Sunday, September 23

Rekrutasi 900 tenaga IT, buat apa ya?

tenaga IT professional
Contoh tenaga IT professional di bidang infrastruktur (networking, operating system). Foto diambil dari sebuah workshop networking. hehehe :-p

Jadi, beberapa hari ini di beberapa group sosmed (whatsapp, telegram, dll) beredar kabar tentang rekrutasi tenaga IT untuk mendukung acara Asian Games 2018. jumlah yang direkrut (menurut saya) cukup fantastis, sampai 900 tenaga IT, wuih…. detil berita ada dibawah ini:

Dibutuhkan tenaga kerja yg background network, bs WAN dan LAN. posisi IT leader gaji 11 juta, IT support 7 juta. kontrak 2 bulan aja. untuk Asean games. butuh 900 org tenaga IT
PT. Morentz Technovo Evolution
Note: Kirim CV. Japri (WA: 081218110222
Start kerja 1 agustus – 30 sept 2018. Untuk ditempatkan jakarta-palembang. Kirim sebelum pertengahan juli
Siapa tau ada saudara yg berminat

Pertanyaan berikutnya, ini info valid atau tidak? masuk akal atau tidak? mari kita bahas…

Pertama, kita bahas apakah berita ini masuk akal atau tidak. ini adalah opini pribadi saya dimana bisa jadi berbeda dengan pembaca.

Kita definisikan dahulu apa itu information technology? deifinisinya bisa dibaca disini, disini, atau saya bantu carikan disini deh… hehehe

Pekerja IT berarti orang yang bekerja pada bidang kerja sesuai dengan definisi IT diatas.

Apakah ada contoh yang lebih jelas lagi tentang pekerjaan IT? ada. pernah ditulis disini kok, ada contohnya juga. klik aja.

berikutnya, kita bahas masuk akal ngak sih kita rekrut 900 tenaga IT untuk sebuah event?

Secara umum, penggunaan IT di perusahaan adalah untuk mengurangi jumlah tenaga manusia, dan meningkatkan produktivitas. misal: mengurangi human error, mempercepat waktu pelayanan, etc. dimana dapat dilakukan dengan implementasi IT.

telco (telekomunikasi) adalah salah satunya. kita ambil contoh total karyawan telkomsel se-indonesia, adalah tidak sampai 5000 orang (kita anggap saja 5000 orang agar mudah menghitungnya). tapi dengan jumlah segini, mereka mampu memanage customernya yang berjumlah lebih dari 100 juta (anggap aja 100 juta). nah, kalau kita buat rasio karyawan/customer, akan muncul angka 1:20000, ini berarti 1 karyawan telkomsel dapat menghandle 20ribu pelanggan. keren kan?

GOJEK juga punya pola yang sama, pekerja dikit, customernya jauh berlipat-lipat banyaknya. belum lagi kalau bicara google, facebook, telegram, whatsapp, etc. tambah banyak lagi.

Intinya, menjadi pekerja IT itu musti punya skill tinggi, karena teknologi yang dipakai juga teknologi tinggi. Dengan teknologi tinggi, organisasi mampu handle customer lebih banyak dan lebih baik.

kembali lagi ke pertanyaan, 900 tenaga IT untuk asian games? menurut saya, jumlah ini kebanyakan banget ya. overkill istilah bulenya… saya jadi penasaran, ingin bertanya lagi, teknologi IT apakah yang dipakai di asian games ini sehingga perlu 900 orang untuk mengoperasikannya?

kemungkinan lain:

  • Ini berita hoax, jadi tidak perlu ditanggapi
  • jumlah 900 ini bukan murni tenaga IT, mungkin juga termasuk ground staff, liason officer, guide, cleaning, electrical, plumber, sukarelawan, etc etc…

atau ada pendapat lain?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.