Achmad Mardiansyah's Journal

manage your knowledge by writing it

Archive for the ‘solaris’ tag

Apa saja jenis-jenis pekerjaan di dunia IT (information technology) & Telekomunikasi?

with 13 comments

from https://en.wikipedia.org. pekerjaan di dunia it

Pengunjung blog saya ternyata mempunyai latar belakang yang beragam tentang IT dan Telekomunikasi. beberapa dari mereka ada yang sangat awam sehingga mendorong saya untuk menulis pekerjaan di dunia it. Sebelum pertengahan tahun 2000-an, IT dan telekomunikasi adalah domain yang terpisah, dimana teknologi yang digunakan di kedua domain ini berbeda. misal teknologi PCM-30 tidak akan ditemui di perusahaan non-telekomunikasi.

Kini, karena semakin banyak teknologi IT diadopsi ke industri telekomunikasi, membuat batasan IT dan telekomunikasi semakin kabur. misal: PCM-30 semakin ditinggalkan dan beralih ke teknologi ethernet.

Terus terang, posisi/pekerjaan di IT & telco adalah sangat-sangat banyak sekali ragamnya, mulai dari entry level, sampai advanced., karena telco & IT adalah industry yang besar dan luas. yang saya tulis disini hanyalah sebagian saja, jika ada rekan2 yang ingin berkontribusi, adalah sangat dipersilahkan. tujuan saya menulis artikel ini adalah untuk mengenalkan dunia IT dan telekomunikasi ke orang-orang indonesia, menginformasikan (pekerjaan di dunia it) hal-hal apa saja yang dipersiapkan jika ingin berkarir didunia ini, sehingga diharapkan IT & telekomunikasi indonesia akan lebih baik lagi. Read the rest of this entry »

Compile C socket programming in solaris OS

without comments

Suatu hari ketika sedang mengerjakan assignment network programming, kita diberi tugas untuk membuat program server & client untuk kuliah networking. ceritanya program server kita nanti akan diakses oleh software client yang kita buat. untuk itu tidak lain dan tidak bukan, ini adalah tugas socket programming. implementasinya bebas, boleh pake c, java, python, dll. Saya pun memilih menggunakan bahasa C untuk socket programming ini, dikarenakan komputer lab menggunakan windows 7, dan diinstall cygwin untuk compile & running program kita.

Read the rest of this entry »

DT messaging system could not be started

without comments

Kemarin ada rekan yang tanya kesana, tentang problem di solaris OS. Dia menggunakan solaris 9 yang diinstall pada platform SPARC.
Problemnya adalah dia ngak bisa login dengan account root karena ketika login, consolenya nge-freeze gitu, hang, dan muncul error: DT messaging system could not be started. ohya problem ini terjadi kalo dia pake GUI CDE. ketika dia login pake GNOME, semua baik2 aja.

troubleshoot1:
issue DT berarti berkaitan dengan GUI khususnya CDE. olehkarena itu dicoba untuk menghapus profile DT dari home directory user. sayang, cara ini ngak manjur. problemnya masih ada.

troubleshoot2:
coba untuk mengubah home directory user root ke tempat yang baru. dalam hal ini dari / ke /root (di solaris home directory user root adalah /). caranya dengan membuat directorynya, edit /etc/passwd untuk mendefinisikan home directory, kemudian jangan lupa untuk setting permission dan owner dari directory tersebut.
cara ini manjur, rekan saya akhirnya dapat login dengan account root.

semoga bermanfaat bagi yang membaca.

Written by Achmad Mardiansyah

November 6th, 2010 at 9:44 pm

Lebih dekat dengan UNIX (linux, solaris, freebsd, mac)

with one comment

Unix, Linux, Freebsd, Solaris, MacOS, adalah nama yang tidak asing bagi insan IT, paling tidak pernah dengar. Walaupun bahkan mungkin ada yang belum pernah lihat sama sekali. Tergantung pada situasi yang dihadapi, ternyata mendengar nama saja tidak cukup untuk mengambil keputusan.

Contoh sehari2 misalkan, ada seorang manajer yang ingin implementasi sebuah system operasi, namun bingung memilih karena minimnya informasi tentang sistem operasi diatas. Tentu saja pemilihan yang baik adalah bukan berdasarkan undian. Kita perlu memilih dengan mempertimbangkan trade-offs yang ada untuk kemudian disesuaikan dengan tujuan/kebutuhan kita. Memilih salah satu dari opsi diatas berarti akan memiliki konsekuensi bahwa kita akan mengalokasikan resources (waktu, tenaga, uang) untuk hal tersebut. Dan seperti yang kita ketahui resources yang kita miliki, umumnya terbatas.

Webinar kali ini akan membahas beberapa system operasi UNIX: linux, solaris, freebsd dari beberapa sudut pandang yang bersifat high-level. misal: dari sisi development, basis pengguna, administrasi system, dll.

Agenda webinar:

  • Sejarah & keterkaitan unix, linux, solaris, freebsd
  • Open mind tentang GLC Learning Center
  • Pembahasan persamaan dan perbedaan dari OS UNIX. Read the rest of this entry »

Kelebihan dan kekurangan distro linux xyz, dukungan komunitas

with 2 comments

pada suatu milis ada yang nanya:

saya mau tanya pendapat kawan2 tentang Apa sih fitur, layanan, keunggulan & kekurangan distro xyz? mau milih distro ceritanya?

tanggapan saya, sebenernya kalo dasar unixnya udah bagus dan ngerti konsep, mau pake distro apa aja ngak masalah. mo pake linux, solaris, BSD, sama aja. karena yang bikin bagus performance server adalah adminnya, bukan distronya. meskipun udah dikasih solaris, tapi adminnya ngak ngerti ya repot juga. inilah yang biasanya jadi problem, orang dengan dasar UNIXnya rapuh kuat, sehingga susah beradaptasi dengan environment baru.

Comment: Jangan salah pak, dukungan komunitas dan vendor merupakan hal yang harus dipertimbangkan. Karena dukungan komunitas berpengaruh pada pengembangan distro dan layanan support.

maksudnya pemilihan distro tergantung dari komunitas dan vendor?
pengalaman pribadi, ini tergantung implementasi juga. ini pandangan dari perspektif sysadmin (server point of view).

kalo dipake untuk komersial misal pada perusahaan telco, si perusahaan tersebut memang beli support professional langsung dari si pembuat distronya, misal redhat/novell. jadi mereka memilih distro karena ada professional support disana, yang ada SLA misal “perusahaan support harus merespon kurang dari 1 jam jika ada problem emergency”. perusahaan memilih ini karena susah kalo cuman ngandelin dari milis doang. terutama jika sudah sampe problem yang dalam banget misal: error yang terkait dengan kernel, database, SS#7, driver.

kalo pada implementasi pada perusahaan yang “serah lu dah, yang penting minim budget” pemilihan distro tergantung dari yang dikuasai admin.

Lagipula, yang di omongin dimilis2 kan bukan pada level kernel. 99.99% topik adalah ngomongin tentang aplikasi: apache, mysql, php, iptables, kannel, ssh, dll. Nah, kalo anda udah ngerti konsep unix, beserta aplikasi diatas, maka ngak masalah mo pake distro apa aja. meski anda pake slackware tapi nongkrong di milis ubuntu juga g masalah karena kernel yang dipake adalah kernel linux.

Saya ambil contoh real, ada seorang sysadmin udah bisa install & config macem2 pada mesin yang berbasis linux. trus disuruh manage linux server juga tapi yang environmentnya rada beda dikit doang. si admin rada kebingungan dengan mesin baru tersebut. elidik punya selidik, itu karena ternyata dia ngak ngerti konsep PATH. hahaha…

contoh real lagi tentang dukungan komunitas, saya pernah nanya di sebuah milis linux di indonesia, tentang mencari tahu posisi network interface tanpa reboot, dimana servernya nun jauh disana. namun, apa yang saya dapat? bukannya langsung dikasih tentang solusinya, tapi yang ada malah OOT, ngalor-ngidul: pentingnya dokumentasi, disaster reovery, dll yang sama sekali ngak nge-solve problem. hehehe 😛 bukannya meremehkan komunitas, tapi hanya memberikan sebuah perspektif jika anda mengandalkan komunitas.

Karena itulah saya katakan, baguskan dahulu basicnya. karena kalo udah ngurusin server, bisa bermacam2 environmentnya. kalo dasarnya udah bagus, pake apa aja okeh

kalo pandangan dari desktop user, saya serahkan kepada yang lain aja.

salam,

OpenCSW vs blastwave, which one do you use?

without comments

Based on it’s history, OpenCSW is a project that was made by forking blastwave repository. Both project offers very nice package management similar to apt-get debian. it’s a difficult decision to which which one you preferred especially if you have a lot of solaris servers.

when the project begin splitting 2 years ago, both repos seems similar. however, by the time goes, i think they show more differences, and incompatible each other.

For me, I prefer to use OpenCSW because they provide the packages i need compare to blastwave. i need nginx packages and i found it in OpenCSW.

any comments?

Written by Achmad Mardiansyah

May 28th, 2010 at 10:28 am

Update the Webmin Tool to Manage the Solaris 10 OS Securely Over HTTPS

without comments

César Augusto Sánchez Baquero, August 2007

The Webmin server is an open source tool that enables system administrators to manage systems that run the Solaris Operating System, UNIX, or Linux using a web browser. You can access the server using HTTP or HTTPS. Webmin is included in the Solaris 10 OS; however, the version included is an old version with a default certificate.

If you update Webmin to the latest version, the HTTPS support doesn’t work unless you use the following steps.

1. Set up the Webmin server that is included with the Solaris 10 OS by executing the following command as root:

/usr/sfw/bin/webminsetup

2. You can press ENTER to answer the two first questions, but for the third question, answer y:

Login name (default root):

Web server port (default 10000):

Use SSL?  [y,n,?,q] y

3. Access the Webmin server using a web browser by typing the address https://SERVER.IP.ADDRESS:10000.

4. Log in using the root user name and root password.

5. Create your own certificate:

  • Go the Webmin Configuration Option and then go to the SSL Encryption module.
  • In the Create Certificate option, fill in the form. In the Server Name field, put the server’s IP address.
  • Click Create Now.

6. Before updating Webmin to the latest version, copy the Perl files that support HTTPS and SSL encryption to the Perl library directory:

cd /usr/sfw/lib/webmin
cp -r perlmod/* /usr/perl5/5.8.4/lib/

7. Configure the proxy settings, if necessary. If you access the Internet through a proxy, set your proxy information in the Proxy Servers module of the Webmin Configuration menu.

8. Update Webmin to the latest version:

  • In the Webmin Configuration menu, select the Upgrade Webmin module.
  • Select the option Latest version from http://www.webmin.com, and then click Update Webmin. You can also update the Webmin modules in the Update Modules option of this module.

Now you can manage your systems running the Solaris 10 OS with the latest version of Webmin in a secure fashion using HTTPS.

Configure webmin SMF after upgrade

to start webmin

# svcadm enable  svc:/application/management/webmin

to stop webmin

# svcadm disable  svc:/application/management/webmin

check webmin daemon log:

# tail -f /var/svc/log/application-management-webmin\:default.log

edit webmin configuration script:

# vi /var/svc/manifest/application/management/webmin.xml
<exec_method
 type='method'
 name='start'
 exec='/etc/webmin/start'
 timeout_seconds='30' >
 </exec_method>

source: this link

short version of URL: http://bit.ly/gKMUUc

Written by Achmad Mardiansyah

May 27th, 2010 at 10:16 pm

Goodbye BigAdmin, Welcome Solaris Community Newsletter

without comments

Hari ini dapet email dari oracle. Intinya, bigadmin sudah tidak akan di kirim lagi, dan akan diganti namanya menjadi Solaris Community Newsletter. BigAdmin adalah salah satu newsletter favorit saya dari sun microsystem. isinya adalah tentang informasi, tips, serta issue seputar solaris operating system. saya mendapat banyak manfaat dari bigadmin ini. well, semoga kedepan akan lebih baik lagi.

This is the last BigAdmin Newsletter. Starting in May, all the content that used to appear in the BigAdmin Newsletter will appear in the Solaris Community Newsletter, sponsored by the Oracle Technology Network. We previously called it the Admin2Admin newsletter, but we changed the name to reflect the inclusion of content for developers and students of Solaris and related technologies.

Written by Achmad Mardiansyah

May 5th, 2010 at 10:14 pm

Telecommunication Consultants Undercover

with 54 comments

Sebuah artikel dari rekan saya sunandar, yang dulu pernah berjuang bareng untuk go international, jadi konsultan telekomunikasi di luar negeri, mencari sesuap nasi dan lembaran dollar. hehehe. sunandar ini udah kemana-mana ikutan projectnya, sedangkan saya pribadi tidak seaktif beliau. tetap terus belajar lah, dan meningkatkan kemampuan diri… 🙂

semoga berguna bagi pembaca 🙂

———————————————————–

Telecommunication Consultants Undercover Oleh Sunandar Priyo Sajugo

Telecommunication Consultants atau biasa di sebut Kontraktor merupakan pekerjaan yang sudah lama ada tapi mungkin belum banyak di antara teman-teman yang mengetahui tentang jenis pekerjaan ini, mulai dari jenis pekerjaannya seperti apa, berapa rate gaji yang biasa diperoleh, bagaimana untuk memulainya, apa tips-tips yang berguna bagi pemula untuk dapat menjadi konsultan telekomunikasi yang handal dan bergaji ratusan juga. Oke, mari kita mulai bincang-bincangnya.
Read the rest of this entry »

End of free sun solaris, now it’s oracle solaris with 90 days trial

with 11 comments

Hari ini sempat baca linux journal tentang kebijakan oracle atas OS Solaris.

Mulai sekarang, ada kebijakan baru tentang lisensi OS Solaris. Kalo dulu, Solaris boleh dipakai untuk komersial atau pribadi untuk waktu yang unlimited. Sekarang oracle hanya ngasih 90 hari saja untuk trial. Berikut quotes nya:

Please remember, your right to use Solaris acquired as a download is limited to a trial of 90 days, unless you acquire a service contract for the downloaded Software.

lisensi oracle solaris yang baru dapat diakses di sini.

opensolaris? mysql? java? any comments?

Written by Achmad Mardiansyah

April 1st, 2010 at 8:16 pm

screen, a cool tool for a sysadmin. buat kamu yang sering bekerja remote

with 3 comments

jika anda sebagai sysadmin dan sering bekerja remote, maka screen adalah temen yang perlu anda dekati karena banyak manfaatnya. kadang kita temui problem berikut ketika bekerja secara remote:

  • mau membuka beberapa terminal/console tapi menggunakan koneksi yang sedikit. kalo bisa sih satu koneksi aja, tapi session yang didalamnya bisa dibuat beberapa buah. jadi lebih hemat koneksi
  • gimana caranya agar session yang sudah kita buat dengan login tidak hilang setelah kita disconnect atau ada gangguan koneksi. misal kita lagi compile application remotely, tetapi proses compile tersebut tetap bisa jalan meski kita sudah tidak terhubung lagi dengan server tersebut.

Screen adalah jawaban untuk kasus diatas. seteah dieksekusi, tool screen akan membuat sebuah session yang terkait dengan user tertentu. kemudian kita akan bekerja diatas session yang sudah disediakan oleh screen tersebut. session akan tetap ada sampai diperintahkan untuk di delete. sehingga ketika koneksi putus, kita tinggal login lagi dan menggunakan session yang sudah dibuat tadi.

contoh penggunaan:

# screen (ini artinya membuka session di screen, silahkan bekerja seperti layaknya shell biasa)

ctrl-A + d (tekan tombol ini ketika bekerja di session screen, gunanya untuk men-detach session)

# screen -ls (untuk melihat session screen yang telah dibuat. contoh: ketika login lagi setelah disconnect)

# screen -R (untuk re-attach session)

# screen -x <nama session> (ini nama session sesuai hasil screen -ls)

agar kita tahu di session mana kita berada sekarang, perlu dibuat file .screenrc pada home directory kita. content screenrc:

hardstatus on
hardstatus alwayslastline
hardstatus string "%{.bW}%-w%{.rW}%n %t%{-}%+w %=%{..G} %H %{..Y} %m/%d %C%a "

semoga bermanfaat

source: rekan2 NSN indo, google

perusahaan yang minta superman, atau pelamar yang kurang skill?

with 20 comments

Lanjutan dari diskusi lulusan IT mengecewakan:

> klo menurut saya, terkadang perusahaan saat merekrut biasanya
> requirementnya terlalu berlebih, seperi kebutuhan 10 bidang di jadikan
> satu bidang…
>
Read the rest of this entry »

membuat solaris sebagai router/NAT

without comments

enable IP fowarding

svcadm enable svc:/network/ipv4-forwarding
svcadm enable svc:/network/ipv6-forwarding

check IP fowarding:

svcs -a | grep -i forwarding

display routing features:

routeadm

edit IP NAT

vi /etc/ipf/ipnat.conf
map rtls1 192.168.92.0/24 -> 0/32

enable packet filter to an interface

vi /etc/ipf/pfil.ap
e1000g0  -1  0 pfil

restart daemon:

svcadm enable svc:/network/ipfilter
svcadm enable svc:/network/pfil
svcadm restart svc:/network/ipfilter
svcadm restart svc:/network/pfil

apply NAT:

ipnat -CF -f /etc/ipf/ipnat.conf

monitor:

ipnat -l
ipmon –o N

Written by Achmad Mardiansyah

November 27th, 2009 at 10:01 pm

Setting DNS client di opensolaris

with 2 comments

saya dapat pertanyaan:
kenapa setelah install osol kok ngak bisa ngenet? ngak bisa resolve DNS juga, padahal /etc/resolv.conf udah bener. 🙁

hmmm…
berarti kamu blom ngerti proses resolve DNS di UNIX system.

berikut ini penjelasannya
1. OS pertama kali akan melihat /etc/nsswitch.conf
nsswitch.conf berfungsi untuk menentukan tahap2 resolving object.
contoh object yang di resolve: passwd, hostname, networks, etc.
untuk resolve hostname pastikan di “/etc/nsswitch.conf” ada tulisan:
hosts: files dns
artinya:
– OS akan meresolve sebuah nama host dengan melihat file dalam hal ini /etc/hosts
– jika /etc/hosts tidak ditemukan, maka query DNS server. lihat step 2 dibawah.

2. OS akan melakukan query ke DNS server yang terdaftar di /etc/resolv.conf
pastikan di /etc/resolv.conf ada tulisan:
nameserver 208.67.222.222
nameserver 208.67.220.220
artinya:
– menjelaskan ip address dari DNS server yang akan kita pakai

3. cek service “dns/client” running.
disolaris, daemon “dns/client” berfungsi untuk mengurusi step 1 diatas.
jika ada perubahan di /etc/nsswitch.conf, khususnya pada baris host, restart daemon ini.
check daemon:
# svcs -a | grep dns
online 14:17:45 svc:/network/dns/client:default
restart daemon:
# svcadm restart dns/client

regards,

Written by Achmad Mardiansyah

September 3rd, 2009 at 4:39 pm

Setting IP address di opensolaris / solaris

without comments

Q: mas, cara setting ip address di opensolaris gimana yah?

A. menggunakan nwam (network auto magic)
1. edit file konfigurasi
# vi /etc/nwam/llp
e1000g0 static 192.168.1.17
iprb0 dhcp
artinya:
interface e1000g0 menggunakan ip static
interface iprb0 menggunakan dhcp
2. jika ada perubahan pada file diatas, restart nwam
# svcadm restart nwam

pendapat pribadi: nwam masih banyak bug. kalo anda menjalankan server, sebaiknya matikan nwamnya.

B. konfigurasi tanpa nwam:
matikan service nwam:
# svcadm disable network/physical:nwam

1. kamu harus tahu nama interface yang ada di mesin solaris kamu. caranya:
# dladm show-link

2. buat file yang extentionnya adalah nama interface.
file tersebut berisi ip addres yang akan di pakai oleh interface tersebut.
# vi /etc/hostname.e1000g0
192.168.1.17 netmask 255.255.255.0
artinya:
interface e1000g0 memakai ip address static seperti diatas

3. jika ngak mau repot nulis netmask, buat file:
# vi /etc/netmasks
192.168.2.0 255.255.255.0
192.168.4.0 255.255.255.0
artinya:
interface akan memakai netmask yang telah didefinisikan di /etc/netmask.

4. jika interface tersebut ingin memakai dhcp, maka cukup dengan membuat file
/etc/dhcp.. mis:
# touch /etc/dhcp.iprb0

5.jika terjadi perubahan pada konfigurasi interface, restart daemon yang mengurus hal tersebut:
# svcadm restart network/physical:default

semoga membantu.

Setting Default gateway/router di solaris/opensolaris?

with 2 comments

tanya dunk mas,

Q: cara setting Default gateway di opensolaris?
caranya:
1. kamu bisa buat script sendiri yang berisi perintah untuk membuat default routing. script ini di jalankan ketika booting, dan dapat diletakkan di /etc/rc2.d.
2. jika ingin otomatis di eksekusi ketika booting bisa dengan mengedit file /etc/defaultrouter kemudian masukkan ip address gateway. contoh:
# vi /etc/defaultrouter
192.168.1.1
ini artinya kamu mensetting default route ke 192.168.1.1.

Q: cara ngecek routing table atau default gateway?
# netstat -rn

Q: jika mesin lagi running, dan saya ubah /etc/defaultrouter, gimana caranya supaya default routenya berubah tanpa restart mesin?
solaris punya daemon yang tugasnya membuat default route berdasarkan informasi dari /etc/defaultrouter. jadi kalo kamu sudah merubah /etc/defaultrouter, maka tinggal restart daemonnya agar membaca ulang /etc/defaultrouter.
# svcadm restart network/routing-setup

mudah2an jelas yah…

salam,

opensolaris x86 fast reboot

with one comment

ini adalah salah satu materi yang dipresentasikan pada kernel conference australia dibrisbane.
dibawakan oleh sherry q moore, salah satu kernel developer dari sun microsystem. cewek bo! tumben ada…

Q: kenapa OS perlu reboot?
– karena adanya patches/update. reboot diperlukan supaya patch/update tersebut bisa dijalankan dengan baik. ini adalah alasan yang paling sering dari vendor OS/apllication untuk merestart mesin. mis: microsoft, ubuntu, sun.
– OS overload/crash/hang.
– untuk mengganti/upgrade hardware. meskipun untuk server2 gede (mis: sunfire) ada fasilitas untuk mereplace hardware tanpa mematikan mesin.
Read the rest of this entry »

ZFS deduplication

with 2 comments

semenjak posting saya tentang kernel conference di brisbane, ada rekan yang bertanya tentang ZFS deduplication:

> Jadi deduplication ini bakal diimplementasikan di layer filesystem dari OS?
> Jika maksudnya untuk virtual machine saja, setahu saya Qemu, KVM dan
> User Mode Linux sudah menerapkannya dalam bentuk image yang berbentuk
> COW (Copy On Write). Jadi COW ini berbasis pada suatu image fix, dan
> perubahan yang dilakukan ditulis pada image lain. Dengan demikian jika
> ingin membuat varian baru berdasar image original, tinggal membuat
> image COW lain berdasar image original
> Yang menarik ini tentang hasil speed I/O bisa naik sampai 30%. Ada
> penjelasan metodologi testingnya?

iya. feature ini bakal ditambahkan di ZFS yang sekarang. command untuk eksekusinya adalah:
zfs set dedup=on bla bla bla…
Read the rest of this entry »

Written by Achmad Mardiansyah

July 21st, 2009 at 1:57 pm

kernel conference, brisbane australia

without comments

sekedar mo share info aja.
hari rabu sampe jumat (15-17 july 2009) ada kernel conference di brisbane. topiknya tentang latest issue tentang kernel operating system. pembicara dari macem2: freeBSD, openBSD, linux, sun

agenda bisa dilihat disini:
http://au.sun.com/sunnews/events/2009/kernel/agenda.jsp

salah topik yang banyak mendatangkan pertanyaan peserta hari ini adalah deduplication. feature ini masih testing, tapi sangat menarik untuk diimplementasikan.

contoh kasus deduplikasi:
misalkan kita pake vmware workstation, dan udah buat vm image. kalau kita mau buat vm baru bedasarkan vm image yang kita buat, maka kita tidak perlu copy lagi image tersebut ke tempat yang baru karena vmware bakal ngelink image tersebut dan buat image tambahan jika ada perubahan.
hasilnya:
– hemat space: tidak perlu copy image yang baru
– lebih cepat: karena tinggal ngelink aja.

nah konsep ini yang bakal di implementasikan di ZFS. sehingga jika ada blok yang sama di harddisk, ngak perlu di tulis lagi ditempat lain. tinggal di link aja.
hasil dari testing sejauh ini: space bisa dihemat 40%, speed I/O naik 30%.

buat yang ngak bisa dateng, bisa ikut via internet:
http://www.ustream.tv/channel/kernel-conference-australia
please note: brisbane = GMT+10

Written by Achmad Mardiansyah

July 15th, 2009 at 9:00 pm

Apa itu UNIX? UNIX-like? linux? BSD?

with one comment

ada seorang pelajar nanya ke saya:
apa itu UNIX? bedanya linux, unix, unix-like, BSD itu apa?
santai… kita bahas satu-satu…

Q: Apa itu unix?
A: UNIX itu nama sebuah nama sertifikasi operating system.

Q: ada website tentang sertifikasi ini?
A: ada coba cek di http://www.unix.org. website ini dimiliki oleh organisasi yang bernama open group. sebuah organisasi yang menyediakan sertifikasi Operating System yang spesialisasinya adalah UNIX.

Q: Apa saja yang di sertifikasi?
A: lihat di: http://www.unix.org/what_is_unix/single_unix_specification.html

Q: Mana saja yang termasuk golongan UNIX?
A: http://www.opengroup.org/openbrand/register/ anda bisa lihat disana bahwa solaris, AIX, HP-UX, MacOS, Oracle OS, termasuk dalam UNIX.

Q: Wah, ternyata MacOS itu termasuk UNIX yah?
A: iya, makanya stabil.

Q: Jadi, *BSD / Linux bukan UNIX? kenapa?
A: mereka bukan UNIX, karena BSD & Linux tidak mensertifikasi produk mereka ke opengroup. lagipula proses sertifikasi memerlukan biaya.

Q: Kenapa disebut UNIX-like?
A: karena BSD/Linux bekerja seperti UNIX. Cara memakainya pun mirip seperti system UNIX. Mirip bukan berarti sama 100%.

Q: maksudnya binary compatibility?
Sebuah software yang dicompile pada sebuah system UNIX, bisa langsung dijalankan di system UNIX yang lain. misal software linux dijalankan di solaris atau FreeBSD. namun perlu diperhatikan juga catatan ini

Written by Achmad Mardiansyah

March 6th, 2009 at 9:52 pm

Mount file iso under linux, freebsd, solaris, windows

without comments

File iso adalah sebuah format file yang merupakan image dari sebuah CD/DVD. Jadi CD/DVD tersebut tidak dicopy dengan cara biasa (copy-paste), melainkan akan dicopy sector-per-sector kedalam satu buah file iso. setelah kita membuat iso image dari sebuah cakram, barulah file iso ini dapat kita gunakan untuk hal lainnya. misal membakar CD/DVD blank dari sebuah file iso ini, atau me-mount file iso ini agar dapat dicopy isinya.

Untuk anda ketahui, sebenarnya proses menggandakan/copy CD/DVD juga menggunakan file ISO juga loh. CD/DVD yang asli akan dibuat image iso-nya oleh software, kemudian file image ini akan digunakan untuk sebagai source untuk membakar cakram yang masih kosong.

jika anda menggunakan linux, freebsd, solaris, mac (UNIX family) anda dapat menggunakan utility mount untuk memount file iso.

linux:
mount -o loop -t iso9660 thefile.iso /mnt/iso

freebsd:
mdconfig -a -t vnode -o readonly -f /home/iso/file.iso

solaris:
mount -F hsfs -o ro `lofiadm -a /home/image.iso` /mnt/iso

untuk windows, anda dapat perlu menginstall software tambahan. misal: virtual drive, daemon tools, magic iso, atau lainnya.

semoga berguna bagi pembaca

 

Cara shutdown Solaris OS yang benar?

with 3 comments

tulisan ini diangkat dari pengalaman penulis ketika jadi engineer di salah satu vendor telco.
penulis dah biasa dengan linux, jadi ketika itu di tugasin untuk matiin mesin.
dengan sangat PD nya, penulis mematikan mesin dengan gaya LINUX. hehehe :-p
HASILNYA:
di damprat oleh engineer senior!!
tenang, ini bukan di mesin produksi kok, cuman di testbed aja.
hahaha…
Read the rest of this entry »

Solaris Basic Administration: install/uninstall software/patches

with 4 comments

Tulisan ini, aslinya bernama Solaris Basic Administration: Package & patch administration.
namun dengan alasan newbie friendly, namanya diganti menjadi: Solaris Basic Administration: install/uninstall software/patches

artikel ini khusus membicarakan package management & patch management.
maksudnya: membahas tentang gimana cara kita untuk melakukan install/uninstall software/patch di solaris.
sama seperti windows, solaris juga punya banyak software yang perlu diinstall.

namun tata cara instalasinya beda:

1. dari sisi format paket software:
di windows: software diinstall berbentuk file executable. biasanya dengan extention .exe, .msi
di solaris: software diinstall berbentuk bukan file executable. biasanya memiliki extention: .pkg

2. dari sisi eksekusi:
di windows: kita klik file executable tersebut, kemudian ikuti instruksi.
di solaris: – kita perlu ngetik command untuk install package tersebut: pkgadd
– kita bisa pakai GUI: admintool, prodreg, ./installer (jika pake DVD solaris)

3. dari sisi struktur direktori & registrasi.
di windows: tiap file dari software yang akan diinstall (file binary/executable, library, config file, dll) akan di masukkan ke directory khusus untuk software tersebut (biasanya di C:\Program Files\). sebagian ada yang dicopy ke directory c:\windows. dalam proses instalasi juga terdapat script yang dieksekusi. Setelah itu installer akan menulis sesuatu diregistry windows.
di solaris: solaris OS mempunyai struktur directory untuk setiap tipe file. sehinga file dari software baru tersebut disebar ke beberapa directory. directory /etc sebagai tempat naruh file konfigurasi. /usr/bin atau /usr/sbin untuk naruh file binary. /usr/lib atau /lib untuk naruh library. /var untuk naruh log. di dalam file package solaris, ada preinstall script (dieksekusi sebelum file dari package dicopy ke OS) dan postinstall script (dieksekusi setelah file dari package dicopy ke OS). script ini berguna untuk membuat instalasi package lancar, misal: mengurusi permission.
Setelah file di copy ke harddisk, maka installer akan memberitahu OS dan menyimpan data software pada catatan yang tersedia. sehingga user dapat tahu kapan software tersebut diinstall, kapan di upgrade, dll

berlaku untuk windows & solaris:
hati2 jika menginstall software bajakan / software dari situs tidak resmi.
karena bisa jadi program tersebut disusupi malware, Solaris kamu bisa langsung rusak saat instalasi. dibilangnya software untuk DNS ternyata bukan. kalo mo lebih aman ya beli softwarenya, jangan pake software bajakan hehehe…

4. jika ingin uninstall
di windows: masuk ke control panel, add/remove programs, trus pilih software yang mau di uninstall
di solaris: – pake command: pkgrm
– bisa pake GUI: admintool, progreg

Saran, jika ingin install software di solaris tanpa package management, dengan cara: compile software sendiri
sebaiknya saat compile tidak menggunakan opsi –prefix=/. karena hasil compile-an anda akan masuk di directory induk OS. jika anda tidak mengetahui file apa saja yang dibuat setelah process compile serta letak file tersebut, maka akan menyulitkan proses un-install. anda meng-unsinstallnya dengen mendelete file tersebut satu demi satu: anda harus tau filenya serta lokasinya bukan?

saran: untuk compile sendiri silahkan pakai opsi: –prefix=/usr/local/.
dengen opsi ini, file yang telah dicompile, akan dicopy ke directory: /usr/local/. sehingga kalo mau un-install tinggal delete aja itu folder.

5. tentang dependency
instalasi software di OS, pasti ada yang namanya dependency. yaitu ketergantungan terhadap software lain. maksudnya, software lain tersebut harus sudah terinstall dahulu sebelum software utama kita diinstall.
di windows: biasanya udah disediain oleh installer tersebut. kalo ngak, installer biasanya minta download dari internet.
di solaris: – jika pake comand line (pkgadd), andalah yang akan mengurusi dependency software, bukan pkgadd nya. jadi perlu punya knowledge tentang software tersebut.
– jika pake GUI: udah diurusin oleh GUInya

FYI, mirip dengen linux, di solaris terdapat beberapa organisasi yang ngurusin package management. mereka menyediakan tool untuk mengurus dependency serta porting software.

sebagai contoh: http://www.blastwave.org
organisasi ini bertujuan untuk memporting software supaya bisa digunakan di solaris.
hasil kerja mereka bisa dilihat di: http://www.blastwave.org/packages.php
biasanya organisasi ini semacam ini menyediakan sendiri librarynya.
contoh: jika kamu compile mysql di solaris, maka mysql tersebut akan memakai library yang bawaan solaris. jika kamu install dari blastwave, library yang menunjang mysql tersebut juga akan download dari blastware repository. hal ini berguna untuk menjaga stabilitas paket bawaan blastwave.

sekian dulu…

cara mengganti hostname di solaris 10

without comments

ini adalah lanjutan artikel sebelumnya dimana ada rekan saya yang dapet warning karena ceroboh mengeksekusi command di solaris.

di linux, command ‘hostname -i’ akan memberikan ip address dari komputer yang bersangkutan. namun di solaris, command tersebut akan mengubah hostname server solaris menjadi ‘-i’. sehingga beberapa aplikasi yang berbasiskan hostname langsung hang… :-p

nah, pertanyaan selanjutnya, “gimana cara mengganti hostname di solaris 10?”. baik, berikut ini prosedurnya:

  1. edit /etc/inet/ipnodes (For Solaris 10 11/06 and earlier releases only), ganti entry yang ada disana sesuai dengan hostname yang baru.
  2. edit /etc/inet/hosts, ganti entry yang ada disana dengan hostname yang baru. jika ip addressnya berubah bisa sekalian diganti juga disini.
  3. edit /etc/hostname.’interface’. ganti ‘interface’ dengan nama interface primary. bisa diisi ip address, atau hostname yang berada di /etc/hosts
  4. edit /etc/netmasks. supaya ngak perlu report untuk kalkulasi network id & broadcast address, maka edit /etc/netmask ini.
  5. reboot system agar perubahannya menjadi permanent

semoga bermanfaat ya…

Written by Achmad Mardiansyah

December 10th, 2008 at 5:48 pm

Binary compatibility & tukang porting

without comments

tanya dunk…

Q: package linux apakah bisa dijalanin di solaris nggak ya?? Kalo BSD kan ada linux compabilitynya. Kalo opensolaris ada ga’mas??
kalo kamu tanya: apakah bisa? jawabnya: tentu bisa. ini pertanyaan general soalnya. hehehe..

tapi kalo tanya lebih detil: bagaimana? dan apa saja yang bisa?
kalo ini jawabnya rada susah, karena gak semuanya bisa. feature ini rada maksa dan cocok2an.
ini berlaku di semua OS loh: unix, linux, windows, mac, dll
hehehe :-p

So, saran saya, jangan terlalu percaya sama feature binary compatibility ini deh.
mending pake native binarynya, atau compile source codenya.
Kalo mo coba2 sih terserah. softwarenya bisa pake: wine (di linux), lxrun (di solaris).

Beberapa perusahaan memang concern dengan stabilitas, pada males pake feature ini.
ini adalah feature dari marketing/hobbyist supaya banyak orang yang pake OSnya. biasa, namanya juga marketing. ngak jelek sih, tapi ada resiko jika anda memakai feature ini.

logikanya gini,
inti dari OS kan kernel, maka dari itu, aplikasi yang dibuat diatasnya pasti akan berbasiskan kernel tersebut kan? aplikasi tersebut harus kompatible dengan kernel, supaya bisa mengakses hardware toh?
kernel HP-UX, AIX, SCO, SOLARIS, LINUX, WINDOWS, MAC adalah beda. maka aplikasi yang dibangun diatasnya bakal tidak kompatibel satu sama lainnya. jelas kan?

contoh:
kamu buat program dengan bahasa C di LINUX. trus kamu compile source code kamu itu, dan selanjutnya akan menghasilkan file binary toh? file binary tersebut akan mulus berjalan di linux karena memang udah dicompile untuk berjalan disono. logis toh?
kalo file binary linux tersebut di run di OS lain dan mandek, ya jelas aja bisa mandek dong, karena kernelnya jelas beda. meskipun OS lain tersebut dibuat dengen bahasa C juga.

apanya sih yang membuat kernel beda?:
– cara mengakses harddisk
– menampilkan character di display
– system calls (ini yang utama)
– management memory
– cara mengakses CPU
– serta sejuta alasan lainnya yang membuat kernel beda. hehehe…

mungkin kalo di ibaratkan, seperti menerapkan “Free Sex” di Indonesia dan di Eropa.
yaa.. kalo di indo bakal susah penerapannya, bakalan banyak demo. hehehe…
basically adalah karena kernel orang indo beda dengan eropa.
Basicnya udah beda banget, kalo pun bisa diterapkan, namanya maksa.

maka dari itu, ada yang namanya porting aplikasi. sebuah aplikasi akan coba di recompile untuk berjalan di system lain. Kerjaan porting ini juga bukan kerjaan mudah loh. source code yang di tulis dengen bahasa C, ketika sukses di compile di linux, belum tentu juga sukses dicompile di solaris.
makanya si tukang porting perlu ngutak-ngatik source code juga biar bisa dicompile.

kalo ngak mau report porting, ya nulis programnya jangan pake bahasa C, tapi pake JAVA.
dijamin kompatible di semua platform. hehehe

tertarik jadi tukang porting? :-p

URL pendek: http://bit.ly/jQ4F9e