Friday, July 20

Berlatih soft skill (sebuah contoh membuat email yang sopan)

Jadi, pada setiap akhir semester di telkom university, ketika selesai perkuliahan telecommunication networks, kita mengundang TOP 5 students setiap kelas untuk mengikuti training mikrotik MTCNA. Saya menjadi koordinator training ini sekaligus trainernya. Teknisnya, kita buat daftar siswa yang diundang kemudian dipublish, dan meminta mahasiswa tersebut mengirim email konformasi ke saya jika ingin ikut.

Email pun berdatangan ke inbox saya dan saya followup. Cuma, ada satu email yang buat saya geleng2 kepala karena email ini (lihat di bawah) tidak pantas dikirimkan oleh orang yang berpendidikan, seorang calon sarjana, pada konteks yang resmi.

Tidak perlu berpanjang lebar menghakimi kelakuan mahasiswa diatas, akan lebih baik jika kita belajar menulis email yang sopan khususnya pada konteks resmi dimana kita belum pernah berhubungan dengan orang tersebut. Semoga akan semakin banyak orang lebih lebih mengerti bagaimana cara mengirim email yang baik. Issue ini terlihat sepele, namun sebenernya tidak demikian. Di negara yang paling maju sekalipun, sopan santun email masih tetap perlu. Perlu diingat, IPK/IQ tinggi (masuk top5), tidak menjamin kesuksesan di masa depan.

Berikut ini tips mengirim email:

  1. Gunakan salam. misal: dear xxx, hello xxx, dll
  2. Perkenalkan diri anda terlebih jika belum pernah mengirim email kepada orang tersebut. misal: my name is blablabla, i am from class yyy
  3. Tulis tujuan mengirim pesan. misal: saya mengetahui bahwa ada lowongan di tempat anda dan ingin melamar posisi tersebut
  4. Penutup. misal: terima kasih, regards, dll

Sederhana bukan? nah, jangan sampai karena masalah sepele seperti ini menjadi sandungan anda di kemudian hari.

mudah2an berguna bagi pembaca 🙂

One Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.