Achmad Mardiansyah's Journal

Manage your knowledge by writing it

Archive for the ‘unix’ tag

Apa saja jenis-jenis pekerjaan di dunia IT (information technology) & Telekomunikasi?

with 13 comments

from https://en.wikipedia.org. pekerjaan di dunia it

Pengunjung blog saya ternyata mempunyai latar belakang yang beragam tentang IT dan Telekomunikasi. beberapa dari mereka ada yang sangat awam sehingga mendorong saya untuk menulis pekerjaan di dunia it. Sebelum pertengahan tahun 2000-an, IT dan telekomunikasi adalah domain yang terpisah, dimana teknologi yang digunakan di kedua domain ini berbeda. misal teknologi PCM-30 tidak akan ditemui di perusahaan non-telekomunikasi.

Kini, karena semakin banyak teknologi IT diadopsi ke industri telekomunikasi, membuat batasan IT dan telekomunikasi semakin kabur. misal: PCM-30 semakin ditinggalkan dan beralih ke teknologi ethernet.

Terus terang, posisi/pekerjaan di IT & telco adalah sangat-sangat banyak sekali ragamnya, mulai dari entry level, sampai advanced., karena telco & IT adalah industry yang besar dan luas. yang saya tulis disini hanyalah sebagian saja, jika ada rekan2 yang ingin berkontribusi, adalah sangat dipersilahkan. tujuan saya menulis artikel ini adalah untuk mengenalkan dunia IT dan telekomunikasi ke orang-orang indonesia, menginformasikan (pekerjaan di dunia it) hal-hal apa saja yang dipersiapkan jika ingin berkarir didunia ini, sehingga diharapkan IT & telekomunikasi indonesia akan lebih baik lagi. Read the rest of this entry »

how to display information of attached harddisk on freebsd

without comments

kursus freebsd system Administration

Bagi seorang sysadmin, salah satu tugas sehari-hari yang dilakukan adalah menampilkan informasi tentang harddisk yang terpasang ke server.

Tidak seperti linux, FreeBSD mengidentifikasi type device dengan kode sebagai berikut:

ad  – ATAPI (IDE) disk
da – SCSI direct access disk
acd – ATAPI (IDE) CDROM
cd – SCSI CDROM
fd – Floppy disk

untuk melihatnya bisa dicek di directory /dev. namun untuk info yang lebih detil dapat diperoleh dengan cara:

  1. memfilter file /var/run/dmesg.boot. file ini berisi log ketika server dinyalakan. disana terdapat informasi tentang hardware yang terpasang. kita hanya perlu mencari informasi yang relevan saja. contoh:
    # egrep ‘ad[0-9]|cd[0-9]’ /var/run/dmesg.boot
  2. menggunakan tool camcontrol. contohnya:
    # camcontrol devlist

demikian, semoga bermanfaat bagi pembaca

URL pendek: http://wp.me/pRkxT-Xz

Apa itu base-system, update & upgrade di FreeBSD

without comments

FreeBSD mempunyai tools untuk update & upgrade namanya freebsd-update. Tidak seperti distribusi linux dimana kernel dan base systemnya didevelop terpisah, FreeBSD mempunyai base system yang solid dimana “base system” dan kernel freebsd adalah satu kesatuan. jadi core developer FreeBSD selain mendevelop kernel, mereka juga sekaligus mendevelop base-system mereka.

Jika mengambil contoh disto ubuntu, kernel linux didevelop oleh linux foundation yang berada diluar canonical, yang dipimpin langsung oleh linus torvalds. Kemudian oleh canonical, kernel linux dibundel dengan software-software lain dan menjadi base-system.

Base system adalah kumpulan program standar yang menjadi basis sistem operasi. inti dari Operating System kan kernel toh?. tapi apa cukup kalo cuman kernel doang? trus kita ngetik command dimana? untuk itulah diperlukan base-system. contoh program yang termasuk dalam base-system ini: shell (csh, sh), basic utilities (cp, mv, ls, mkdir, cd, rm, rmdir, dll), device management, dll.

Istilah update artinya memperbaharui software yang telah terinstall tapi hanya perubahannya hanya minor saja. hal ini terlihat dari perubahan nomor versi yang kecil misal: dari 9.0-RELEASE-p1 ke 9.0-RELEASE-p2. nomor mayornya tetap sama, yaitu 9.0.
Read the rest of this entry »

Written by Achmad Mardiansyah

November 29th, 2011 at 5:00 pm

Pengalaman saya dengan dunia per”hacking”an

with 22 comments

http://fajr.blogdetik.com/files/2010/10/hacking.gif

ada rekan yang cerita hacking2an…
jadi inget dulu waktu belajar di kampus (STT Telkom 1999-2003).
Berikut pengalaman saya dengan dunia perhackingan:

1. server di lab pernah di hack juga sama anak IF, dan si orang ini ngedelete isi harddisk. Read the rest of this entry »

Lebih dekat dengan UNIX (linux, solaris, freebsd, mac)

with one comment

Unix, Linux, Freebsd, Solaris, MacOS, adalah nama yang tidak asing bagi insan IT, paling tidak pernah dengar. Walaupun bahkan mungkin ada yang belum pernah lihat sama sekali. Tergantung pada situasi yang dihadapi, ternyata mendengar nama saja tidak cukup untuk mengambil keputusan.

Contoh sehari2 misalkan, ada seorang manajer yang ingin implementasi sebuah system operasi, namun bingung memilih karena minimnya informasi tentang sistem operasi diatas. Tentu saja pemilihan yang baik adalah bukan berdasarkan undian. Kita perlu memilih dengan mempertimbangkan trade-offs yang ada untuk kemudian disesuaikan dengan tujuan/kebutuhan kita. Memilih salah satu dari opsi diatas berarti akan memiliki konsekuensi bahwa kita akan mengalokasikan resources (waktu, tenaga, uang) untuk hal tersebut. Dan seperti yang kita ketahui resources yang kita miliki, umumnya terbatas.

Webinar kali ini akan membahas beberapa system operasi UNIX: linux, solaris, freebsd dari beberapa sudut pandang yang bersifat high-level. misal: dari sisi development, basis pengguna, administrasi system, dll.

Agenda webinar:

  • Sejarah & keterkaitan unix, linux, solaris, freebsd
  • Open mind tentang GLC Learning Center
  • Pembahasan persamaan dan perbedaan dari OS UNIX. Read the rest of this entry »

Apa itu desktop? linux Desktop? Ubuntu desktop?

without comments

ini adalah pertanyaan lanjutan dari artikel sebelumnya.

Q: maksudnya desktop itu apa yah?
A: desktop (english) terdiri dari desk: meja & top: atas. maksudnya adalah sisi atas meja kerja atau meja belajar. diatas desktop biasanya terdapat barang2 sehari2 yang sering kita pakai. misal: buku, dokumen, dompet, handphone, arloji, kunci, dll

Q: kenapa layar komputer juga disebut desktop?
A: diatas desktop sering kita taruh barang yang sering kita pakai toh? begitu juga layar komputer, layar tersebut adalah meja kerja kita. sering kita lihat orang yang menaruh file/shortcut di desktopnya.

Q: aktivitas di sekitar desktop?
A: ya tentu saja menggunakan barang2 yang ada di desktop. misal: buat dokumen, dengar lagu, nonton film, buat program, edit gambar, install software, chatting, menggunakan USB disk, dll.

Q: Apa itu skill linux Desktop? Ubuntu desktop?
A: ini artinya skill untuk menggunakan linux/ubuntu untuk aktivitas desktop seperti pertanyaan diatas. seperti windows gitu lah..

Q: maksudnya analogi windows seperti yang diatas gimana yah?
A: begini, windows itu kan adalah OS yang didesain untuk aktivitas desktop toh? nah kamu kudu fasih menggunakan linux untuk aktitas desktop, sama seperti ketika kamu menggunakan OS lain sebagai desktop (misal: mac / windows)

Q: lalu apa bedanya dengan UNIX fundamental?
A: UNIX fundamental mempersiapkan diri anda untuk menjadi seorang sysadmin, yaitu orang yang ngurusin server. pekerjaan sysadmin kebanyakan menggunakan mode CLI, sedangkan linux desktop memakai GUI. linux desktop menggunakan layanan yang telah di setup oleh sysadmin atau netadmin

Q: dengan hanya mempunyai skill linux desktop diatas, apa saya bisa jadi sysadmin?
A: tidak, orientasinya beda. persyaratan untuk menjadi seorang sysadmin adalah lebih berat dan dalam dibandingkan linux desktop, mereka perlu tahu lebih dalam tentang OS. Sysadmin & netadmin juga ada ujian sertifikasinya. orang yang menjadi sysadmin tentu saja menguasai linux desktop.

semoga membantu

Written by Achmad Mardiansyah

June 28th, 2010 at 11:58 pm

Apa bedanya: UNIX Fundamental, System Administration, Network Administration, Network Management & Security Administration?

with 6 comments

ada yang bertanya ke saya:

Q: apa bedanya UNIX Fundamental, System Administration, Network Administration, Network Management & Security Administration?

UNIX Fundamental: materi ini berguna untuk para pemula yang baru kenal dengan UNIX. konsepnya adalah ada sebuah mesin UNIX yang telah terinstall, kemudian anda pakai mesin UNIX tersebut. Jadi disini ngak diajarin advanced installation. hanya instalasi standard aja. tujuan utama dari UNIX fundamental adalah anda dapat memakai mesin UNIX. situasi ini mirip dengan dunia nyata misal di telco company dimana mesin2 UNIX sudah dalam keadaan terinstall, dan anda diberi tugas untuk menggunakan mesin tersebut. contoh training UNIX fundamental adalah ini

System Administration (sysadmin). training ini akan mempelajari maintenance server mulai dari instalasi dasar sampai advanced (mis: network based installation), kemudian mengkonfigurasi services local pada mesin tersebut sesuai dengan requirement tertentu dengan menggunakan tools standard yang tersedia di installer. contoh skill sysadmin: membuat RAID, NTP, printing, job scheduling, software management, dll. salah satu contoh trainingnya adalah ini.

Network Administration (netadmin). training ini akan mempelajari hal-hal yang berhubungan dengan networking secara lebih mendalam. jika system administrator berfokus pada service serta operasional yang bersifat internal dari sebuah server, maka pada training network administrator, kita akan belajar untuk memaintain service yang berhubungan dengan network. misal: firewall, routing, bridge, webserver, NTP, mail server, file server, dll. salah satu contoh trainingnya adalah ini.

Security, Performance & Network Management. nah kalo udah running servernya, sudah dikonfigurasi local services & network servicesnya, tahap selanjutnya adalah monitoring, optimasi server, & security hardening. Hal-hal yang akan dipelajari lebih lanjut adalah menyangkut dengan internal operating system. disini kita akan belajar bagaimana menkonfigurasi aplikasi untuk menagement server misal: mrtg, cacti, zabbix, membuat mengetahui parameter untuk tuning kernel, mengetahui debuging aplikasi (misal: dtrace) mengaplikasikan security lebih dalam lagi (misal: RBAC, selinux). salah satu contoh trainingnya adalah ini.

nah kalo system administrator, network administrator, security administrator adalah orang yang melakukan fungsi sesuai training diatas. di indonesia, yang namanya administrator biasanya ngerjain semuanya. ya dia yang install, maintain, upgrade, monitoring. Sampai pada level system adminstration, materi/pekerjaan adalah banyak berhubungan dengan OS tersebut. tapi ketika sudah masuk ke Network administration, sebaiknya peserta sudah punya basic Networking yang kuat untuk menjalankan fungsi tersebut. anda harus ngerti IP addressing, IP address apa saja yang boleh/tidak boleh digunakan, mengerti apa itu konsep port, mengerti 7 OSI layer, dll. sebaiknya, seorang network administrator juga mempunyai sertifikasi yang terkait dengan networking. misal: dari cisco atau juniper.

Kelebihan dan kekurangan distro linux xyz, dukungan komunitas

with 2 comments

pada suatu milis ada yang nanya:

saya mau tanya pendapat kawan2 tentang Apa sih fitur, layanan, keunggulan & kekurangan distro xyz? mau milih distro ceritanya?

tanggapan saya, sebenernya kalo dasar unixnya udah bagus dan ngerti konsep, mau pake distro apa aja ngak masalah. mo pake linux, solaris, BSD, sama aja. karena yang bikin bagus performance server adalah adminnya, bukan distronya. meskipun udah dikasih solaris, tapi adminnya ngak ngerti ya repot juga. inilah yang biasanya jadi problem, orang dengan dasar UNIXnya rapuh kuat, sehingga susah beradaptasi dengan environment baru.

Comment: Jangan salah pak, dukungan komunitas dan vendor merupakan hal yang harus dipertimbangkan. Karena dukungan komunitas berpengaruh pada pengembangan distro dan layanan support.

maksudnya pemilihan distro tergantung dari komunitas dan vendor?
pengalaman pribadi, ini tergantung implementasi juga. ini pandangan dari perspektif sysadmin (server point of view).

kalo dipake untuk komersial misal pada perusahaan telco, si perusahaan tersebut memang beli support professional langsung dari si pembuat distronya, misal redhat/novell. jadi mereka memilih distro karena ada professional support disana, yang ada SLA misal “perusahaan support harus merespon kurang dari 1 jam jika ada problem emergency”. perusahaan memilih ini karena susah kalo cuman ngandelin dari milis doang. terutama jika sudah sampe problem yang dalam banget misal: error yang terkait dengan kernel, database, SS#7, driver.

kalo pada implementasi pada perusahaan yang “serah lu dah, yang penting minim budget” pemilihan distro tergantung dari yang dikuasai admin.

Lagipula, yang di omongin dimilis2 kan bukan pada level kernel. 99.99% topik adalah ngomongin tentang aplikasi: apache, mysql, php, iptables, kannel, ssh, dll. Nah, kalo anda udah ngerti konsep unix, beserta aplikasi diatas, maka ngak masalah mo pake distro apa aja. meski anda pake slackware tapi nongkrong di milis ubuntu juga g masalah karena kernel yang dipake adalah kernel linux.

Saya ambil contoh real, ada seorang sysadmin udah bisa install & config macem2 pada mesin yang berbasis linux. trus disuruh manage linux server juga tapi yang environmentnya rada beda dikit doang. si admin rada kebingungan dengan mesin baru tersebut. elidik punya selidik, itu karena ternyata dia ngak ngerti konsep PATH. hahaha…

contoh real lagi tentang dukungan komunitas, saya pernah nanya di sebuah milis linux di indonesia, tentang mencari tahu posisi network interface tanpa reboot, dimana servernya nun jauh disana. namun, apa yang saya dapat? bukannya langsung dikasih tentang solusinya, tapi yang ada malah OOT, ngalor-ngidul: pentingnya dokumentasi, disaster reovery, dll yang sama sekali ngak nge-solve problem. hehehe 😛 bukannya meremehkan komunitas, tapi hanya memberikan sebuah perspektif jika anda mengandalkan komunitas.

Karena itulah saya katakan, baguskan dahulu basicnya. karena kalo udah ngurusin server, bisa bermacam2 environmentnya. kalo dasarnya udah bagus, pake apa aja okeh

kalo pandangan dari desktop user, saya serahkan kepada yang lain aja.

salam,

Google kapok pake windows, pindah ke UNIX/Linux

without comments

Baca disini, disini, disini.

Jadi inget dulu waktu masih pake windows, paling sebal kalo udah berurusan dengan malware, virus, etc… padahal udah pake antivirus, update always on, di patch, dan udah sedia backup plan: norton ghost, deep-freeze, dll. namun masih saja ada error.

UNIX juga punya tampilan bagus kok. cekidot disini.

Written by Achmad Mardiansyah

June 5th, 2010 at 12:12 am

Kenapa pakai UNIX? atau UNIX-like?

without comments

ada yang nanya ke saya:

halo bro, klo bole tw kok bro lebih suka ma sun yg kluarganya unix ya? (maap klo salah nubie 😀 ) kok ga mw window server gitu, habisnya ane baca” katanya bnyak hacker yg lagi gencar” nya hack linux gitu… hehehe
mohon petunjuknya mastah, maap klo ane bnyk tanya, ane penasaran hehehe

kenapa unix? saya akan jawab dari 2 sudut pandang. sebelum lanjut pastikan baca definisi UNIX disini. saya akan bandingkan jika saya pakai windows server.

1. Sebagai personal
sebagai personal, saya prefer UNIX. karena:

  • Stabil, jarang hang.
  • Murah, ngak perlu beli lisensi yang ribet seperti windows.
  • Flexible: unix punya banyak tools kecil yang dapat dirangkai menjadi software yang lebih besar. beda dengan windows yang membuat 1 program besar yang bisa macem2.
  • Gak perlu khawatir virus. Colokin aja USB yang penuh dengan virus ke ubuntu. ntar tinggal delete file yang terinfeksi oleh virus.
  • Saya pernah punya pengalaman buruk dengan virus & malware. udah kapok deh. meskipun ada tools deepfreeze, norton_ghost, mcafee, dll. kalo kena virus ya rusak. butuh waktu lagi buat repair, dan saya ngak suka waktu terbuang hanya masalah sepele.
  • Source code tersedia, sehingga bisa modifikasi. windows ngak bisa begini.
  • Di UNIX, update akan me-replace software dengan yang baru. kalo gagal update ya tinggal rollback. solaris punya feature ginian yang bernama live upgrade. pada kasus windows, setelah update, windows bakal tambah berat, patchnya numpuk, trus buat space harddisk berkurang. akibatnya system tidak responsif lagi.
  • Di UNIX/ unix like, kita bisa explore sampe ke daleman OS. di windows, yang kayak gini dilarang keras di EULA. user dipaksa cuman jadi user ajah, ngak boleh macem2. gimana bisa pinter?
  • Proses di UNIX sifatnya transparan. terlihat jelas siapa melakukan apa, dan bagaimana, init script dan konfigurasi software juga mudah menggunakan text file. di windows, anda perlu utak-atik registry. belom lagi adanya program siluman yang ngak kedeteksi lewat tools normal (ctrl-alt-del)
  • Tidak memerlukan resource hardware yang tinggi jika upgrade ke versi software yang lebih tinggi.

2. Sebagai IT professional/bisnis

Sebagai IT professional/bisnis, kita harus fleksible, tergantung permintaan yang mbayar kita aka. client. hehehe… kita ngasih saran, tapi decision kan ada di tangan customer dunk. So, tinggal ikut aja maunya apa, selesaikan kerjaan,beres, terima upah, pulang deh…

Tentang hacker yang gencar sana-sini, ya ndak masalah toh?
justru target hacker utama adalah windows, terutama windows bajakan karena kebanyakan windows bajakan sudah disusupi malware tanpa disadari pengguna. google juga kapok pake windows. baca disini, sini, sini.

OpenCSW vs blastwave, which one do you use?

without comments

Based on it’s history, OpenCSW is a project that was made by forking blastwave repository. Both project offers very nice package management similar to apt-get debian. it’s a difficult decision to which which one you preferred especially if you have a lot of solaris servers.

when the project begin splitting 2 years ago, both repos seems similar. however, by the time goes, i think they show more differences, and incompatible each other.

For me, I prefer to use OpenCSW because they provide the packages i need compare to blastwave. i need nginx packages and i found it in OpenCSW.

any comments?

Written by Achmad Mardiansyah

May 28th, 2010 at 10:28 am

Update the Webmin Tool to Manage the Solaris 10 OS Securely Over HTTPS

without comments

César Augusto Sánchez Baquero, August 2007

The Webmin server is an open source tool that enables system administrators to manage systems that run the Solaris Operating System, UNIX, or Linux using a web browser. You can access the server using HTTP or HTTPS. Webmin is included in the Solaris 10 OS; however, the version included is an old version with a default certificate.

If you update Webmin to the latest version, the HTTPS support doesn’t work unless you use the following steps.

1. Set up the Webmin server that is included with the Solaris 10 OS by executing the following command as root:

/usr/sfw/bin/webminsetup

2. You can press ENTER to answer the two first questions, but for the third question, answer y:

Login name (default root):

Web server port (default 10000):

Use SSL?  [y,n,?,q] y

3. Access the Webmin server using a web browser by typing the address https://SERVER.IP.ADDRESS:10000.

4. Log in using the root user name and root password.

5. Create your own certificate:

  • Go the Webmin Configuration Option and then go to the SSL Encryption module.
  • In the Create Certificate option, fill in the form. In the Server Name field, put the server’s IP address.
  • Click Create Now.

6. Before updating Webmin to the latest version, copy the Perl files that support HTTPS and SSL encryption to the Perl library directory:

cd /usr/sfw/lib/webmin
cp -r perlmod/* /usr/perl5/5.8.4/lib/

7. Configure the proxy settings, if necessary. If you access the Internet through a proxy, set your proxy information in the Proxy Servers module of the Webmin Configuration menu.

8. Update Webmin to the latest version:

  • In the Webmin Configuration menu, select the Upgrade Webmin module.
  • Select the option Latest version from http://www.webmin.com, and then click Update Webmin. You can also update the Webmin modules in the Update Modules option of this module.

Now you can manage your systems running the Solaris 10 OS with the latest version of Webmin in a secure fashion using HTTPS.

Configure webmin SMF after upgrade

to start webmin

# svcadm enable  svc:/application/management/webmin

to stop webmin

# svcadm disable  svc:/application/management/webmin

check webmin daemon log:

# tail -f /var/svc/log/application-management-webmin\:default.log

edit webmin configuration script:

# vi /var/svc/manifest/application/management/webmin.xml
<exec_method
 type='method'
 name='start'
 exec='/etc/webmin/start'
 timeout_seconds='30' >
 </exec_method>

source: this link

short version of URL: http://bit.ly/gKMUUc

Written by Achmad Mardiansyah

May 27th, 2010 at 10:16 pm

Apa itu ACPI, APIC, LAPIC, EDD=on

with 10 comments

Jika anda pernah install ubuntu / linux lainnya, biasanya pada saat instalasi ada pilihan untuk ACPI, APIC, LAPIC, edd=on.
berikut ini penjelasannya:

ACPI (Advanced Configuration and Power Interface)
fungsi utama ACPI untuk mengatur power dan menjalankan feature khusus komputer.
misal:

  • kalo shutdown komputer langsung poweroff. jika tanpa ACPI, maka komputer seperti jaman purba yang harus ditekan tombol power untuk poweroff.
  • bisa switching antara powerline mode dan battery mode
  • bisa up/down volume dengan tombol yang ada di laptop (tidak semua pake ACPI loh)
  • bisa mengatur brightness automatically
  • bisa suspend, hibernate, resume OS
  • bia mengaktifkan tombol tertentu yang ada di laptop. misal: tombol untuk membuka browser, email, bluetooth, locking
  • dll seperti ini

sayangnya, implementasi ACPI tidak standard. Beda2 antara laptop satu dan lainnya. Jika OS tidak mensupport ACPI secara benar, maka akan timbul problem. misal: tidak bisa install, laptop hang, nge-restart tiba2, dll.

Untuk itu jika komputer anda mempunyai symptoms seperti diatas, maka disarankan untuk mendisable ACPI dari sisi OS. kenapa? karena ACPI sudah di-enabled secara default dari hardwarenya (saya belum pernah lihat ada menu di BIOS untuk mematikan ACPI), oleh karena itu kita setting OS kita agar tidak menggunakan feature ACPI dari hardware. Caranya:

  • untuk linux: bisa pake acpi=off pada saat booting kernel. Jika install ubuntu, bisa tekan F6 untuk memakai opsi acpi=off. untuk OS lain juga mirip2. cari aja dimanual OSnya
  • remove paket yang berkaitan dengan acpi. misal di ubuntu: acpid, acpi-support, dst.

konsekuensinya:

  • feature ACPI yang dijelaskan diatas tidak dapat digunakan.

APIC (Advanced Programmable Interrupt Controller)

Fungsi utama APIC adalah untuk mengatur routing IRQ hardware untuk diproses CPU, ya seperti load balancing gitu. feature APIC ini penting terutama pada system multi CPU. Seperti halnya ACPI, APIC juga terkadang suka bikin hang. APIC ada 2 macam Local APIC dan I/O APIC.

Untuk men-disable APIC: bisa dengan opsi nolapic, noapic

selamat troubleshooting…

Recompile kernel, do you really need it? (openbsd point of view)

with 2 comments

Sebagian besar artikel ini berasal dari chapter 12 building custom kernel, buku Absolute OpenBSD, UNIX for practical paranoid.

OpenBSD membuat kernel operating system yang berkualitas tinggi sehingga tidak memerlukan tweaking/tuning selain setting alokasi IRQ, memory address, atau instance driver. Kernel yang di produksi dapat bekerja sempurna pada hampir semua kondisi. tentu saja pada kondisi extrem, anda juga dapat mengcompile custom kernel dari source. dengan mengetahui cara mem-build kernel, pemahaman anda tentang operating system akan lebih meningkat.

Budaya recompile kernel

Recompile dan rebuild kernel adalah kegiatan yang sudah mendarah-daging dalam dunia open-source. jika anda menjalankan UNIX-like OS seperti *BSD & linux, anda biasanya akan me-recompile kernel anda. saran dari mailing list juga ramai mengatakan bahwa anda perlu me-modify, compile, dan tuning kernel anda. sehingga seakan-akan recompile kernel adalah jawaban dari segala persoalan. wajar sih, jika kita punya source codenya, kenapa tidak dipakai? jika anda belum tahu cara compile kernel, maka sudah ada banyak orang yang membantu anda menyediakan tutorial untuk compile kernel.
Read the rest of this entry »

linux bugs: slow access to linkedin.com

without comments

I found it’s very slow to open linkedin.com from my laptop which is using linux 2.6.31. I didn’t realized that this is a bug.
Just few moment ago, after googling a lillte bit, i know that this is a bug of linux.

The solution is easy, just change the mtu and it really works!!
the command is (execute this using root):

# ifconfig eth0 mtu 1360

Access to linkedin.com is better now. great!!

source: klik here.

Written by Achmad Mardiansyah

April 20th, 2010 at 10:08 pm

My OS doesn’t need drivers

without comments

My friend said, “My OS doesn’t need driver, so it’s easier for me”

well, actually it still needs driver my friend.
The concept of “driver” is always present on any Operating System. 😉
However, the term which mention “driver” could be different in some products.
In the case of “driver is not needed”, actually the driver has been bundled in the OS itself, therefore it doesn’t need extra installation.

Usually, the hardware performance is better when it played by the OS made by the same company. well, this is a common sense.
Microsoft doesn’t sell hardware. nevertheless, windows OS is used widespread.
Thus, microsoft needs to bundled hardware drivers together with the OS in order to make it friendly.
That’s why a particular hardware that can’t be used by the current OS without installing the driver, might be able to plug and play on the next release.

Regarding hackintosh, of course it also needs driver. Nonetheless, you need to find out weather driver is bundled with or not.

hope this helps…

Written by Achmad Mardiansyah

April 10th, 2010 at 4:35 pm

Telecommunication Consultants Undercover

with 54 comments

Sebuah artikel dari rekan saya sunandar, yang dulu pernah berjuang bareng untuk go international, jadi konsultan telekomunikasi di luar negeri, mencari sesuap nasi dan lembaran dollar. hehehe. sunandar ini udah kemana-mana ikutan projectnya, sedangkan saya pribadi tidak seaktif beliau. tetap terus belajar lah, dan meningkatkan kemampuan diri… 🙂

semoga berguna bagi pembaca 🙂

———————————————————–

Telecommunication Consultants Undercover Oleh Sunandar Priyo Sajugo

Telecommunication Consultants atau biasa di sebut Kontraktor merupakan pekerjaan yang sudah lama ada tapi mungkin belum banyak di antara teman-teman yang mengetahui tentang jenis pekerjaan ini, mulai dari jenis pekerjaannya seperti apa, berapa rate gaji yang biasa diperoleh, bagaimana untuk memulainya, apa tips-tips yang berguna bagi pemula untuk dapat menjadi konsultan telekomunikasi yang handal dan bergaji ratusan juga. Oke, mari kita mulai bincang-bincangnya.
Read the rest of this entry »

Panduan Instalasi FreeBSD 8.0

without comments

Berikut ini tutorial panduan instalasi step-by-step FreeBSD 8.0.

Silahkan download disini atau disini.

GLC webinar: FreeBSD, the unknown giant, 5 april 2010

without comments

FreeBSD adalah sebuah sistem operasi UNIX like yang banyak dipakai sebagai server. lisensi BSD yang dimilikinya membuat perusahaan seperti cisco & juniper ikut mengadopsi OS ini. Perkembangan FreeBSD sempat terhambat beberapa lama sehingga muncul linux yang ditulis dari awal sebagai alternatif kernel. bangkit dari ketertinggalan, FreeBSD membuat system manajemen server yang canggih yang memudahkan system administrator. Features ini kemudian banyak ditiru oleh OS lain. Dari sisi development, FreeBSD lebih terstruktur dan terorganisir dengan baik membuat system ini stabil dan robust.

webinar ini akan berbicara tentang overview FreeBSD, beserta implementasinya. Setelah mengikuti webinar, peserta diharapkan mempunyai gambaran tentang seperti apa FreeBSD.

Hari, Tanggal: Senin, 5 april 2010
Waktu, durasi: 18:30 Waktu Jakarta (GMT+7), 1-2 jam
quota: 40 seats. first come, first served
Lokasi: Internet
Speaker : Achmad Mardiansyah
Biaya: free

Cara mengikuti webinar:
1. buat account di campus-glc
2. enroll webinar yang diinginkan “FreeBSD, the unknown giant, 5 april 2010”. lihat instruksi didalamnya.

screen, a cool tool for a sysadmin. buat kamu yang sering bekerja remote

with 3 comments

jika anda sebagai sysadmin dan sering bekerja remote, maka screen adalah temen yang perlu anda dekati karena banyak manfaatnya. kadang kita temui problem berikut ketika bekerja secara remote:

  • mau membuka beberapa terminal/console tapi menggunakan koneksi yang sedikit. kalo bisa sih satu koneksi aja, tapi session yang didalamnya bisa dibuat beberapa buah. jadi lebih hemat koneksi
  • gimana caranya agar session yang sudah kita buat dengan login tidak hilang setelah kita disconnect atau ada gangguan koneksi. misal kita lagi compile application remotely, tetapi proses compile tersebut tetap bisa jalan meski kita sudah tidak terhubung lagi dengan server tersebut.

Screen adalah jawaban untuk kasus diatas. seteah dieksekusi, tool screen akan membuat sebuah session yang terkait dengan user tertentu. kemudian kita akan bekerja diatas session yang sudah disediakan oleh screen tersebut. session akan tetap ada sampai diperintahkan untuk di delete. sehingga ketika koneksi putus, kita tinggal login lagi dan menggunakan session yang sudah dibuat tadi.

contoh penggunaan:

# screen (ini artinya membuka session di screen, silahkan bekerja seperti layaknya shell biasa)

ctrl-A + d (tekan tombol ini ketika bekerja di session screen, gunanya untuk men-detach session)

# screen -ls (untuk melihat session screen yang telah dibuat. contoh: ketika login lagi setelah disconnect)

# screen -R (untuk re-attach session)

# screen -x <nama session> (ini nama session sesuai hasil screen -ls)

agar kita tahu di session mana kita berada sekarang, perlu dibuat file .screenrc pada home directory kita. content screenrc:

hardstatus on
hardstatus alwayslastline
hardstatus string "%{.bW}%-w%{.rW}%n %t%{-}%+w %=%{..G} %H %{..Y} %m/%d %C%a "

semoga bermanfaat

source: rekan2 NSN indo, google

perusahaan yang minta superman, atau pelamar yang kurang skill?

with 20 comments

Lanjutan dari diskusi lulusan IT mengecewakan:

> klo menurut saya, terkadang perusahaan saat merekrut biasanya
> requirementnya terlalu berlebih, seperi kebutuhan 10 bidang di jadikan
> satu bidang…
>
Read the rest of this entry »

cool desktop effects, some screenshots

without comments

Siapa bilang unix cuman console aja? beberapa screenshot berikut membuktikan bahwa linux desktop bisa jauh lebih menarik dari system lain. silahkan lihat gallery screenshotsnya disini

Written by Achmad Mardiansyah

January 10th, 2010 at 8:53 pm

Debian with FreeBSD kernel

without comments

Sembari nyari bahan untuk webinar solaris di tahun baru 2010, saya menemukan info yang menarik seputar debian:

Debian mengumumkan akan menambah opsi kernelnya yaitu FreeBSD. jadi nanti pilihan kernel distro debian ada dua, bisa pake linux atau FreeBSD. untuk aplikasi, ya harus disesuaikan dengan kernelnya dong.  jika menggunakan kernel linux, namanya menjadi: debian GNU/Linux, jika menggunakan freebsd, namanya menjadi: debian, GNU/kfreebsd.

Silahkan lihat beritanya disini dan disini.

Written by Achmad Mardiansyah

December 20th, 2009 at 9:11 pm

upgrade linux kernel without reboot. bisa yah? bisa!!

with one comment

buat yang sering nanganin server, pasti udah tahu beberapa update/patch memerlukan reboot supaya dapat running. terutama patch/update yang berkaitan dengan kernel.

khusus untuk ubuntu, perintah “aptitude safe-upgrade” akan mendownload kemudian menginstall patch/update dari repo. setelah selesai instalasi, jika patch tersebut meminta reboot, maka akan muncul notifikasi untuk admin untuk me-reboot mesin.
Read the rest of this entry »

Setting DNS client di opensolaris

with 2 comments

saya dapat pertanyaan:
kenapa setelah install osol kok ngak bisa ngenet? ngak bisa resolve DNS juga, padahal /etc/resolv.conf udah bener. 🙁

hmmm…
berarti kamu blom ngerti proses resolve DNS di UNIX system.

berikut ini penjelasannya
1. OS pertama kali akan melihat /etc/nsswitch.conf
nsswitch.conf berfungsi untuk menentukan tahap2 resolving object.
contoh object yang di resolve: passwd, hostname, networks, etc.
untuk resolve hostname pastikan di “/etc/nsswitch.conf” ada tulisan:
hosts: files dns
artinya:
– OS akan meresolve sebuah nama host dengan melihat file dalam hal ini /etc/hosts
– jika /etc/hosts tidak ditemukan, maka query DNS server. lihat step 2 dibawah.

2. OS akan melakukan query ke DNS server yang terdaftar di /etc/resolv.conf
pastikan di /etc/resolv.conf ada tulisan:
nameserver 208.67.222.222
nameserver 208.67.220.220
artinya:
– menjelaskan ip address dari DNS server yang akan kita pakai

3. cek service “dns/client” running.
disolaris, daemon “dns/client” berfungsi untuk mengurusi step 1 diatas.
jika ada perubahan di /etc/nsswitch.conf, khususnya pada baris host, restart daemon ini.
check daemon:
# svcs -a | grep dns
online 14:17:45 svc:/network/dns/client:default
restart daemon:
# svcadm restart dns/client

regards,

Written by Achmad Mardiansyah

September 3rd, 2009 at 4:39 pm