Achmad Mardiansyah's Journal

manage your knowledge by writing it

Archive for the ‘*NIX-world’ Category

Apa saja jenis-jenis pekerjaan di dunia IT (information technology) & Telekomunikasi?

with 13 comments

from https://en.wikipedia.org. pekerjaan di dunia it

Pengunjung blog saya ternyata mempunyai latar belakang yang beragam tentang IT dan Telekomunikasi. beberapa dari mereka ada yang sangat awam sehingga mendorong saya untuk menulis pekerjaan di dunia it. Sebelum pertengahan tahun 2000-an, IT dan telekomunikasi adalah domain yang terpisah, dimana teknologi yang digunakan di kedua domain ini berbeda. misal teknologi PCM-30 tidak akan ditemui di perusahaan non-telekomunikasi.

Kini, karena semakin banyak teknologi IT diadopsi ke industri telekomunikasi, membuat batasan IT dan telekomunikasi semakin kabur. misal: PCM-30 semakin ditinggalkan dan beralih ke teknologi ethernet.

Terus terang, posisi/pekerjaan di IT & telco adalah sangat-sangat banyak sekali ragamnya, mulai dari entry level, sampai advanced., karena telco & IT adalah industry yang besar dan luas. yang saya tulis disini hanyalah sebagian saja, jika ada rekan2 yang ingin berkontribusi, adalah sangat dipersilahkan. tujuan saya menulis artikel ini adalah untuk mengenalkan dunia IT dan telekomunikasi ke orang-orang indonesia, menginformasikan (pekerjaan di dunia it) hal-hal apa saja yang dipersiapkan jika ingin berkarir didunia ini, sehingga diharapkan IT & telekomunikasi indonesia akan lebih baik lagi. Read the rest of this entry »

recording presentasi MUM (Mikrotik User Meeting), Zagreb, Croatia, march 2013

without comments

Sesuai dengan yang di ceritakan pada undangan sebelumnya, recording presentasi ternyata sudah selesai diupload oleh mikrotik.

sekedar catatan, sebagian topik yang disampaikan pada konferensi ini adalah bersifat teknikal, sehingga agar dapat memahami dengan lebih baik, disarankan audience sudah mengerti tentang computer networking dan pernah menggunakan perangkat mikrotik. semoga berguna bagi yang mengakses. 🙂

salam,

URL pendek: http://wp.me/pRkxT-XN

Convert KVM image from raw to vmdk

without comments

Hari ini dilakukan migrasi mesin-mesin virtual dari mesin yang lama (menggunakan ubuntu + kvm + lxc) ke server baru yang menggunakan proxmox 2.2.

Salah satu pekerjaan yang perlu dilakukan adalah convert image harddisk dari VM yang lama. proxmox sendiri mensupport 3 format image harddisk yaitu: raw, qcow2, dan vmdk. pilihan saya jatuh pada format vmdk. kenapa? karena format vmdk itu fleksible, punya fitur kompresi, dan ketika di copy ke tempat lain besarnya tidak berubah.

ini berbeda dengan raw format dimana disk block yang digunakan dan filesizenya berbeda, sehingga akan repot & lama jika kita mau copy image ini ke komputer lain. contoh: kita membuat sebuah raw image yang besarnya 50GB. saat beroperasi kita hanya menggunakan 2GB saja. ketika diperiksa berapa jumlah block yang digunakan menggunakan du, maka yang terpakai adalah 2 GB saja. namun ketika dicopy ke tempat lain, maka total file dicopy dan yang ditulis ke destination adalah 50GB, dimana akan makan banyak tempat & waktu. Read the rest of this entry »

Written by Achmad Mardiansyah

March 8th, 2013 at 8:34 am

troubleshoot: no console access on openvz container

without comments

Hari ini server virtualisasi yang baru telah selesai disetup. beberapa template openvz pun sudah didownload. sekarang kita bisa buat container openvz yang baru.

Sayangnya, setelah setup container, start vm, kemudian klik tombol console, saya tidak dapat mengakses consolenya. ya, di console ada muncul output seperti normalnya komputer booting namun tidak ada prompt input username & password.

Selidik punya selidik, ternyata ini dikarenakan template vm yang tidak mensupport ini, sehingga kita perlu masuk vm tersebut dari host OS kemudian mengubah beberapa file disana. Read the rest of this entry »

Written by Achmad Mardiansyah

March 7th, 2013 at 8:37 am

Troubleshoot: cannot setup NAT on openvz

without comments

suatu hari saya sedang melakukan konfigurasi terhadap guest OS yang ada di server. Guest OS tersebut menggunakan openvz, mempunyai 2 ethernet card, dan saya ingin mengaplikasikan NAT pada guest OS tersebut.

Sayangnya, ketika saya mengeksekusi iptables untuk NAT, saya mendapat error berikut:

iptables v1.3.5: can’t initialize iptables table `nat’: Table does not exist (do you need to insmod?)
Perhaps iptables or your kernel needs to be upgraded.

analisis:

dari error log diatas, terlihat bahwa operasi NAT tidak dapat dilakukan karena table NAT di iptables tidak available, dan penyebabnya bisa jadi adalah modul kernel yang berkaitan dengan feature itu belum di load.  Read the rest of this entry »

mysql bug? error after mysqlcheck optimize

with 2 comments

hari ini ada error yang aneh sekali dimana saya tidak dapat login ke aplikasi php saya yang berbasis mysql. Action maintenance terakhir yang dilakukan adalah menjalankan mysqlcheck untuk mengecek database mysql (menggunakan opsi –check) & melakukan optimasi (menggunakan –optimize) database yang ada disana.

dari penggalian symptom, didapat bahwa aplikasi dapat connect ke database,  namun tidak dapat melakukan operasi update. pantesan websitenya bisa dibuka (operasi read), tapi ngak bisa login. karena operasi login akan menulis log ke database alias melakukan operasi update/insert.
Read the rest of this entry »

Troubleshoot: slow squid, All redirector processes are busy

without comments

Suatu hari ketika troubleshooting jaringan di kantor, saya mendapat symptoms berikut:

  1. user merasa lambat ketika browsing
  2. saya mendapat warning pada cache.log squid:
    2012/04/26 08:32:38| WARNING: All redirector processes are busy.
    2012/04/26 08:32:38| WARNING: 5 pending requests queued
    2012/04/26 08:37:37| WARNING: All redirector processes are busy.
    2012/04/26 08:37:37| WARNING: 5 pending requests queued
    2012/04/26 08:39:24| WARNING: All redirector processes are busy.
    2012/04/26 08:39:24| WARNING: 5 pending requests queued
    2012/04/26 08:48:50| WARNING: redirector #5 (FD 15) exited
    2012/04/26 08:48:50| WARNING: redirector #1 (FD 7) exited
    2012/04/26 08:48:50| WARNING: redirector #4 (FD 13) exited
    2012/04/26 08:48:50| WARNING: redirector #2 (FD 9) exited
    2012/04/26 08:48:50| WARNING: redirector #3 (FD 11) exited
    2012/04/26 08:49:44| WARNING: All redirector processes are busy.
    2012/04/26 08:49:44| WARNING: 5 pending requests queued
    2012/04/26 08:52:56| WARNING: All redirector processes are busy.
    2012/04/26 08:52:56| WARNING: 5 pending requests queued
    2012/04/26 09:00:07| WARNING: redirector #4 (FD 13) exited
    2012/04/26 09:00:07| WARNING: redirector #2 (FD 9) exited
    2012/04/26 09:00:07| WARNING: redirector #3 (FD 11) exited
    2012/04/26 09:00:07| WARNING: redirector #5 (FD 15) exited
    2012/04/26 09:00:07| WARNING: redirector #1 (FD 7) exited
    2012/04/26 09:00:59| WARNING: All redirector processes are busy.
    2012/04/26 09:00:59| WARNING: 5 pending requests queued
    2012/04/26 09:04:33| WARNING: All redirector processes are busy.

analisis: Read the rest of this entry »

Written by Achmad Mardiansyah

August 27th, 2012 at 7:20 am

Tentang FreeBSD, server, VPS, colocation, hosting

without comments

Kebetulan ada student yang bertanya ke saya tentang FreeBSD, server, VPS, Colocation, dan Hosting. pertanyaannya cukup banyak, sehingga sekalian saya buat artikel saja untuk ini. saya rasa ada banyak orang diluar sana yang juga punya pertanyaan sama.

Dear Mas Achmad,
1. TIPE DAN UKURAN SERVER
Saya tertarik dengan server AMD dengan pertimbangan jumlah core-nya lebih banyak daripada Intel. Saya sedang mempertimbangan apakah sebaiknya membeli server ukuran 1 Unit atau ukuran 2 Unit?

tergantung kebutuhan. jika punya dana untuk membeli yang 2U, maka mending beli yang 2U saja karena dimasa depan, jika ada kebutuhan upgrade maka dapat dilakukan dengan baik.

Apakah server yang kompatibel dengan OS: RHEL, SLES, dan Oracle Solaris tersebut akan sepenuhnya kompatibel dengan FeeBSD?

biasanya sih, kalo kompatible dengan solaris, juga kompatible dengan FreeBSD. tapi ini belum tentu juga. cara terbaik adalah dengan melihat hardware compatibility list dari FreeBSD.
Read the rest of this entry »

Instalasi lib32 di FreeBSD 9.0, error ketika instalasi virtualbox-ose

without comments

hari ini saya coba install virtualbox di freebsd 9.0 dan error. pesan errornya adalah:

Requires 32-bit libraries installed under /usr/lib32.
Do: cd /usr/src; make build32 install32; ldconfig -v -m -R /usr/lib32
*** Error code 1
Stop in /usr/ports/emulators/virtualbox-ose.
*** Error code 1
Stop in /usr/ports/emulators/virtualbox-ose.

pesan diatas berarti lib32 belum terinstall di system. karena itu perlu kita install dengan cara:

cd /
export DESTDIR=”/”
wget -c ftp://ftp.freebsd.org/pub/FreeBSD/releases/amd64/9.0-RELEASE/lib32.txz
tar -xvppf /usr/freebsd-dist/lib32.txz

OK selesai!
sekarang lib32 telah terinstall dengan baik dan kita dapat melakukan instalasi virtual-box.

Written by Achmad Mardiansyah

April 3rd, 2012 at 11:10 am

how to display information of attached harddisk on freebsd

without comments

kursus freebsd system Administration

Bagi seorang sysadmin, salah satu tugas sehari-hari yang dilakukan adalah menampilkan informasi tentang harddisk yang terpasang ke server.

Tidak seperti linux, FreeBSD mengidentifikasi type device dengan kode sebagai berikut:

ad  – ATAPI (IDE) disk
da – SCSI direct access disk
acd – ATAPI (IDE) CDROM
cd – SCSI CDROM
fd – Floppy disk

untuk melihatnya bisa dicek di directory /dev. namun untuk info yang lebih detil dapat diperoleh dengan cara:

  1. memfilter file /var/run/dmesg.boot. file ini berisi log ketika server dinyalakan. disana terdapat informasi tentang hardware yang terpasang. kita hanya perlu mencari informasi yang relevan saja. contoh:
    # egrep ‘ad[0-9]|cd[0-9]’ /var/run/dmesg.boot
  2. menggunakan tool camcontrol. contohnya:
    # camcontrol devlist

demikian, semoga bermanfaat bagi pembaca

URL pendek: http://wp.me/pRkxT-Xz

Apa itu base-system, update & upgrade di FreeBSD

without comments

FreeBSD mempunyai tools untuk update & upgrade namanya freebsd-update. Tidak seperti distribusi linux dimana kernel dan base systemnya didevelop terpisah, FreeBSD mempunyai base system yang solid dimana “base system” dan kernel freebsd adalah satu kesatuan. jadi core developer FreeBSD selain mendevelop kernel, mereka juga sekaligus mendevelop base-system mereka.

Jika mengambil contoh disto ubuntu, kernel linux didevelop oleh linux foundation yang berada diluar canonical, yang dipimpin langsung oleh linus torvalds. Kemudian oleh canonical, kernel linux dibundel dengan software-software lain dan menjadi base-system.

Base system adalah kumpulan program standar yang menjadi basis sistem operasi. inti dari Operating System kan kernel toh?. tapi apa cukup kalo cuman kernel doang? trus kita ngetik command dimana? untuk itulah diperlukan base-system. contoh program yang termasuk dalam base-system ini: shell (csh, sh), basic utilities (cp, mv, ls, mkdir, cd, rm, rmdir, dll), device management, dll.

Istilah update artinya memperbaharui software yang telah terinstall tapi hanya perubahannya hanya minor saja. hal ini terlihat dari perubahan nomor versi yang kecil misal: dari 9.0-RELEASE-p1 ke 9.0-RELEASE-p2. nomor mayornya tetap sama, yaitu 9.0.
Read the rest of this entry »

Written by Achmad Mardiansyah

November 29th, 2011 at 5:00 pm

Troubleshoot: Could not create the Java virtual machine (openvz)

without comments

Ketika sedang instalasi zimbra di vps openvz, saya dapat error ini ketika mengeksekusi command zimbra:

Could not create the Java virtual machine

setelah nyari kesana kemari, error ini dikarenakan alokasi memory yang terlalu kecil. beberapa software zimbra adalah berbasis java, sehingga butuh banyak memory. dan karena alokasi memorynya kecil, maka muncul error seperti diatas.

solusinya adalah menaikkan nilai privvmpages yaitu parameter yang mengatur alokasi memory untuk sebuah aplikasi. caranya
dengan edit file konfigurasi vps tersebut:

vi /etc/vz/conf/101.conf
 PRIVVMPAGES="2310720:2323220" #tentukan nilainya disini

setelah diedit, kemudian restart vpsnya.
atau bisa dengan command:

root# vzctl set 101 --save --privvmpages 2310720:2323220
 command diatas tidak perlu restart vps.

semoga membantu.
dari sini.

Troubleshoot: perl warning: Setting locale failed

with 2 comments

suatu hari ketika sedang konfigurasi ubuntu, ada error yang menyebalkan dari paket locales:

perl: warning: Setting locale failed.
 perl: warning: Please check that your locale settings:
 LANGUAGE = (unset),
 LC_ALL = (unset),
 LC_CTYPE = "en_US.UTF-8",
 LC_COLLATE = "en_US.UTF-8",
 LC_MESSAGES = "en_US.UTF-8",
 LANG = "en_US.UTF-8"
 are supported and installed on your system.
 perl: warning: Falling back to the standard locale ("C").

solusinya mudah

export LANGUAGE=en_US.UTF-8
 export LANG=en_US.UTF-8
 export LC_ALL=en_US.UTF-8
 locale-gen en_US.UTF-8
 dpkg-reconfigure locales

sumber: dari sini.

melamar pekerjaan yang membutuhkan pengalaman kerja

with 2 comments

Ada yang tanya ke saya,

Mas saya xxxx – mhs. jurusan teknik informatika.
saya mau tanya bagaimana mas dulu merintis karir di dunia networking? mulai dari mana?
karena saya lihat2 di beberapa situs lowongan kerja, rata rata untuk dunia com. networking dibituhkan yg sudah berpengalaman, plg tidak 2 – 3 thn,
terima kasih sebelumnya…

saya cerita pengalaman saya aja ya. background pendidikan dan CV saya bisa dilihat disini. Read the rest of this entry »

Legenda “ping of death”

without comments

Di milis ada yang nanya,

permisi teman numapng nanya
misalnya kita mempunya gateway 192.168.10.1 dan client dengan ip 192.168.10.2. bagaimana caranya agar pada saat client melakukan ping -t 192.168.10.1 jumlah reply cuma hanya sampai 4x saja seperti ping biasanya??

pertanyaan menurut saya ini rada ngak nyambung dengan judul emailnya yaitu:

(ask) limit icmp dengan iptables???? Options

nah dari judul email, berarti yang nanya udah tau dong harus ngapain? dia udah tau bahwa dia ingin me-limit icmp dengan menggunakan iptables.

kemudian ada anggota milis mereply dengan memberikan command iptables untuk melimit rate incoming icmp request. yaitu “iptables -A INPUT -p icmp -m limit –limit 1/second -j ACCEPT”

sayangnya bukan ini yang dia inginkan. yang dia mau adalah si server cuman mereply 4 kali, trus abis itu request icmp-nya dicuekin. aneh… Read the rest of this entry »

Ulasan singkat ubuntu 11.10 (oneiric ocelot)

with 13 comments

Kemaren ada notification di laptop saya bahwa ubuntu release terbaru udah ready. ubuntu tersebut adalah ubuntu 11.10 aka oneiric ocelot. langsung saya iyakan untuk upgrade ke realease tersebut.

spek laptop saya: ACER4520, ext4 filesystem, CPU: AMD turion64 2x 1.9 GHz, wifi, ethernet, nvidia geforce 7000M, RAM: 4GB, webcam, bluetooth

Beberapa komentar tentang proses upgrade:

  • Proses upgrade dimulai dengan mengecek ubuntu existing, dan mengkalkulasi paket mana saja yang akan di download. proses ini ngak lama, cuman beberapa menit aja.
  • Selanjutnya adalah download dari repo. ternyata total bytes yang harus di download dari repo adalah hampir 500MB. saya menggunakan repo.ugm.ac.id karena waktu upgrade saya juga ada disana (di UGM). hehehe… proses ini cepet banget, cuman butuh waktu sekitar 20 menit untuk download semua. yah ditinggal shalat jumat juga udah beres lah… Read the rest of this entry »

Written by Achmad Mardiansyah

October 15th, 2011 at 12:18 pm

Recovery RAID + LVM, server GLC, & SSH

without comments

Hari ini, waktu seharian dihabiskan untuk recovery server GLC. Server GLC? iya. Server GLC yang menghosting situs ini, GLC-CAMPUS, dan glc-portal.

Troubleshooting ini makan waktu lama (dari pagi sampai malam) karena teknologi yang dipakai lebih kompleks dari yang biasa. server GLC menggunakan RAID + LVM, diatas hardware yang ternyata memang harus pensiun. sebenernya problem ini munculnya udah lama semenjak server menjadi susah diakses dengan ssh, dan service http pun juga error. namun karena kendala mudik & lokasi, maka diputuskan untuk meload data lama dari backup pada server lain. konsekuensinya jelas: artikel yang ada menjadi tidak uptodate, namun dengan pertimbangan “daripada website down?” mending pake data yang lama dulu sambil perlahan2 direcovery. Read the rest of this entry »

Setup auto increment di postgresql

without comments

Jadi ceritanya, saya sedang memindahkan aplikasi saya untuk menggunakan postgresql dari sebelumnya mysql.  setelah sebelumnya punya pengalaman buruk dengan mysql. Prosesnya rada lama & ribet, karena code yang ditulis adalah mysql-centric. jadi begitu migrasi, hehehe rada berdarah2 gitu. harusnya sih pake PDO atau teknologi semacam itu agar dapat support ke beberapa database.

Nah salah satu feature database yang penting adalah autoincrement. Artinya nilai pada kolom tersebut akan teriisi otomatis jika kita melakukan operasi insert. contoh kolom yang menggunakan autoincrement: id, nomer invoice, dll. Read the rest of this entry »

Susahnya mengakses server GLC, pengalaman troubleshooting (studi kasus: SSH)

without comments

Hari ini berarti sudah 12 jam lebih website GLC ngak bisa diakses baik melalui http maupun ssh. Jadi, ketika anda membuka website GLC, website tersebut tidak akan menghasilkan apa2 selain blank. Bisa diakses sih, cuman hasilnya timeout karena mungkin yang akses banyak sekali sehingga load server menjadi tinggi sekali. prakiraan saya, semua pengunjung yang datang pada ngakses halaman ini. di facebook beberapa rekan memberikan saran untuk troubleshooting, dan saya sangat mengapresiasi sekali pendapat mereka. berikut ini hal2 yang dapat kita ambil sebagai pelajaran:

Read the rest of this entry »

Mengirim email via mailrelay & mengecek blacklist

with one comment

Jadi critanya, saya lagi bingung konfigurasi mail server saya, kenapa ngak bisa ngirim email ke google atau lainnya. Seharusnya bisa karena protokol SMTP untuk ngirim email bisa langsung dipakai oleh komputer apapun termasuk laptop. nah mail server saya ini berada didalam jaringan telkom (speedy), menggunakan modem sebagai gatewaynya. saya coba kirim beberapa kali tapi hasilnya not delivered. hmmm ada something wrong disini…

Sekedar dugaan (hipothesis): Read the rest of this entry »

Ulasan singkat Unity 2D di Ubuntu Natty 11.4

with 11 comments


Pada tulisan sebelumnya saya udah cerita secara singkat tentang ubuntu 11.4 dengan unity yang buggy. Ngak buggy-buggy amat sih, cuman sebal aja kalo lagi make trus aplikasi jadi hilang tampilannya dan kita harus ngerjain workaround supaya itu bisa lagi.

Read the rest of this entry »

Ulasan singkat ubuntu 11.4 Natty Narwhal

with 4 comments


Tadi malam ketika lagi ngerjain tugas (saya pake ubuntu 10.10 Maverick Merkaat), tiba2 muncul notifikasi bahwa ubuntu 11.4 telah tersedia. langsung saja saya klik tombol “upgrade now”.

Proses upgrade dijalankan melalui koneksi internet, dimana ini adalah cara yang direkomendasikan oleh canonical. Jadi saya ngak perlu download CD untuk kemudian upgrade mesin secara lokal. koneksi internet menggunakan teknologi ADSL2 dan berlangganan pada salah satu ISP lokal disini. infrastrukturnya (kabel & sentral) sih milik telstra , tapi untuk koneksi internet, boleh kita pake ISP mana aja tidak harus telstra. untuk mirror ubuntu, saya menggunakan aarnet, sebuah ISP langgganan kampus dimana memang ISP untuk pendidikan. Read the rest of this entry »

Canterbury distro = merger of the year: debian, gentoo, archlinux, grml, opensuse

without comments

Hari ini ada yang beda ketika mengunjungi beberapa distro linux populer (archlinux, debian, opensuse, gentoo. semua website mereka menampilkan hal yang sama: Canterbury distribution. Dan memang, distro ini baru diluncurkan hari ini (1 april 2011). kirain pada di deface gitu… hehehe padahal enggak. Setelah dibaca2 tujuan distro ini adalah ingin mengatasi masalah klasik distribusi linux yaitu beragamnya distro yang ada. disatu sisi, keragaman distro adalah bagus (seperti banyak partai gitu lah…) karena memang inilah demokrasi tiap orang berhak membuat distronya sendiri. namun disisi lain pengguna jadi bingung untuk memilih. mau tidak mau, sang pengguna harus coba itu distro satu2 dimana proses ini makan waktu yang tidak sedikit. dengan canterbury ini, diharapkan akan muncul distribusi yang mempunyai kelebihan dari distro pendukungnya:

  • Simple as Arch – technologically simple and bleeding edge.
  • Stable as Debian – highly dependable.
  • Malleable as Gentoo – you get what you really want.
  • Live as Grml – readily usable.
  • Openminded as openSUSE – broad and welcoming for everyone.

sebuah inisiatif yang bagus. namun sayang, tanggalnya ituloh… 1 April!! april mop!!
tapi, ada juga alasan2 untuk canterbury, coba cek disini.

hehehehe :-p

short URL: http://bit.ly/hc6SwD

Pengalaman saya dengan dunia per”hacking”an

with 22 comments

http://fajr.blogdetik.com/files/2010/10/hacking.gif

ada rekan yang cerita hacking2an…
jadi inget dulu waktu belajar di kampus (STT Telkom 1999-2003).
Berikut pengalaman saya dengan dunia perhackingan:

1. server di lab pernah di hack juga sama anak IF, dan si orang ini ngedelete isi harddisk. Read the rest of this entry »

Compile C socket programming in solaris OS

without comments

Suatu hari ketika sedang mengerjakan assignment network programming, kita diberi tugas untuk membuat program server & client untuk kuliah networking. ceritanya program server kita nanti akan diakses oleh software client yang kita buat. untuk itu tidak lain dan tidak bukan, ini adalah tugas socket programming. implementasinya bebas, boleh pake c, java, python, dll. Saya pun memilih menggunakan bahasa C untuk socket programming ini, dikarenakan komputer lab menggunakan windows 7, dan diinstall cygwin untuk compile & running program kita.

Read the rest of this entry »