakan kutipan jika ingin mengutip bulat-bulat, dan tulis referensi darimana paragraf tersebut berasal. tapi lihat juga requirements dari assignment. jika pada assignment tersebut menginnginkan anda menggunakan bahasa sendiri, maka lakukan paraphrase
  2. Gunakan paraphrase. paraphrase artinya menulis kembali paragraf tersebut dengan bahasa anda. cara yang mudah untuk melatih ini adalah anda baca referensi tersebut, ambil idenya, tutup buku/halaman tersebut, dan tulis lagi dengan bahasa anda.

Saya sudah paraphrase & mencantumkan referensi, tapi kenapa masih dianggap plagiat?

bisa jadi paragrah anda masih idektik dengan sumbernya. misal anda hanya menambahkan the, therefore, is, dll. tapi struktur kalimatnya masih tetap. ini masih dianggap plagiarism. contohnya seperti ini: http://www.indiana.edu/~wts/pamphlets/plagiarism.shtml

apa hukumannya bagi yang melakukan plagiarism?

seperti yang telah dijelaskan diatas, plagiarism adalah kejahatan akademik berat. sehingga hukumannya juga berat. contohnya seperti ini: https://www.gs.unsw.edu.au/policy/documents/studentmisconductprocedures.pdf

semoga artikel ini berguna bagi pembaca

Written by Achmad Mardiansyah

January 10th, 2015 at 4:45 pm

Leave a Reply