Achmad Mardiansyah's Journal

manage your knowledge by writing it

Archive for the ‘cross-culture’ Category

Pengalaman apply visa korea

without comments

Jadi, ada orang korea yang mengundang saya untuk datang ke sana untuk keperluan bisnis. jadilah saya perlu apply visa ke korea. berikut ini cerita pengalaman apply visa korea :

Mengurus sendiri atau lewat agen?
lewat agen:

  • ngak perlu datang ke embassy korea (ini bagus, karena saya tinggal di bandung)
  • dokumen harus dikirim ke kantor agen di jakarta (wah ini lama)
  • biaya lebih mahal (agen minta 800 ribu per orang. mahal juga)

Read the rest of this entry »

Written by Achmad Mardiansyah

March 14th, 2017 at 1:25 pm

Kuliah di Australia dengan modal “bekerja part-time”

with 14 comments

ada yang bertanya ke saya:

pak nama saya xxxx,
bisakah saya meminta informasi,apakah saya bisa kuliah di unsw dengan biaya sendiri,yaitu dengan ambil kerja part time,jurusan yg saya ambil yaitu teknik mesin
apakah bisa? dan kira” berapa biaya kuliah per tahunnya dan berapa akomodasinya?
terima kasih banyak

oke, tanpa basa-basi lebih banyak, langsung saja kita bahas kemungkinannya.

bisakah saya meminta informasi,apakah saya bisa kuliah di unsw dengan biaya sendiri

ya tentu bisa dong. kenapa ngak? kan udah banyak student disana yang kuliah dengan biaya sendiri?

yaitu dengan ambil kerja part time, jurusan yg saya ambil yaitu teknik mesin apakah bisa?

Apakah ini maksudnya: anda cuma modal kosong dari indonesia (misal: cuma modal tiket pesawat + uang untuk hidup beberapa hari) kemudian berharap untuk mendapat kerja partime disana untuk membiayai biaya hidup & biaya kuliah?
jika memang ini yang dimaksud, berarti anda perlu hitung2an dulu, yaitu membandingkan antara pemasukan dan pengeluaran. Read the rest of this entry »

Written by Achmad Mardiansyah

February 16th, 2014 at 7:38 pm

Apakah anak-anak perlu dibuatkan passport?

with 6 comments

Ada yang tanya ke saya,

Mas Achmad boleh nanya dong.
Anak saya lahir di Aussie juga dan kami berencana kembali ke tanah air dalam waktu dekat, pertanyaan saya apakah untuk perlu dibuatkan passpor untuk anak saya tersebut? Terima kasih sebelumnya

berdasarkan pengalaman saya berurusan dengan imigrasi australia, anak-anak perlu mempunyai passport sendiri. penjelasannya ada disini, dimana berlaku juga untuk non-australian citizen. Read the rest of this entry »

Telah terbit: Asyiknya Menjadi Muslim di Australia

with 22 comments

Alhamdulilah, Segala puji bagi Allah, tuhan pencipta sekalian alam karena pada akhirnya buku ini selesai dicetak.

Tentang buku ini

Ketika bersiap berangkat ke tanah australia, saya punya banyak pertanyaan: seperti apa tinggal di negeri asing dimana muslim adalah minoritas? bagaimana mencari tempat tinggal? bagaimana mencari makanan halal? seperti apa transportasi publiknya?. dan ternyata, saya tidak sendirian. hehehe :-p Selama tinggal di sydney, banyak yang bertanya ke saya tentang kehidupan di aussie. beberapa cerita saya catatkan di blog pribadi saya, namun kemudian sebuah penerbit berencana untuk menerbitkan coretan-coretan ini dengan format cetak sehingga jadilah buku ini.

Salah satu bahan utama buku ini pertanyaan-pertanyaan yang dialamatkan ke penulis tentang seperti apa tinggal di Australia khususnya sydney terutama dari orang-orang yang akan berkunjung ke sana pertama kali.

Kepada rekan2 yang telah memberikan endorsement dibawah, saya berikan penghargaan setinggi-tingginya karena telah meluangkan waktu agar tulisan-tulisan disana menjadi sempurna. Semoga Allah SWT membalas kebaikan rekan2 sekalian dengan yang lebih baik. amiin.

Beberapa topik dalam buku ini

  • Persiapan keberangkatan ke australia
  • Tiba di australia
  • Mencari akomodasi (salah satu topik favorit para pembaca)
  • Beribadah dan mencari makanan halal
  • Travelling, shopping, dan memanfaatkan fasilitas umum di Sydney

Untuk pemesanan, silahkan kunjungi halaman ini, dan gunakan fungsi search disana. Read the rest of this entry »

Hidup di sydney lebih islami? benarkah?

with 6 comments

Ketika berkunjung ke sydney, dan merasakan sendiri interaksi dengan penduduknya yang ramah, jujur, teratur, bersih, egaliter, saling menghargai, dan toleran, juga jalanannya yang tidak macet, transportasi publik yang rapi, kemudian membandingkannya dengan kehidupan di indonesia, membuat banyak yang berpikir “hidup di sydney itu lebih islami jika dibandingkan indonesia yang meskipun banyak muslimnya, namun jauh dari nilai islam”. ini adalah pendapat yang wajar karena beberapa nilai-nilai dalam islam adalah bersifat universal ini memang berlaku untuk seluruh umat manusia seperti saling bertoleransi, kebersihan, ketertiban, kejujuran, dll. untuk nilai-nilai universal ini, indonesia memang harus diakui kalah jauh. banyak orang islam, tapi perilakunya bukan islam. Read the rest of this entry »

Yang murah di Australia…

with 2 comments

Suatu hari ketika lagi nyari ide untuk ngerjain tugas kuliah di UNSW. Seorang temen tiba2 nongol di chat program & tanya-tanya tentang aussie. Rupanya dia juga punya rencana ke sini suatu hari. ya begitulah, Australia seperti juga amerika, banyak dianggap orang sebagai land of dream. Adalah impian orang untuk tinggal dan hidup disini. Suatu pertanyaan yang menarik dari teman saya ini adalah “Ada barang2 murah dari aussie ngak?” temen saya ini punya otak bisnis juga. yah, kalo ada barang murah dari aussie, nanti kan bisa kita jual lagi di indo. hehehe.. waktu itu saya masih baru di australia, baru beberapa bulan tinggal disana. jadi belum tahu banyak tentang aussie. maka saya jawab, “wah kliatannya semua disini mahal2 deh, sewa mahal, beras mahal, baju mahal, barang2 cina juga mahal, mendingan di indo deh. malah mungkin akan lebih baik kalo sebaliknya, kita beli banyak di indo trus jual di sydney. hehehe”

Tapi itu dulu. ketika artikel ini ditulis, study saya sudah selesai, dan ini berarti saya sudah melewati 2 tahun di sydney dan 2 bulan di indonesia. Dan setelah dipikir2, ternyata memang ada loh barang2 yang emang murah kalo dibeli di australia dibandingkan indonesia. Read the rest of this entry »

Mengenal lebih dekat islam sunni & syiah (research kecil-kecilan)

without comments

Setelah membaca artikel ini, ada pengunjung yang tak dikenal berkomentar tentang syiah & sunni. komentarnya bisa dilihat disini. dari caranya menulis, kliatannya orang ini emang udah gemes banget dengan syiah, hehehehe 😆 . santai mas santai… Saya sebagai seorang akademisi yang pernah belajar research baik di indo maupun australia berinisiatif membuat research kecil2an tentang sunni dan syiah.

Tentang research background & tujuan. dimana tujuan research ini adalah untuk mengenal lebih dekat persamaan dan perbedaan islam sunni dan syiah. Sehingga kita lebih clear dalam memahami issue ini. Lebih lanjut lagi, dengan adanya research ini kita berharap ada penjelasan yang lebih baik kenapa ada konflik diantara 2 kelompok ini, dan tentu saja bagaimana jalan keluarnya.  Saya sebagai researcher, tentu saja harus netral, ngak bole emosional, ngak bole ikut2an, ngak bole manipulasi, menggunakan  scientific research method, mengambil data2 dari kedua belah pihak, untuk kemudian diolah.

Bagi saya pribadi, saya lebih senang disebut muslim aja (independent), karena tidak ingin dikotak2an kedalam sunni, syiah, NU, muhammadiyah, PKS, atau lainnya. Dengan menjadi independent, kita dapat lebih bebas belajar dari mana pun yang kita mau, lebih terhindar dari konflik, dan lebih enak untuk mengkritisi. Read the rest of this entry »

Ramadhan di Sydney Australia (berbagi pengalaman)

with 11 comments

last update: 14 sep 2011.

Seorang rekan meminta saya untuk membuat artikel tentang ramadhan di Sydney Australia, dimana topik besarnya adalah practicing islam di luar negeri. Motivasinya adalah ingin berbagi cerita kepada rekan2 ditanah air sehingga punya gambaran yang lebih nyata seperti apa situasi di sydney, mengurangi efek “cultural-shock” bagi rekan2 yang baru pertama kali ke luar negeri terutama dengan tujuan Sydney, dan yang terakhir pastinya, agar kita dapat mengambil hikmah dari sini supaya menjadikan diri kita lebih baik dari sebelumnya. amiiinn…

well… bagi saya pribadi, mungkin karena sebelumnya pernah bekerja dan travelling di beberapa negara dimana kaum muslim adalah minoritas, membuat saya merasa ramadhan disini seperti bukan suatu hal yang baru. maksud saya, tinggal di kota ini, practicing islam disini, serta ramadhan disini, pastilah akan mirip dengan tempat2 yang sebelumnya pernah saya tinggali. hehehe… tentu saja yang beda adalah tempatnya, sydney gitu loh… sebuah kota besar dimana kalo anda ngak kuper abis, atau ngak tinggal di tempat yang sangat terpencil, pastilah pernah denger nama ini. Dan, bukan suatu yang aneh jika banyak yang menganggap sydney sebagai ibukota australia. hahahaha… 🙂 oke, kita mulai ceritanya… Read the rest of this entry »

Berawal dari paspor, sebuah tiket untuk go international

with 10 comments

tulisan dibawah ditulis oleh rhenal kasali, sangat menginspirasi saya untuk go international yang berawal dari passport.
———–
Rhenald Kasali – Paspor
Setiap saat mulai perkuliahan, saya selalu bertanya kepada mahasiswa berapa orang yang sudah memiliki pasport. Tidak mengherankan, ternyata hanya sekitar 5% yang mengangkat tangan. Ketika ditanya berapa yang sudah pernah naik pesawat, jawabannya melonjak tajam. Hampir 90% mahasiswa saya sudah pernah melihat awan dari atas. Ini berarti mayoritas anak-anak kita hanyalah pelancong lokal. Read the rest of this entry »

Written by Achmad Mardiansyah

August 12th, 2011 at 6:04 pm

TEDx indonesia (inspiring talks)

without comments

Saya seneng nonton TED , karena sangat memberi inspirasi, berpikir kedepan, dan banyak yang out-of-the box. Dan ternyata ada juga di indo (jakarta & bandung).

Menurut saya, presentasi dibawah adalah layak untuk ditonton:

http://www.youtube.com/watch?v=LBgWsBkjsXQ

http://www.youtube.com/watch?v=M5r-ZGJ90Oo&NR=1

http://www.youtube.com/watch?v=6F18Y9IyXHs

Masih banyak rekaman lain disana, yang juga tidak kalah menariknya.

selamat menikmati…

Akan tersedia 2-bedroom unit

with one comment

Kontrakan saya di sydney akan habis tanggal 30 june 2011. Bagi yang berminat, anda akan saya recommend ke agent yang mengurus agar lebih besar kans untuk mendapatkan unit karena ada referensi. Read the rest of this entry »

Garage sale 2011

with 6 comments

UPDATE: garage salenya udah tutup. kapan-kapan nanti mau buat lagi. sampai ketemu lagi, terima kasih kepada para pembeli, mudah2an bermanfaat.

Karena masa study yang udah hampir habis, dan sesuai kontrak belajar kita harus balik ke indo, maka kita mau buat garage sale, menjual apa yang kita punya selama tinggal di sydney, sehingga bisa pulang dengan lebih lenggang. hehehe 🙂

langsung aja, daftar barangnya ada dibawah. kalo mau inspeksi, kirim email aja ke (achmad [at] glclearningcenter.com). kalo mau ngasih comment juga dipersilahkan. bisa juga SMS ke 0433687430. Read the rest of this entry »

Mahalnya english preparation di sydney

with 6 comments

halo,
2011/4/30 :
> Masih tinggal di Sydney?

masih.

> Saya barusan membaca ttg blog di Sydney. Maaf saya ganggu 🙂
> Ada bbrp hal yang ingin saya tanyain..
> Rncn saya mau ngambil english course 25 weeks di UTS Insearch, apa gak kelamaan itu ya mas?

25 weeks berarti 6 bulan gitu yah? biasanya tergantung kemampuan bahasa inggrisnya. makin kurang kemampuan englishnya makin lama preparation englishnya, makin mahal bayarnya. disini kan pendidikan udah jadi industri. prinsip utama adalah yang penting bayar.

Kebetulan saya dapat akomodasi yang harganya $375 / week. Jadi bimbang saya.. Apa saya berusaha aja dapat poin tinggi (ielts) di Indo saja atau gimana lebih baiknya yah? Sebelum & sesudah terimakasih.

anda ini lanjut ke master yah? kalo saya jadi anda, mending saya belajar ielts di indonesia dan ujian ielts di indo juga. murah/mahal kan relatif. mendingan anda tanya dulu 375/week itu dapet apa aja. trus bandingkan dengan harga akomodasi di tempat lain. jika akomodasi tersebut cuman buat single, unfurnished, tanpa fasilitas lain2, maka 375AUD/week itu mahal.

semoga berguna

Kemalingan di Sydney & Bule pencuri. Selalu waspada dimana saja…

with 2 comments


Barusan dapet informasi dari rekan saya (mbak ella, anak AusAID juga) bahwa apartmentnya kemalingan tadi malem, saat ini rumahnya sedang disidik polisi. Informasi yang didapat sejauh ini: ciri2 malingnya adalah bule, umur 18-22 tahun, pakai sweater hitam. masuk lewat jendela, dan membobol kawat yang ada disana. Yang dicuri: laptop, kamera… Read the rest of this entry »

Surat Terbuka PPIA untuk Komisi 8 DPR RI

without comments

Kemaren dapat email dari pengurus PPIA yang berisi tanggapan tentang rencana anggota DPR RI yang mau study banding ke Australia, tepatnya ke kota Sydney & Melbourne. Tema kunjungan: kunjungan kerja terkait regulasi dan jaminan bagi fakir miskin di Indonesia.

Tanngapan resmi PPI australia dapat diakses di: http://ppi-australia.org/?p=597 Read the rest of this entry »

Apa itu ANZAC day?

with 2 comments

Bagi rekan2 yang tinggal di Australia/New Zaeland, khususnya sydney, pasti sudah tidak asing lagi mendengar kata ANZAC. Bagi mahasiswa UNSW, sudah hampir dipastikan mengenal kata jauh2 hari sebelum datang pertama kali ke kampus karena UNSW terletak di jalan ANZAC parade. hehehe ANZAC parade adalah sebuah jalan yang panjang dayang terbentang dari sydney CBD sampai ke selatan di daerah la perouse. Read the rest of this entry »

Easter 2011 & BBQ KPII

with 6 comments


Cerita tentang easter tahun kemaren udah ditulis disini, dan tahun ini juga mirip2. ada eggs, buns, cakes, mid-term break, dan toko2 yang pada tutup. hehehe… kesempatan ini dipergunakan rekan2 pelajar indonesia untuk melakukan kegiatan rekreasi keluarga.

Tahun ini, kebetulan KPII (kelompok pelajar islam indonesia) UNSW & Usyd sepakat untuk membuat acara barbeque pada hari minggu 24 april 2011. awalnya, lokasi Barbie (bahasa slang aussie untuk BBQ) adalah di blues point reserve, namun karena menurut perkiraan cuaca hari tersebut diperkirakan akan hujan (biasanya prakiraan cuacanya tepat loh), maka lokasi dipindahkan ke cabarita park karena disana ada shelter dimana orang bisa berteduh. tempat BBQ umum yang lain biasanya berupa tempat terbuka. Read the rest of this entry »

Biaya hidup dibeberapa kota besar Australia

with 29 comments

ada yang nanya kesaya,

Salam, Mas Achmad.
Saya berniat untuk tinggal dan bekerja di oz. saya mau tanya di oz di negara bagian manakah yg paling kecil biaya hidupnya?
saya inginnya tinggal di pert, melbourne atau sydney.

Beberapa point yang perlu diperhatikan:

  • Yang jelas, living cost di kota besar lebih tinggi dari kota kecil. Terutama dari biaya akomodasi.
  • Sydney adalah kota dengan living cost tertinggi di Australia, disusul melbourne, brisbane, perth, adeleide, canberra, darwin.
  • Untuk mengetahui berapa dollar living cost di sydney silahkan search blog ini.
  • Sebagai perbandingan, sebuah apartment studio di kota sydney dekat kampus UNSW harganya 280AUD per week, di brisbane, harga segitu udah bisa dapet rumah/unit dengan 2 bedroom.
  • Silahkan lihat tulisan lain untuk mengetahui lebih detil.

salam,

Written by Achmad Mardiansyah

March 5th, 2011 at 8:21 pm

Ternyata begini yah kalo jadi batgirl (BATAK GIRL) itu?

without comments

Ternyata begini yah kalo jadi batgirl (BATAK GIRL) itu? sebuah perjuangan dalam mencari batmannya…

Artikel dibawah ditulis oleh nancy margaretha, rekan kerja saya ketika dulu di SI. Nancy adalah seorang batgirl dimana suaminya bukan batman, melainkan dari negeri asing. tidak ada maksud untuk SARA di artikel ini…

selamat membaca… hehehhe 🙂

——————————————–

Selama berbulan-bulan ini didera pertanyaan seperti ini;

“kenapa ga yang batak aja, kenapa harus bule?”

Bukan, bukan cuma gue aja yang dihantam badai pertanyaan gak penting kek gini.

“Emang ga ada orang Batak lagi, harus bule?”

Kami, cewe batak, kristen pula itu nasib perjodohannya paling buruk sedunia. (ya.. saya hanya membesar-besarkan kenyataan, supaya orang bisa kasian)

Pake logika aja dong…

Read the rest of this entry »

OSPEK vs oweek, and quality management

with 19 comments

Jika di indonesia punya OPSPEK (Orientasi & Pengenalan Sekolah) sering disebut OS atau OSPEK, australia punya oweek. hari ini sampai jumat nanti adalah waktu oweek di UNSW. O-week ini sering disebut juga week 0 (zero) yaitu tepat 1 minggu sebelum kuliah berlangsung. Read the rest of this entry »

Membantu sesama dan berusaha maksimal agar tidak menyesal

without comments

Suatu hari ketika lagi upload tulisan ke blog. Ada adik kelas saya yang kirim message tentang hijrah ke luar negeri. Adalah wajar jika bertanya, karena adik kelas saya yang bernama lukman ini sama sekali belum pernah pergi keluar negeri, belum pernah punya paspor maupun visa, apa lagi berurusan dengan imigrasi. Jadi masih bingung gitu critanya, ditambah takut dan gugup juga kali yah, hehehe.. Saya langsung teringat pengalaman pertama saya keluar negeri yang masih sibuk sana-sini di hari keberangkatan :-). yah didalam hidup pasti akan selalu ada saat yang dinamakan “pertama kali” toh? karena itu bagi rekan2 yang sudah bukan pertama kali, hendaknya bagi2 pengalaman bagi orang2 yang baru pertama kali. karena pasti tiap orang dulunya adalah seorang newbie.

Bagi saya pribadi, memiliki dan menulis artikel di blog pribadi adalah sarana untuk membantu sesama agar pengalaman pahit yang saya rasakan tidak juga dialami oleh orang lain, juga sekedar membagi tips-tips agar urusan jadi lebih mudah. Kebanyakan artikel yang ditulis disana adalah berbentuk reportase, sebagian besar adalah tentang pengalaman sehari-hari, baik dari pribadi maupun dari rekan lain. Read the rest of this entry »

travelling dengan biaya murah meriah? gabung aja dengan komunitasnya

with 2 comments

artikel ini diambil dari sebuah mailing list

———————-
Disadur dari Harian Jawa Pos, 25 Maret 2010….
Siapa tau ada yang berminat backpacker-an around the world
Lumayan kalo mo cari tumpangan or penginapan.

cheers,
Bertha
*yg 2thn lalu nyaris tidur di Gare du Nord, Paris Station*

Anggota Pemburu Bule Jadi Ancaman Terbesar

Jika ingin berkeliling ke luar negeri, tapi modal pas-pasan, Anda bisa menghubungi Nancy Margaretha di Jakarta. Dia telah ditunjuk sebagai country ambassador alias duta besar bagi komunitas backpacker dunia untuk Indonesia.

ZULHAM MUBARAK, Jakarta

KUNCI melakukan perjalanan keliling dunia, bagi Nancy Margaretha, ternyata bukan harus berkantong tebal. Tapi, kejujuran dan keterbukaan. ”Sebab, dua hal itu akan membuka akses Anda sehingga bisa berkeliling dunia dengan murah,” ujar ibu tiga anak yang tinggal di daerah Kelapa Gading, Jakarta, tersebut kepada Jawa Pos kemarin (24/3).

Nancy tidak sekadar ngomong. Selama lima tahun (2005-2010), sedikitnya 30 negara sudah dia datangi. Perempuan 31 tahun berambut sebahu tersebut menambahkan, sebenarnya trik berjalan-jalan keliling dunia secara murah ada pada kemauan seseorang.

Salah satu cara yang paling mudah adalah ikut bergabung dalam komunitas backpacker terbesar di dunia yang memiliki situs di couchsurfing. com yang kini beranggota sekitar 2 juta backpacker. Komunitas itu memiliki perwakilan di 236 negara dan 71 ribu kota di seluruh penjuru dunia. Read the rest of this entry »

Written by Achmad Mardiansyah

November 4th, 2010 at 11:13 am

Seperti apa biaya hidup di Australia (Sydney)?

with one comment

sydney? wah pasti mahal ya disana? biaya hidup disana berapa yah?

pertanyaan diatas adalahsangat sering ditanyakan orang ketika mau pergi ke australia.

beberapa catatan saya:

  • sebaiknya mulai berpikir local ketika tiba di australia. buang jauh2 kurs ketika belanja. jangan samakan harga di indo & oz. jelas beda.
  • mahal & murah adalah relatif tergantung hal yang dibandingkan. nah kalo udah di oz, yang dibandingkan adalah harga2 di oz juga. mindset ini berguna untuk mempercepat adaptasi kita di oz. kalo apa2 di kurskan ke rupiah, wah jadi pusing sendiri kita. kerjaannya bakal mengeluh terus….
  • biaya sekali makan di sydney adalah sekitar 7-9 AUD. ini adalah harga standar. kalo lebih dari itu ya termasuk mahal.
  • ada cerita menarik dari seorang rekan tentang mengukur living cost suatu tempat. caranya dengan membandingkan harga big mac. harga bigmac di sofia bulgaria adalah sekitar 4.5 AUD, sedangkan harga bigmac di sydney adalah sekitar 7 AUD, dan di jakarta adalah sekitar 3AUD. ini artinya living cost di sofia lebih rendah dibandingkan sydney. dan memang, bulgaria adalah negara yang living costnya paling murah di eropa (pengalaman pribadi).
  • biaya transport dibahas ditulisan lain
  • biaya akomodasi dibahas ditulisan lain
  • biaya kesehatan, asalkan udah dicover oleh asuransi, maka tidak perlu bayar.

Written by Achmad Mardiansyah

October 28th, 2010 at 5:31 pm

Telco vs. IT, dan menjadi expatriate

with 14 comments

Suatu hari ketika lagi browsing buat nyari2 tembahan material untuk kuliah, saya dikirimi email dari temen saya yang lagi nyari kerja. lagi bingung milih critanya.. bingung milih lebih baik dari pada bingung nganggur ngak punya kerja kan yah? hehehe…

Mas, saya dapat tawaran dari DGE (dian graha elektrika) untuk posisi telco (telekomunikasi) engineer, dan juga ada tawaran ke partnernya Sun microsystem dengan posisi system engineer. enaknya pilih yang mana yah?

saya jawab,

ya kamu sendiri gimana maunya? jangan ikut2an orang.. jadi orang kan harus ngerti apa yang kamu sukai.

dia bales,

nah itu dia, saya seneng dua2nya. jadi bingung milihnya. saya pengen juga kerja di luar negeri seperti orang2 itu. mohon masukannya mas :-p hehehehe Read the rest of this entry »

Definisi, referensi, diskusi dan plagiarisme

with one comment

Suatu hari ketika kita sedang mengerjakan tugas kuliah project management. Tugas kali ini dikerjakan secara online, berkelompok, dan penilaiannya juga online. segala aktivitas online nantinya akan diperhatikan sebagai penilaian. “loh? berarti UNSW bekerja sama dengan facebook, yahoo, google & lain-lain itu untuk memonitor aktivitas kita?” hehehe.. tidak, bukan seperti itu. Jadi di UNSW, mereka punya platform/aplikasi untuk belajar online berbasis web. didalam platform itu ada fasilitas forum diskusi, blogging, quiz, file upload, dll. semua aktivitas ada lognya, terlihat jelas dan transparan. contoh: tanggal kita login, komentar apa saja yang kita lakukan, halaman apa saja yang kita akses dan waktunya aksesnya, dan file apa saja yang di upload, dsb.

Saat artikel ini ditulis, aplikasi yang dipakai UNSW adalah blackboard, setelah sebelumnya menggunakan webCT-vista. Namun dibeberapa jurusan, ada juga yang menggunakan moodle, sebuah platform opensource yang dapat digunakan dan dimodifikasi secara bebas, terbuka, dan ratis. jadi yang namanya software opensource sekarang sudah tidak dapat dianggap remeh karena institusi sekelas UNSW aja mau pake itu software.

Kembali ke topik. jadi ceritanya, kita adalah sebuah team, dimana dalam assignment pertama ini saya bertugas sebagai project manager dan sisanya tentu saja menjadi anggota. posisi project manager akan dirolling setiap kali mengerjakan study kasus baru, dengan tujuan agar setiap anggota team ngerasain jadi project manager yang ngatur2 anak buah. setiap kelompok akan disediakan forum diskusi online untuk membahas topik yang diberikan. disini, kita dapat membuat thread untuk topik tertentu. caranya tidak sulit, kalo anda pernah ikutan forum diskusi online atau mailing list, ya berarti tidak akan kesulitan menggunakan platform ini karena cara kerjanya mirip. nah segala macam komentar kita (istilahnya posting), akan dinilai bobotnya oleh para pengawas. saya tidak perlu menjelaskan bahwa segala aktivitas menggunakan bahasa inggris toh? sekedar informasi, dalam diskusi online ini, para pengawas itu lebih menuntut kualitas postingan daripada kuantitas. yang dicari adalah alasan atau analisis kita dalam setiap postingan. sehingga jika berniat untuk menjadi oneliner (postingan yang cuman sebaris atau dua) yang biasanya berisi “yes. i agree” atau sebaliknya “no. i don’t agree”, seperti agan-agan yang nulis di kaskus itu, sebaiknya diurungkan karena itu justru akan mengurangi point anda disana.

Read the rest of this entry »