Achmad Mardiansyah's Journal

manage your knowledge by writing it

kualitas training mikrotik di indonesia (mungkin juga di asia tenggara)

with 2 comments

logo_mikrotik_training_centerkualitas training mikrotik di indonesia.

Sekedar menanggapi komentar teman yang melihat ada perbedaan materi training antara trainer satu dan lainnya, dimana dapat berimplikasi pada kualitas training mikrotik di indonesia.

  1. kondisi materi training mikrotik adalah berbeda pada setiap tempat training, dari satu trainer ke trainer lainnya. ini dikarenakan mikrotik pusat hanya memberikan outline training dan contoh slide, sehingga setiap trainer harus mengembangkan materinya trainingnya sendiri sendiri. jadi berbeda dengan cisco yang membuat courseware training yang tungggal yang wajib dipakai oleh setiap trainer.
  2. kualitas training beragam. setiap sistem training ada kelebihan dan kekurangnannya. kelebihan sistem sentralisasi seperti cisco adalah keseragaman materinya. namun, itu juga kekurangannya dimana menjadikannya susah untuk improvisasi. kelebihan sistem desentralisasi seperti mikrotik adalah customisasinya yang dapat disesuaikan dengan kondisi siswa. kekurangnnya… yaaaa jadi tidak seragam kualitas lulusannya.
  3. ingat ya tiap trainer harus develop materi trainingnya sendiri, tidak boleh menjadi plagiat materi trainer lain. kalau mau pakai materi trainer lain, harus dapat written permission (ijin tertulis) dari penulisnya.
  4. trainer mikrotik di indonesia itu beragam. (kliatannya) ada yang jarang buka training, (kliatannya) ada yang ngejar jumlah peserta, (kliatannya) ada yang pengalaman lapangannya banyak tapi ngajarnya kurang bagus, (kliatannya) ada sering ngoprek-klik-ini-dan-itu tapi pengetahuan dasarnya justru kurang,  (kliatannya) ada yang karbitan, (kliatannya) ada yang dibesarkan di kelas-kelas trus langsung jadi trainer, (kliatannya) ada yang pengalaman lapangannya kurang?, (kliatannya) ada yang ngejar jumlah rating, (kliatannya) ada yang ngejar jumlah bintang agar namanya muncul di bagian atas halaman trainer, (kliatannya) ada yang hanya ngajar berdasarkan training sebelumnya (kalau ditanya, jawabnya “pokoknya gitu deh”) dimana bisa jadi dia kurang mengerti konsep tersebut (kurang baca RFC?), (kliatannya) ada yang ngejar jumlah peserta lulus sehingga memberikan ujian berkali-kali kepada siswa yang tidak lulus, (kliatannya) ada yang fokus agar pesertanya lulus ujian sampe membuat latihan soal-soal sampai membocorkan soal-soal (bodo amat itu peserta ngerti atau enggak yang penting dia lulus), (kliatannya) ada yang membantu mengerjakan ujian pesertanya agar lulus, (kliatannya) ada trainer yang nyuruh siswanya install GNS sendiri dan buat topologi sendiri dan dia hanya monitor dari jauh (ngak tau itu berhasil atau enggak, seharian waktu habis cuma ngurusin GNS), dst, dst… silahkan tambahkan sendiri.
  5. tentu selain kualitas trainer, tidak bisa dipungkiri bahwa kualitas peserta juga beragam. ada peserta yang basicnya kurang sekali (padahal yang bersangkutan adalah pengajar pelajaran jaringan di institusinya), ada peserta yang kesulitan memahami materi padahal sudah dijelaskan berkali-kali, ada peserta yang bodo amat mau latihan atau enggak yang penting dapat sertifikat. ada peserta yang komplain, sudah bayar training, kok enggak lulus (ngotot harus lulus)? (loe pikir ini beli pisang goreng?), ada peserta training yang tanya, kalau saya ikut training disini, ada jaminan lulus exam ngak? dst… dst… silahkan tambahkan sendiri
  6. karena kualitas lulusannya tidak seragam, maka pada fasilitas pengecekan sertifikat di website mikrotik, anda dapat melihat dari trainer mana sertifikat itu didapat.
  7. Dan karenya banyaknya kasus etika dalam training mikrotik, maka mikrotik merevisi beberapa aturan berikut (ini adalah konfirmasi langsung dari personal mikrotik ke saya):
  8. “MikroTik Certified Trainer shall not offer the same type of MikroTik Certification Test to the same person more than once in six months period.” ini artinya jika seseorang tidak lulus exam (second chance tetap ada), maka orang tersebut harus menunggu selama 6 bulan untuk dapat mengambil training dan exam lagi. contoh, ada peserta yang gagal ketika exam ketika training dan ujian di trainer X, dalam waktu 6 bulan setelah exam tersebut, peserta tidak dapat mengambil training dan exam yang sama di trainer manapun. siswa tersebut harus belajar yang serius agar lulus ketika mengambil training+exam yang sama 6 bulan berikutnya.
  9. “MikroTik Certified Trainer shall not offer anybody to take MikroTik Certification Test without prior attendance of particular MikroTik Training Session. MikroTik Certified Trainer shall ensure the credibility of exam results and shall exclude any academic dishonesty, misconduct and fraud during MikroTik Training Sessions and Certification Tests.” karena banyak kasus yang ujian berkali-kali, maka trainer dilarang untuk membuka exam tanpa training (training fiktif). training harus dilakukan secara fisik, tidak boleh online (e.g via skype, anymeeting, atau media online lainnya)
  10. “Saving or printing the test questions page, assisting or obtaining assistance from other persons or from any unauthorized source may result in terminating your session and invalidating your results.” karena ada kasus trainer yang membantu siswanya agar lulus ujian, membocorkan soal, membantu peserta, men-copy soal ujian, dll, maka mikrotik semakin keras dalam memberikan sangsi. yaitu sertifikat siswa dan trainer tersebut dapat dicabut.
  11. nah kalau anda pernah lihat trainer yang disuspend sertifikatnya di halaman mikrotik, seperti pada gambar dibawah ini trainer_certificate_suspended maka kemungkinan besar trainer tersebut sedang bermasalah.

begitulah situasi training mikrotik di indonesia…

silahkan komentarnya…

Written by Achmad Mardiansyah

November 27th, 2016 at 12:10 pm

2 Responses to 'kualitas training mikrotik di indonesia (mungkin juga di asia tenggara)'

Subscribe to comments with RSS

  1. Mas, syarat menjadi trainer katanya harus mengikuti train for trainer di Latvia ya? Benarkah demikian? Lalu adakah aturan untuk si trainer (apabila sudah lulus) supaya status trainer nya tetap (tidak expired)? Dan benefit finansial dari trainer apa saja ya mas?

    Terima kasih..

    Leo

    11 Mar 17 at 01:36

  2. @leo: untuk menjadi trainer perlu lulus sesi train for trainer. info lanjut silahkan hubungi mikrotik.com. benefitnya seperti punya sertifikasi mas. kualifikasinya teknisnya bertambah.

    apakah langsung berimplikasi kepada kenaikkan finansial? tidak juga. tergantung pada ikhtiar masing-masing, tergantung pada organisasi tempat anda bekerja

Leave a Reply